Mengungkapkan hikayat secara lisan tidak hanya sekadar membaca teks, tetapi juga melibatkan intonasi, ekspresi, dan pemahaman makna yang terkandung di dalamnya. Sebagai karya sastra lama, hikayat memiliki pola penulisan yang khas, terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pembuka, isi, dan penutup:
a.
Pembuka Cerita
Biasanya diawali kalimat khas, seperti “Maka tersebutlah kisah…” atau “Maka adalah seorang raja yang amat bijaksana…”, memperkenalkan tokoh utama, latar, serta konflik awal.
b.
Isi Cerita
Menggambarkan perjalanan tokoh utama menghadapi tantangan dan konflik, sering menggunakan unsur keajaiban, kesaktian, atau interaksi dengan makhluk supranatural, kadang dengan gaya cerita berbingkai.
c.
Penutup
Berisi penyelesaian konflik dan nasib akhir tokoh utama, sering diakhiri kalimat khas seperti “Maka berbahagialah mereka hingga akhir hayat.”
Ciri-ciri bahasa dalam teks hikayat:
•
Menggunakan Bahasa Melayu Klasik, dengan banyak kata-kata arkais yang sudah jarang digunakan dalam bahasa modern.
•
Struktur kalimat panjang dan repetitif, sering mengulang frasa yang sama untuk memperkuat makna.
•
Banyak menggunakan metafora dan hiperbola, misalnya untuk menggambarkan tokoh utama yang memiliki kekuatan luar biasa.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp