Di sebuah desa terpencil, keluarga Pak Budi hidup sederhana sebagai petani. Beberapa bulan lalu, Pak Budi jatuh sakit ginjal, namun biaya pengobatan di rumah sakit terlalu tinggi sehingga ia hanya mengandalkan obat tradisional. Di desa itu tinggal Liana, guru muda yang baru pindah dari kota, yang tergerak melihat Pak Budi tetap bekerja ke sawah meski sakit.
Suatu pagi, Liana mengunjungi rumah Pak Budi membawa bahan makanan. “Pak Budi, saya ingin membantu,” katanya. Meski malu menerima bantuan, Pak Budi akhirnya menerima uluran tangan Liana. Sejak itu, Liana menyisihkan sebagian gajinya, mengajak teman-temannya menggalang dana, dan mengajak warga desa bergotong royong membantu keluarga Pak Budi.
Kondisi Pak Budi membaik berkat pengobatan yang lebih teratur. “Mbak Liana, saya tidak tahu harus berterima kasih bagaimana. Anda telah memberi harapan baru bagi saya dan keluarga,” ujarnya haru. Liana pun mulai mengajak murid-muridnya di sekolah untuk peduli pada sesama, memulai program menggalang bantuan bagi anak-anak kurang mampu di desa.
“Kepedulian sosial itu bukan tentang memberi uang atau barang mewah, tetapi tentang memberi perhatian, berbagi, dan berjalan bersama dalam suka dan duka,” pikir Liana. Dengan langkah kecilnya, ia mengubah desa itu menjadi tempat yang lebih hidup – tidak kaya harta, tetapi kaya kepedulian.
👥
Kegiatan Kelompok 1
Menulis Cerpen Bertema Kepedulian Sosial
Langkah-langkah:
1.
Bentuk kelompok terdiri dari 3–5 orang, lalu diskusikan tema kepedulian sosial dari fenomena di sekitarmu.
2.
Rancang tokoh utama yang menunjukkan sikap peduli tanpa memandang status sosial atau materi.
3.
Susun kerangka cerita: pengenalan tokoh dan latar, konflik (kebutuhan bantuan sosial), klimaks (puncak masalah), dan penyelesaian (dampak positif tindakan tokoh).
4.
Tulis cerpen bersama-sama menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan dialog agar cerita terasa hidup, dengan panjang 500–1.000 kata.
5.
Bacakan cerpen kalian di depan kelas atau tampilkan dalam bentuk visual (poster cerita, video pendek, atau booklet mini).
✎
+
{{ q.passage.title }}
{{ q.passage.text }}
{{ q.num }}.
{{ q.stem }}
{{ opt.letter }}
{{ opt.text }}
Akses Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 10 Selengkapnya
≡
Rangkuman
+
Pengertian Cerpen
Cerpen berfokus pada satu peristiwa penting tokoh utama, dengan struktur pengenalan – konflik – klimaks – penyelesaian, dan mengandung hanya satu tema utama.
Makna Tersurat dan Tersirat
Makna tersurat disampaikan langsung dalam teks; makna tersirat dipahami lewat konteks, simbol, atau interpretasi – ditemukan melalui unsur intrinsik (tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, amanat, gaya bahasa) dan ekstrinsik (kondisi sosial budaya, alam, latar belakang pengarang).
Menyampaikan Pesan Cerpen
Karakter menjadi perwakilan gagasan penulis, disampaikan langsung atau tidak langsung; pesan moral tersirat lewat alur, karakter, dan konflik, disampaikan lebih intens secara lisan lewat intonasi dan ekspresi.
Menulis Cerpen
Diawali menentukan tema, membuat outline, mengembangkan karakter dan latar, menyusun alur, lalu menulis dan merevisi – dengan hook menarik, bahasa mendalam, dan akhir yang berkesan.
☰
Referensi
+
Aminuddin, M. (2010). Sastra Indonesia: Sejarah, Pembelajaran, dan Pemahaman. Jakarta: Bumi Aksara.
Baker, C. (2008). Cerpen dan Peranannya dalam Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nurgiyantoro, B. (2013). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ratna, N. K. (2014). Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suhardi, S. (2012). Menulis Cerpen: Teknik dan Estetika. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wijana, I. (2011). Kritik Sastra dan Analisis Cerpen. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
<div style="margin:32px 0 0;"
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp