Pembagian Tugas Rumah
Selain dalam dunia profesional, negosiasi juga terjadi di lingkungan keluarga. Berikut contohnya.
Anak:
Bu, aku baru saja pulang sekolah dan rasanya capek sekali. Bolehkah aku tidak membantu membersihkan rumah hari ini? Kakak juga belum melakukan bagian tugasnya, Bu.
Ibu:
Aku paham kamu capek, Nak. Namun, kita semua harus saling membantu di rumah, kan? Kalau tidak ada yang membantu, rumah jadi tidak terurus. Bagaimana kalau kamu menyapu saja, dan Kakak yang mencuci piring?
Anak:
Aku mengerti, Bu. Tapi tadi aku juga harus belajar dan mengerjakan PR untuk ujian. Sepertinya kalau aku menyapu, waktuku belajar akan terpotong cukup lama.
Ibu:
Belajar itu memang penting. Begini saja, kalau kamu menyapu, itu hanya sekitar 20 menit, kan? Kakak bisa membantu dengan mencuci piring agar semuanya cepat selesai. Kamu juga sudah membantu Ibu kemarin, jadi bisa gantian hari ini.
Anak:
Oh, kalau begitu aku akan membantu menyapu, Bu. Tapi apakah aku bisa tidak mencuci piring setelahnya? Aku ingin cepat kembali belajar. Aku janji akan menyapu dengan cepat.
Ibu:
Baik, itu kesepakatan yang bagus. Jadi kamu akan menyapu, dan Kakak akan mencuci piring. Setelah itu kamu bisa melanjutkan belajar tanpa gangguan. Aku yakin kamu bisa mengatur waktu dengan baik.
Anak:
Terima kasih, Bu. Aku setuju dengan kesepakatannya.
Ibu:
Terima kasih juga, Nak, sudah setuju membantu. Ingat, kita harus selalu bekerja sama di rumah, ya? Ibu bangga sekali dengan kamu.
Tahukah Kamu?
Negosiasi dengan IMF dan Bank Dunia terjadi selama krisis ekonomi 1997–1998 di Indonesia. Indonesia meminjam dana dengan syarat melakukan reformasi ekonomi, seperti penurunan subsidi dan restrukturisasi sektor perbankan. Meskipun membantu stabilisasi ekonomi, kebijakan tersebut menimbulkan dampak sosial besar seperti kenaikan harga barang dan PHK massal.
👥
Kegiatan Kelompok 1
Bentuklah kelompok yang terdiri atas 4–5 orang. Simaklah teks negosiasi di bawah ini, kemudian jawablah pertanyaan setelahnya!
Negosiasi Kerja Sama Jangka Panjang
Pihak 1 (Perusahaan A):
Selamat pagi, Bapak/Ibu. Kami percaya produk yang kami tawarkan dapat memenuhi kebutuhan perusahaan B, terutama dalam hal kualitas dan efisiensi biaya. Kami sudah menyiapkan proposal yang cukup kompetitif.
Pihak 2 (Perusahaan B):
Kami sudah mempelajari produk Anda dan cukup tertarik dengan kualitasnya. Namun kami punya beberapa pertanyaan terkait harga dan pengiriman. Bisa dijelaskan fleksibilitas harga jika kami memesan dalam jumlah besar?
Pihak 1:
Untuk harga, kami menawarkan Rp100.000 per unit untuk pembelian minimal 1.000 unit. Jika volume pembelian melebihi jumlah tersebut, kami dapat memberikan diskon tambahan sesuai kebutuhan dan anggaran perusahaan Anda.
Pihak 2:
Kami juga ingin memastikan pengiriman tepat waktu. Dalam pengalaman kami, sering ada keterlambatan dari pemasok sebelumnya. Apakah Anda dapat menjamin pengiriman tepat waktu?
Pihak 1:
Kami memiliki sistem logistik yang terbukti efisien dan menjamin pengiriman tepat waktu dalam 95% kasus. Jika terjadi keterlambatan karena faktor eksternal, kami siap memberikan kompensasi berupa pengembalian biaya pengiriman.
Pihak 2:
Satu hal lagi, kami tidak ingin ada produk yang cacat atau tidak sesuai spesifikasi. Apakah ada jaminan atau prosedur inspeksi yang dapat Anda tawarkan?
Pihak 1:
Kami memberikan jaminan kualitas 100%. Setiap produk telah melewati uji kualitas ketat dan memenuhi standar internasional. Kami juga menyediakan layanan inspeksi oleh pihak ketiga yang independen jika diperlukan.
Pihak 2:
Terakhir, kami ingin hubungan ini terjalin jangka panjang. Apakah ada kemungkinan melakukan evaluasi kinerja dan pembaruan kontrak setiap tahun?
Pihak 1:
Kami sangat terbuka untuk pembaruan kontrak dan evaluasi kinerja setiap tahun. Hubungan bisnis yang berkelanjutan harus didasarkan pada evaluasi yang jujur dan terbuka.
Pihak 2:
Terima kasih, kami senang mendengarnya. Jika semuanya sudah jelas, kami siap melanjutkan ke perjanjian kontrak.
Diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1.
Bagaimana proses negosiasi pada teks di atas berlangsung?
2.
Apakah pihak pertama menyampaikan maksud dengan jelas dan rinci? Jelaskan.
3.
Apakah pihak kedua memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap maksud pihak pertama? Jelaskan.
4.
Apakah pihak pertama menyampaikan argumen untuk meyakinkan pihak kedua dengan alasan logis? Jelaskan.
5.
Apakah kedua pihak mencapai keputusan bersama sebagai bentuk kesepakatan? Jelaskan.
6.
Bagaimana kedua pihak mengakhiri negosiasi? Jelaskan.
7.
Apa saja masalah atau kekhawatiran yang disampaikan oleh pihak kedua selama proses negosiasi? Jelaskan.
8.
Bagaimana pihak pertama menjawab kekhawatiran tersebut dan apa saja solusi yang ditawarkan? Jelaskan.
9.
Apa yang membuat kedua belah pihak akhirnya sepakat menjalin kerja sama? Jelaskan.
10.
Menurut kalian, apakah proses negosiasi dalam teks ini sudah berjalan efektif? Mengapa?
✏️
Kegiatan Singkat 3
Untuk mengetahui kemampuanmu, ayo isi pertanyaan di bawah ini dengan tanda ✅ / ❌!
{{ row.num }}.
{{ row.text }}
✅
❌
4
Penulisan Teks Negosiasi
+
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp