Jejak yang Masih Ada
Dulu kita melangkah beriringan, Tertawa di bawah langit senja, Bercerita tanpa batas waktu, Seakan dunia hanya milik berdua. Kita tumbuh dalam jejak yang sama, Mengejar mimpi dengan langkah serupa, Namun angin membawa arah berbeda, Menyadarkan bahwa kita harus berpisah jua. Bukan karena luka, bukan karena dendam, Hanya jalan hidup yang mulai berjarak. Kau menuju timur, aku ke barat, Tak lagi berdamping, tapi tetap mengingat. Kini kita berbincang dalam jeda, Tak seintim dulu, namun tetap bermakna. Saling menyapa dalam kesederhanaan, Tanpa perlu menggenggam, cukup mengenang. Jika esok kita bertemu kembali, Biarkan waktu yang memberi arti. Kita tetap sahabat, meski tak seerat dulu, Namun di hati, jejak itu masih ada.
Tahukah Kamu?
Puisi sudah ada sejak zaman kuno sebagai media lisan untuk menyampaikan sejarah, mitologi, dan ajaran moral sebelum adanya tulisan. Contohnya Epik Gilgamesh (2100 SM) dari Mesopotamia serta Iliad dan Odyssey karya Homer di Yunani. Banyak teks suci, seperti Rigveda, juga berbentuk puisi. Pola rima dan ritme membuatnya mudah diingat dan diwariskan turun-temurun.
✏️
Kegiatan Singkat 1
Untuk mengetahui pemahamanmu pada subbab ini, isilah tabel kegiatan singkat di bawah ini!
{{ row.num }}.
{{ row.text }}
✅
❌
👥
Kegiatan Kelompok 1
Bentuk kelompok yang terdiri atas 4 orang. Baca dan pahami puisi berjudul “Jejak yang Masih Ada”, lalu diskusikan makna dari setiap baitnya bersama teman sekelompokmu.
1.
Apa tema utama yang disampaikan penyair?
2.
Nilai-nilai apa yang terkandung dalam puisi tersebut?
3.
Bagaimana perasaan atau suasana yang dibangun oleh penyair dalam puisi itu?
4.
Tunjuk salah satu anggota kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
2
Memahami dan Menikmati Makna dalam Teks Puisi
+
Sapardi Djoko Damono, penyair yang menyampaikan gagasan besar melalui kata-kata sederhana. (Sumber: Wikipedia)
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp