Fitri Learning

BelajarBiologi SMA Kelas 10Bab 1

Terancamnya Keanekaragaman Hayati

Biologi SMA Kelas 10 · Bab 1: Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, menghadapi ancaman serius yang dapat menyebabkan hilangnya berbagai spesies. Penyebab utamanya meliputi hilangnya habitat alami, pencemaran tanah, air, dan udara, perubahan iklim, eksploitasi berlebihan terhadap tanaman dan hewan, kehadiran spesies pendatang, serta industrialisasi pertanian dan hutan. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai masing-masing faktor tersebut:

Hilangnya Habitat

Orangutan Kehilangan Habitatnya — cikoneng-ciamis.desa.id
Orangutan Kehilangan Habitatnya — cikoneng-ciamis.desa.id

Hilangnya habitat alami adalah salah satu faktor utama menurunnya keanekaragaman hayati. Di Indonesia, deforestasi besar-besaran untuk membuka lahan pertanian dan pemukiman, terutama di Sumatra, Kalimantan, dan Papua, mengancam keberadaan spesies endemik seperti orangutan, harimau sumatera, dan gajah.

  • Hutan Kalimantan dan Sumatra: pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit dan penebangan ilegal menghancurkan habitat orangutan sumatera (Pongo abelii) dan orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus), sehingga populasinya menurun drastis.
  • Desa-desa di sekitar hutan: di Papua dan Sulawesi, pembangunan pemukiman dan pertanian mengurangi ruang hidup satwa liar seperti babirusa dan kasuari.

Pencemaran Tanah, Air, dan Udara

Pencemaran akibat industri, pertanian, dan sampah plastik merusak ekosistem. Pencemaran tanah dan air meracuni spesies tumbuhan dan hewan, sementara pencemaran udara memperburuk perubahan iklim.

  • Kebakaran hutan dan kabut asap: kebakaran tahunan di Kalimantan dan Sumatra menyebabkan polusi udara berat, menghancurkan habitat harimau sumatera dan orangutan, serta menyebabkan kematian banyak spesies.
  • Polusi air di Sungai Citarum: limbah industri dan sampah domestik meracuni ekosistem perairan dan mengancam kehidupan ikan di ekosistem air tawar.

Perubahan Iklim

Perubahan suhu, pola curah hujan, dan cuaca ekstrem mengganggu siklus hidup spesies dan merusak ekosistem. Beberapa spesies tidak dapat beradaptasi dengan cepat dan akhirnya punah.

  • Kerusakan terumbu karang di Raja Ampat: peningkatan suhu air laut menyebabkan pemutihan terumbu karang yang menjadi habitat banyak spesies ikan tropis.
  • Perubahan musim di Pulau Bali: ketidakteraturan musim hujan dan kemarau memengaruhi pola pertanian, ketahanan pangan, serta migrasi burung.

Eksploitasi Tanaman dan Hewan

Pemburuan liar, penangkapan ikan berlebihan, dan perdagangan satwa liar ilegal menurunkan populasi banyak spesies yang sudah terancam punah.

  • Perburuan harimau sumatera: perburuan liar untuk kulit dan bagian tubuh di pasar gelap serta perusakan habitat membuat harimau sumatera menjadi spesies terancam punah.
  • Ikan paus dan lumba-lumba: penangkapan untuk perdagangan internasional dan pariwisata, serta penggunaan pukat harimau, menurunkan populasi dan merusak habitat laut.

Adanya Spesies Pendatang

Spesies invasif sering tidak memiliki musuh alami di lingkungan baru sehingga berkembang biak cepat dan mengambil alih sumber daya yang dibutuhkan spesies lokal.

  • Penyebaran eceng gondok: Eichhornia crassipes yang berasal dari Amerika Selatan menyebar di Danau Toba dan Sungai Citarum, menutupi permukaan air dan mengurangi oksigen di dalamnya.
  • Penyebaran ular piton di Kalimantan: ular yang dilepasliarkan merusak fauna lokal, termasuk mamalia kecil dan burung yang menjadi mangsanya.

Industrialisasi Pertanian dan Hutan

Pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, produksi karet, dan pertambangan menyebabkan deforestasi besar-besaran. Praktik pertanian intensif dengan pestisida dan pupuk kimia juga merusak tanah dan air.

  • Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan dan Sumatra: mengurangi luas hutan tropis yang menjadi habitat orangutan, gajah sumatera, dan harimau sumatera, serta menyebabkan kerusakan tanah dan polusi air.
  • Penebangan hutan untuk industri kertas: penebangan ilegal merusak ekosistem hutan hujan tropis dan mengurangi kemampuan hutan menyerap karbon.
Contoh soal

Soal. Salah satu penyebab hilangnya keanekaragaman hayati adalah perusakan habitat. Bagaimana perusakan habitat dapat menyebabkan kepunahan spesies?

  1. Mengurangi kualitas udara di ekosistem
  2. Menurunkan kemampuan spesies untuk berkembang biak
  3. Meningkatkan populasi predator alami
  4. Menambah jumlah spesies yang mendukung ekosistem
  5. Meningkatkan interaksi antar spesies yang tidak alami

Jawaban. Jawaban Benar: B. Menurunkan kemampuan spesies untuk berkembang biak

Pembahasan. Perusakan habitat, seperti deforestasi atau konversi lahan untuk pertanian, mengurangi ruang hidup spesies dan mengganggu proses reproduksi mereka. Tanpa habitat yang sesuai, spesies tidak dapat berkembang biak atau bertahan hidup, yang akhirnya menyebabkan penurunan populasi dan bahkan kepunahan.

Terancamnya Keanekaragaman Hayati

Deforestasi: Menghilangkan Rumah Bagi Jutaan Spesies Setiap detik, sekitar 1,5 hektar hutan tropis hilang akibat penebangan liar dan konversi lahan, menyebabkan kehilangan habitat penting bagi ribuan spesies yang terancam punah. Perubahan Iklim: Ancaman Global bagi Keanekaragaman Hayati Perubahan suhu dan pola cuaca yang tidak terduga mengganggu pola migrasi, musim perkembangbiakan, dan penyebaran spesies, mengancam banyak kehidupan yang tidak dapat beradaptasi dengan cepat. Spesies Pendatang: Pengganggu Ekosistem Spesies asing yang dibawa manusia ke habitat baru sering kali mengancam spesies lokal, berkompetisi untuk sumber daya, atau membawa penyakit yang menghancurkan keseimbangan ekosistem yang ada.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →