Kloning adalah proses menciptakan individu baru yang memiliki materi genetik identik dengan individu yang ada. Teknik ini dapat digunakan untuk memperbaiki sifat genetik, menghasilkan organisme transgenik, dan mengatasi masalah kelangkaan spesies, meskipun menimbulkan perdebatan etis dan potensi risiko. Terdapat dua jenis kloning yang umum dilakukan pada hewan, yaitu kloning embrio dan kloning transfer inti.
Kloning Embrio
Kloning embrio memisahkan sel embrio pada tahap awal perkembangan untuk menghasilkan individu yang identik secara genetik. Sel telur dikosongkan intinya, lalu inti sel somatik dari individu yang ingin dikloning dimasukkan ke dalamnya, dan sel telur dipicu untuk membelah menjadi embrio. Sel-sel embrio kemudian dipisahkan menjadi beberapa bagian yang masing-masing berkembang menjadi individu identik. Teknik ini digunakan untuk memperbanyak hewan bersifat unggul, seperti sapi perah berproduksi susu tinggi atau domba berkualitas wol baik.
Kloning Embrio pada Manusia (Bayi Tabung)
Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menyatukan sel telum dan sel sperma di luar tubuh untuk membentuk embrio, yang kemudian ditanamkan kembali ke rahim. Prosesnya dimulai dengan stimulasi ovarium, pengambilan sel telur melalui aspirasi folikel, lalu fertilisasi di media kultur. Dalam beberapa kasus digunakan injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI), di mana satu sel sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur. Embrio terbaik kemudian dipindahkan ke rahim.
IVF digunakan untuk mengatasi saluran tuba tersumbat, gangguan ovulasi, infertilitas pria, dan keguguran berulang. Teknik ini juga memungkinkan pemilihan embrio bebas penyakit genetik melalui diagnosis genetik pre-implantasi (PGD).
Kloning Transfer Inti
Pada kloning transfer inti, inti sel somatik dari individu yang ingin dikloning dipindahkan ke dalam sel telur yang telah dikosongkan intinya, lalu diberi stimulasi listrik untuk memulai pembelahan sel. Teknik ini pertama kali berhasil pada tahun 1996 dengan kelahiran domba Dolly.
Aplikasi Kloning pada Hewan
- Perbanyakan hewan dengan sifat unggul, misalnya sapi perah berproduksi susu lebih tinggi atau domba berwol lebih baik.
- Pengembangan hewan transgenik yang mengandung gen dari spesies lain untuk memproduksi protein terapeutik atau sebagai model penyakit seperti Alzheimer dan diabetes.
- Konservasi spesies terancam punah dengan mengkloning hewan baru dari sampel sel yang diawetkan, meskipun masih dalam tahap penelitian.
- Penelitian terapi gen dan rekayasa genetik untuk menguji efek perubahan genetik atau menemukan obat baru.
Domba Dolly
Domba Dolly adalah hewan pertama yang berhasil dikloning menggunakan teknik transfer inti sel somatik pada tahun 1996 oleh tim Roslin Institute di Skotlandia yang dipimpin Ian Wilmut. Sel mammary dari domba Finn Dorset dewasa dipindahkan ke sel telur yang intinya telah dihilangkan, lalu diberi stimulasi listrik. Embrio yang terbentuk ditanamkan ke rahim domba pengganti, dan Dolly lahir pada 5 Juli 1996.
Keberhasilan Dolly membuktikan bahwa sel tubuh dewasa mengandung informasi genetik yang cukup untuk menghasilkan individu baru, dan menandai awal era rekayasa genetika yang lebih luas. Namun, Dolly dihasilkan dari hanya satu keberhasilan dari 277 percobaan, mengalami tanda penuaan dini pada usia empat tahun termasuk artritis dan kanker paru-paru, lalu mati pada usia 6 tahun akibat poliartritis.
Tantangan dan Isu Etika dalam Kloning Hewan
- Keberhasilan dan efisiensi: tingkat keberhasilan rendah, dan hewan hasil kloning sering memiliki masalah kesehatan serta umur lebih pendek.
- Masalah etika: kekhawatiran terhadap kesejahteraan hewan yang terlibat dalam proses kloning.
- Potensi penyalahgunaan: risiko monopoli produksi hewan atau berkurangnya keragaman genetik.
- Biaya yang tinggi: memerlukan peralatan canggih dengan tingkat kegagalan percobaan yang tinggi.
Soal. Apa salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam kloning hewan, terutama pada tingkat kesehatan individu yang dikloning?
- Kloning menghasilkan hewan yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca.
- Individu yang dikloning cenderung memiliki kesehatan yang lebih buruk dan usia yang lebih pendek.
- Kloning hanya dapat dilakukan pada tanaman dan bukan hewan.
- Individu yang dikloning lebih cepat tumbuh dan berkembang.
- Proses kloning tidak mempengaruhi kualitas hidup hewan yang dikloning.
Jawaban. Jawaban Benar: B. Individu yang dikloning cenderung memiliki kesehatan yang lebih buruk dan usia yang lebih pendek.
Pembahasan. Hewan yang dikloning sering kali mengalami kesehatan yang lebih buruk dan lebih rentan terhadap penyakit atau gangguan fisik. Sebagai contoh, domba Dolly mengalami penuaan dini dan berbagai masalah kesehatan sebelum akhirnya mati lebih muda dari usia rata-rata domba.
Domba Dolly adalah hewan pertama yang dikloning dari sel tubuh dewasa, yang memecahkan paradigma sebelumnya bahwa kloning hanya mungkin dilakukan pada embrio. Kloning hewan memungkinkan pengembangan hewan dengan sifat yang konsisten, seperti sapi dengan produksi susu tinggi atau domba dengan kualitas wol yang lebih baik. Dalam dunia medis, kloning manusia masih sangat kontroversial, tetapi teknik terapi sel punca (stem cell therapy) menawarkan harapan baru untuk menyembuhkan penyakit genetik.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp