Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 10Bab 4

Tanah: Pemanfaatan dan Konservasi

Geografi SMA Kelas 10 · Bab 4: Litosfer

Tanah merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat penting bagi kehidupan manusia dan digunakan dalam berbagai sektor. Namun, tanah juga dapat mengalami perubahan dan kerusakan.

Tanah: Pemanfaatan

  1. Tanah subur digunakan untuk menanam tanaman pangan, hortikultura, serta komoditas perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, dan teh.
  2. Padang rumput dan tanah bertekstur sedang digunakan sebagai lahan penggembalaan ternak.
  3. Tanah yang stabil digunakan sebagai lokasi pembangunan rumah, jalan, dan fasilitas publik.
  4. Tanah yang kaya mineral dimanfaatkan untuk pertambangan (batu bara, emas, bijih besi).
  5. Tanah di kawasan hutan lindung digunakan untuk konservasi ekosistem dan pencegahan bencana alam seperti longsor dan banjir.

Tanah: Perubahan

Tanah dapat mengalami perubahan secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Faktor utamanya:

Erosi: Pengikisan lapisan atas tanah akibat air, angin, atau es yang menghilangkan unsur hara; terjadi lebih cepat jika tanah tidak ditumbuhi vegetasi penahan erosi.

Perusakan Hutan: Penggundulan hutan mengurangi perlindungan tanah, mempercepat erosi dan degradasi, serta membuat tanah rentan longsor dan kekeringan.

Tanah Longsor: Terjadi akibat ketidakstabilan tanah pada daerah dengan kemiringan tinggi, dipicu penggundulan hutan, curah hujan tinggi, dan penambangan liar.

Air Hujan: Hujan yang terlalu deras menyebabkan pencucian unsur hara (leaching), mempercepat erosi, dan mempengaruhi struktur tanah.

Kehilangan Unsur Hara dan Bahan Organik: Penggunaan lahan berlebihan tanpa pemupukan cukup dan tanpa rotasi tanaman membuat tanah miskin hara.

Penjenuhan Tanah oleh Air: Genangan air berkepanjangan di daerah berdrainase buruk menyebabkan tanah kehilangan oksigen dan menghambat pertumbuhan akar.

Tanah: Dampak Perubahan Tanah

  1. Erosi dan kehilangan unsur hara membuat tanah tidak produktif untuk pertanian.
  2. Tanah yang rusak akibat penggundulan hutan lebih rentan terhadap longsor dan banjir.
  3. Hilangnya vegetasi mengurangi daya serap tanah terhadap air, menyebabkan kekeringan di musim kemarau.
  4. Tanah yang mengalami perubahan ekstrem dapat menyebabkan hilangnya habitat alami flora dan fauna.
  5. Tanah yang tidak subur dan rentan bencana dapat mengganggu perekonomian dan ketahanan pangan masyarakat.

Tanah: Upaya Konservasi

Upaya Konservasi Tanah

Konservasi tanah adalah serangkaian upaya untuk melindungi tanah dari kerusakan agar tetap produktif dan dapat digunakan secara berkelanjutan. Tiga cara utamanya:

  • Mengurangi dampak hujan, angin, dan aliran air yang dapat mengikis tanah dengan pembuatan terasering, penanaman vegetasi penahan angin, dan contour plowing.
  • Menjaga kestabilan struktur tanah agar tidak mudah terkikis dengan penggunaan pupuk organik, pengolahan tanah yang tepat, dan rotasi tanaman.
  • Melindungi permukaan tanah agar tidak langsung terkena erosi dengan reboisasi, strip cropping, dan penggunaan mulsa.

Program Konservasi Tanah

Konservasi tanah dilakukan terutama di bagian hulu dan hilir daerah aliran sungai (DAS), karena tanah di daerah ini memiliki peran yang berbeda.

  • Di bagian hulu: rentan erosi, longsor, dan pencucian unsur hara. Upayanya meliputi reboisasi, pembuatan terasering, serta pengelolaan lahan dengan metode vegetatif dan mekanik.
  • Di bagian hilir: rentan sedimentasi, banjir, dan pencemaran tanah. Upayanya meliputi pembuatan tanggul dan saluran drainase, pertanian berkelanjutan, serta pengelolaan sedimentasi sungai.

Jenis Upaya Konservasi Tanah

Metode Vegetatif

Konservasi tanah menggunakan tanaman untuk melindungi tanah dari erosi dan meningkatkan kesuburan. Tekniknya:

  • Reboisasi: penanaman kembali hutan yang telah gundul untuk mengembalikan fungsi ekologi tanah.
  • Contour Strip Cropping: penanaman berbaris sejajar kontur tanah untuk mengurangi kecepatan aliran air.
  • Crop Rotation: pergiliran jenis tanaman dalam satu lahan untuk mempertahankan kesuburan tanah.

Metode Kimia

Dilakukan dengan mengubah sifat fisik dan kimia tanah agar tetap subur dan tidak cepat terdegradasi. Contoh: penggunaan pupuk organik, pengapuran (liming), dan pemupukan berimbang.

Metode Mekanik

Dilakukan dengan pengolahan lahan menggunakan teknik atau struktur buatan untuk mengendalikan erosi dan mempertahankan kestabilan tanah.

  • Contour Plowing: membajak tanah sejajar garis kontur untuk mengurangi aliran air dan mencegah erosi.
  • Guludan atau Pematang: membuat gundukan tanah di sekitar tanaman untuk menahan air dan mengurangi erosi.
  • Terasering: membuat lahan bertingkat di daerah miring agar air mengalir perlahan.
  • Perbaikan Drainase dan Irigasi: pembuatan saluran drainase untuk mengatur aliran air agar tidak menyebabkan genangan atau erosi.
Terasering Pariangan di Kaki Gunung Marapi – kabarbumn.com
Terasering Pariangan di Kaki Gunung Marapi – kabarbumn.com
Satu Sendok Teh Tanah Mengandung Lebih Banyak Mikroorganisme Daripada Jumlah Manusia di Bumi
Contoh soal

Soal. Jika suatu daerah mengalami degradasi tanah akibat erosi yang tinggi, tindakan konservasi apa yang paling tepat dilakukan? Jelaskan berdasarkan metode vegetatif, kimia, dan mekanik!

Jawaban. -Metode Vegetatif: reboisasi dan contour strip cropping untuk menahan tanah dari erosi dengan akar tanaman.,-Metode Kimia: pengapuran dan pemupukan berimbang untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terkikis.,-Metode Mekanik: pembuatan terasering dan drainase untuk mengurangi aliran air permukaan yang menyebabkan erosi tanah.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →