Fitri Learning

BelajarGeografi SMA Kelas 10Bab 6

Perairan Darat: Air Tanah, Sungai, Danau, Rawa, dan Gletser

Geografi SMA Kelas 10 · Bab 6: Hidrosfer

Perairan darat mencakup berbagai bentuk air yang ada di permukaan tanah, seperti sungai, danau, rawa, serta air tanah.

Perairan Darat: Air Tanah

Air yang terdapat di dalam lapisan tanah. Air ini bergerak melalui pori-pori tanah dan rongga batuan hingga mencapai kedalaman tertentu, bergantung pada kondisi tanah dan iklim setempat.

Faktor Penentu Kualitas dan Kuantitas Air Tanah

Tingkat Porositas Tanah atau Batuan: mengacu pada banyaknya ruang kosong (rongga/pori) pada tanah dan batuan. Semakin tinggi porositas, semakin banyak air yang dapat diserap dan disimpan.

Kemiringan Lereng: pada lereng curam air cepat mengalir dan sulit meresap, sedangkan pada lereng datar air lebih mudah meresap dan membentuk cadangan air tanah.

Tingkat Kelembapan Tanah: tanah yang lembap cenderung memiliki kapasitas infiltrasi lebih tinggi dibandingkan tanah yang kering.

Klasifikasi Air Tanah

Air Tanah pada Lapisan Tanah – rri.co.id
Air Tanah pada Lapisan Tanah – rri.co.id

Air tanah dapat dibedakan berdasarkan letaknya, yaitu:

  • Air Tanah Freatis: terdapat pada lapisan akuifer dangkal dan mudah diakses, biasanya beberapa meter dari permukaan tanah.
  • Air Tanah Artesis: terperangkap dalam lapisan batuan kedap air (impermeable layer) dan terletak lebih dalam daripada air tanah freatis.

Air tanah juga dapat dibedakan berdasarkan asal usulnya, yaitu:

  • Air Tanah Meteorik: berasal dari presipitasi (hujan, salju, embun) yang meresap ke dalam tanah.
  • Air Tanah Tubir: berasal dari air permukaan seperti sungai atau danau yang meresap ke dalam tanah.
  • Air Tanah Juvenil: berasal dari proses geologis, seperti peristiwa vulkanik atau metamorfosis batuan.
  • Air Tanah Fosil: terperangkap dalam lapisan tanah atau batuan sejak zaman dahulu dan tidak lagi terhubung dengan siklus air modern.

Peran Penting Air Tanah bagi Kehidupan

  • Sumber Air Bersih: memberikan pasokan air yang penting bagi kehidupan sehari-hari.
  • Sumber Irigasi untuk Pertanian: beberapa tanaman membutuhkan pasokan air konsisten dari air tanah.
  • Penggunaan Industri: untuk pendinginan mesin, pencucian bahan baku, dan bahan baku produksi.
  • Sumber Energi Geotermal: dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Perairan Darat: Sungai

Aliran air yang bergerak dari hulu menuju hilir, membawa air dari daerah yang lebih tinggi ke daerah yang lebih rendah.

Bentuk Daerah Aliran Sungai (DAS)

DAS Memanjang (a), DAS Lebar (b), DAS Kipas (c) – eprints.itenas.ac.id
DAS Memanjang (a), DAS Lebar (b), DAS Kipas (c) – eprints.itenas.ac.id

Bentuk DAS Memanjang: terjadi pada sungai yang mengalir dari hulu ke hilir dalam bentuk garis panjang sejajar arah kemiringan topografi.

Bentuk DAS Lebar: memiliki bentuk yang lebih luas dan merata, dengan banyak anak sungai yang menyebar ke berbagai arah.

Bentuk DAS Kipas: terbentuk ketika sungai mengalir dari satu titik sumber menuju arah yang lebih lebar, mirip kipas yang membuka.

Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS)

Hulu (A), Tengah (B), Hilir (C) – gurugeografi.id
Hulu (A), Tengah (B), Hilir (C) – gurugeografi.id

Hulu: bagian awal sungai di daerah pegunungan atau lebih tinggi; sungai masih kecil, airnya cepat mengalir, berenergi tinggi, dan membawa material sedimen hasil erosi.

Tengah: bagian antara hulu dan hilir; sungai lebih besar, aliran mulai melambat, sedimen cenderung mengendap, dan lebar sungai bertambah.

Hilir: bagian yang paling dekat dengan laut atau muara; aliran lebih lambat, sungai sering melebar menjadi delta atau estuari, dan berpotensi besar untuk pertanian, transportasi, serta pemanfaatan air lainnya.

Jenis-Jenis Sungai

Jenis sungai berdasarkan volume dan debit airnya

  • Sungai Periodik (Nonpermanen): alirannya bergantung pada musim/cuaca, hanya mengalir pada musim hujan.
  • Sungai Efemeral: hanya mengalir untuk waktu yang sangat singkat, biasanya selama hujan lebat.
  • Sungai Episodik (Permanen): alirannya tetap ada sepanjang tahun karena sumber airnya stabil dari mata air atau pegunungan.

Jenis sungai berdasarkan sumber airnya

  • Sungai Hujan: sebagian besar airnya berasal dari presipitasi.
  • Sungai Gletser: berasal dari pencairan gletser atau salju, airnya sangat jernih.
  • Sungai Campuran: memperoleh air dari dua sumber, yaitu air hujan dan air gletser.

Jenis sungai berdasarkan genetiknya

  • Genetik R: terbentuk melalui erosi aliran permukaan, biasanya pada wilayah berkemiringan curam dengan aliran deras.
  • Genetik K: terbentuk melalui proses pengendapan, biasanya di dataran rendah dengan aliran lebih lambat.
  • Genetik S: terbentuk akibat pembentukan atau pergeseran tektonik, ditemukan di daerah dengan aktivitas geologis tinggi.
  • Genetik O: terbentuk akibat penghalang alami (gunung berapi atau batuan keras), alirannya relatif stabil dan tidak banyak terpengaruh erosi.

Bentuk Aliran Sungai

Pola-Pola Aliran Sungai – utakatikotak.com
Pola-Pola Aliran Sungai – utakatikotak.com

Pola aliran sungai menunjukkan arah dan bentuk aliran sungai yang dipengaruhi kondisi geologis dan topografi:

  • Pola Dendritik: berbentuk seperti cabang pohon; terjadi pada daerah dengan lapisan batuan relatif seragam dan tidak terpengaruh patahan.
  • Pola Trelis: menyerupai grid atau jala dengan sungai utama lurus dan anak sungai membentuk sudut hampir tegak; terjadi di daerah dengan lapisan batuan keras dan lunak bergantian.
  • Pola Rektangular: sungai mengalir dengan sudut tegak lurus; terjadi pada daerah dengan struktur geologi terpengaruh patahan atau retakan batuan keras.
  • Pola Paralel: aliran sungai sejajar satu dengan yang lain; terjadi di daerah dengan topografi miring atau di sepanjang pegunungan.
  • Pola Radial Sentrifugal: sungai mengalir keluar dari satu titik pusat, seperti di sekitar gunung berapi.
  • Pola Radial Sentripetal: kebalikan dari sentrifugal, sungai mengalir menuju titik pusat, seperti di lembah atau cekungan.
  • Pola Anular: sungai mengalir mengelilingi pegunungan atau cekungan dengan pola berbentuk cincin.
  • Pola Pinnate: mirip pola daun, sungai utama memiliki cabang kecil yang mengalir ke arah berbeda; ditemukan di daerah dengan lereng cukup curam.

Peran Penting Sungai bagi Kehidupan

  • Menampung dan Mengalirkan Air: menjadi saluran air dari hulu ke hilir dan membantu distribusi air untuk kebutuhan domestik, pertanian, dan industri.
  • Pembangkit Listrik: dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
  • Pusat dari Ekosistem: menjadi habitat bagi banyak spesies tanaman dan hewan air tawar.
  • Sumber Mata Pencaharian: melalui perikanan, pertanian, dan transportasi air bagi masyarakat sekitar.
  • Sebagai Tempat Wisata: menawarkan arung jeram, wisata perahu, dan memancing.
  • Sumber Air Kehidupan: sumber utama air bersih untuk keperluan domestik, industri, dan pertanian.

Perairan Darat: Danau

Kumpulan air yang terperangkap di dalam cekungan di permukaan bumi, baik yang terbentuk secara alami maupun buatan.

Jenis-Jenis Danau

Berdasarkan pembentukannya, danau terbagi menjadi tujuh, yaitu:

  • Danau Tektonik: terbentuk akibat aktivitas tektonik seperti pergeseran lapisan bumi atau patahan, berukuran sangat besar dan dalam. Contoh: Danau Toba di Sumatra.
  • Danau Vulkanik: terbentuk dari kawah gunung berapi yang terisi air dan sering menjadi tempat wisata. Contoh: Danau Batur di Bali.
  • Danau Tekto-Vulkanik: terbentuk akibat gabungan proses tektonik dan vulkanik, dengan karakteristik geologi yang menarik untuk penelitian. Contoh: Danau Kawah Bandai di Jepang.
  • Danau Glasial: terbentuk oleh pencairan es atau gletser, ditemukan di daerah dengan sejarah pembekuan dan pencairan es panjang seperti kawasan Kutub Utara dan Selatan.
  • Danau Karst (Dolina): terbentuk di daerah karst (batuan kapur) akibat erosi atau pelarutan, airnya jernih. Contoh: Danau Laogai di Cina.
  • Danau Terbendung: terbentuk karena penghalang alami seperti tanah longsor atau pergerakan tanah, kualitas airnya sering berubah; banyak terbentuk di daerah pegunungan.
  • Danau Buatan: sengaja dibuat manusia untuk irigasi, penyediaan air, atau pembangkit listrik. Contoh: Danau Jatiluhur di Indonesia.

Peran Penting Danau bagi Kehidupan

  • Persediaan Air Bersih: sumber air bersih untuk konsumsi manusia, pertanian, dan industri.
  • Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA): air dari danau menggerakkan turbin pembangkit listrik.
  • Sebagai Sarana Irigasi: digunakan untuk irigasi lahan pertanian, terutama di daerah yang kekurangan air hujan.
  • Sebagai Sarana Transportasi: jalur transportasi air untuk pengangkutan barang atau wisata air.

Perairan Darat: Rawa

Daerah yang sering terendam air atau memiliki kelembapan tinggi dan menjadi habitat penting bagi berbagai spesies. Berdasarkan kondisi air dan jenis tumbuhannya, rawa terbagi menjadi empat jenis:

  1. Swamp: selalu terendam air sepanjang tahun dan biasanya dipenuhi pohon besar; sering ditemukan di daerah tropis.
  2. Marsh: sering tergenang air dengan kedalaman tidak terlalu dalam, dipenuhi tumbuhan herba atau rumput.
  3. Bog: memiliki air asam yang sering berasal dari air hujan, dipenuhi tumbuhan seperti lumut sphagnum; banyak di daerah dingin atau subtropis.
  4. Rawa Pasang Surut: mengalami perubahan tinggi permukaan air, dengan tumbuhan mangrove atau tanaman air lainnya.

Perairan Darat: Gletser

Lapisan es yang terbentuk dari akumulasi salju yang mengeras dan bergerak ke bawah karena gravitasi, ditemukan di daerah pegunungan tinggi atau kutub. Gletser penting dalam siklus air karena menjadi penyedia cadangan air tawar untuk irigasi, pembangkit listrik, serta mendukung ekosistem di sekitarnya.

Contoh soal

Soal. Bagaimana aktivitas manusia, seperti urbanisasi dan pertanian, dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas air tanah di daerah perkotaan dan pedesaan?

Jawaban. Urbanisasi yang melibatkan pembangunan permukaan tidak tembus air (beton dan aspal) mengurangi kemampuan tanah menyerap air sehingga infiltrasi air tanah berkurang. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia di pertanian dapat mencemari air tanah dengan bahan beracun. Di pedesaan, pengambilan air tanah yang berlebihan untuk irigasi dapat menyebabkan penurunan permukaan air tanah, mengurangi kualitasnya, dan menurunkan tekanan pada sumur atau sumber air lainnya.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →