Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 10Bab 1

Teknik Bekerja di Laboratorium Kimia

Kimia SMA Kelas 10 · Bab 1: Kimia dalam Keseharian Kita

Laboratorium kimia adalah tempat para ilmuwan, teknisi, dan siswa melakukan percobaan, pengujian, dan penelitian untuk mempelajari sifat zat dan reaksi kimia. Bekerja di laboratorium menuntut pemahaman tentang prosedur kerja, penggunaan alat, serta prinsip keselamatan, karena banyak bahan kimia bersifat reaktif, beracun, atau mudah terbakar. Perhatikan tabel alat-alat kimia berikut.

Tabel Alat-Alat Kimia

Nama AlatGambarKegunaanKeterangan
Gelas kimia (Beaker glass)@img:assets/image13.pngMenyiapkan larutan, mereaksikan zat dalam volume banyak, dan melarutkan zat padat.Variasi ukuran 50, 100, 200, 500, dan 1000 mL
Labu erlenmeyer@img:assets/image14.jpegMenyimpan larutan yang akan digunakan dan mereaksikan larutan.Variasi ukuran 50, 100, 200, dan 500 mL
Gelas ukur@img:assets/image15.jpegMelakukan pengukuran volume cairan.Variasi ukuran 5, 10, 25, 50, 100, 200, dan 500 mL
Pipet gondok/volumetri@img:assets/image16.jpegMengambil cairan dengan volume tertentu.Variasi ukuran 10, 25, 50, dan 100 mL
Labu takar@img:assets/image17.jpegMengukur volume cairan dengan teliti dan membuat larutan dengan ketelitian tinggi.Variasi ukuran 10, 25, 50, 100, 500, dan 1000 mL
Tabung reaksi dan raknya@img:assets/image18.jpegMereaksikan zat dalam jumlah sedikit; rak untuk menempatkan tabung reaksi.Ukuran kecil, sedang, dan besar. Harus ditempatkan pada rak tabung reaksi.
Penjepit tabung reaksi@img:assets/image19.jpegMenjepit tabung reaksi pada proses pemanasan.Ada yang terbuat dari kayu dan logam.
Lampu spiritus@img:assets/image20.jpegAlat pemanas dengan bahan bakar spiritus.Mematikan api dengan menutup sumbunya.
Corong@img:assets/image21.jpegMenuang cairan ke wadah bermulut kecil; menyaring dan memisahkan endapan.Harus menggunakan kertas saring jika dipakai menyaring.
Kaki tiga@img:assets/image22.jpegPenyangga wadah berisi cairan yang dipanaskan, dipasang di atas lampu spiritus.Debu kasa asbes tidak baik untuk kesehatan.
Botol reagen@img:assets/image23.jpegMenyimpan zat cair.
Botol semprot@img:assets/image24.jpegMencuci, menyemprot, dan menambah akuades dalam jumlah sedikit.
Lumpang porselen@img:assets/image25.jpegMenghaluskan zat padat (menggerus).
Neraca Ohauss@img:assets/image26.jpegMenimbang zat.Zat harus diletakkan pada kaca arloji atau gelas kimia, tidak langsung.
Gelas arloji@img:assets/image27.jpegWadah zat padat yang akan ditimbang dengan neraca.

Sifat Bahan Kimia

Setiap zat kimia memiliki sifat khas yang menentukan bagaimana ia bereaksi, bagaimana cara menanganinya, dan apa dampaknya terhadap lingkungan atau kesehatan. Secara umum sifat bahan kimia dibedakan menjadi sifat fisika — karakteristik yang dapat diamati tanpa mengubah komposisi zat seperti titik didih, titik leleh, dan warna — serta sifat kimia yang berhubungan dengan kemampuan zat mengalami perubahan kimia, seperti mudah terbakar atau bereaksi dengan asam. Memahami keduanya penting dalam pemilihan bahan, penyimpanan zat, dan pengelolaan limbah kimia.

Tabel Sifat Bahan Kimia dan Contohnya

LambangSifat Bahan KimiaContoh
@img:assets/image28.pngPengoksidasi (oxidizing).Asam sulfat, asam nitrat.
@img:assets/image29.pngMudah menyala (flammable).Alkohol, bensin, solar.
@img:assets/image30.pngBeracun (toxic).Merkuri, timbal, dioksin.
@img:assets/image31.pngMudah meledak (explosive).Amonium nitrat, kalium klorat.
@img:assets/image32.pngIritasi (irritant).Kalsium klorida, natrium hidroksida, toluena, amonia.
@img:assets/image33.pngKorosif (corrosive).Asam sulfat, natrium hidroksida.
@img:assets/image34.pngBerbahaya bagi lingkungan (dangerous for environment).Timbal, merkuri, arsenik.
CONTOH SOAL SIFAT BAHAN KIMIA

Soal. Manakah dari bahan berikut yang terkenal sebagai bahan kimia korosif?

  1. Amonia.
  2. Asam sulfat.
  3. Natrium klorida.
  4. Karbon dioksida.
  5. Etanol.

Jawaban. B. Asam sulfat.

Pembahasan. Asam sulfat \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{SO}_{4}\mathrm{)}\) sangat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar serius pada kulit, mata, dan saluran pernapasan. Karena sifatnya yang reaktif, asam sulfat banyak dipakai di industri pupuk, detergen, dan bahan kimia lain, sehingga penggunaannya harus mengikuti prosedur keselamatan yang ketat. Amonia memang korosif pada kadar tinggi, sedangkan NaCl, karbon dioksida, dan etanol tidak memiliki sifat korosif yang signifikan.

Keselamatan Kerja di Laboratorium

Keselamatan kerja adalah prioritas utama di laboratorium kimia karena kita sering bekerja dengan zat beracun, korosif, mudah terbakar, atau reaktif. Setiap orang yang bekerja harus mengikuti langkah keselamatan yang telah ditetapkan, mulai dari penggunaan alat pelindung diri, pengenalan bahan kimia, prosedur darurat, hingga cara penyimpanan bahan yang aman.

  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): kacamata pelindung, sarung tangan sesuai jenis bahan kimia, jas laboratorium, dan sepatu tertutup.
  • Mengenal dan Membaca Label Bahan Kimia: pahami label dan petunjuk bahan, serta gunakan lembar data keselamatan bahan (SDS) untuk mengetahui potensi bahaya dan pertolongan pertama.
  • Pemahaman Tentang Prosedur Darurat: ketahui lokasi alat pemadam kebakaran, kotak P3K, serta cara menggunakan shower keamanan dan pencuci mata.
  • Penanganan dan Penyimpanan Bahan Kimia: simpan bahan sesuai kategorinya agar tidak bereaksi berbahaya, dan jaga kebersihan serta ketertiban laboratorium.
  • Menggunakan Peralatan Laboratorium dengan Benar: pahami cara pakai setiap alat dan periksa kondisinya secara berkala.
  • Menghindari Makanan dan Minuman di Laboratorium: bahan kimia mudah menempel pada permukaan dan berisiko tertelan.
  • Prosedur Evakuasi: ketahui jalur evakuasi dan lakukan latihan evakuasi rutin.
  • Pembersihan Setelah Eksperimen: bersihkan alat dan area kerja, serta buang limbah kimia sesuai prosedur.
  • Pelatihan dan Pengawasan: setiap individu perlu pelatihan keselamatan yang memadai dan pengawasan dari supervisor.
CONTOH SOAL KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM

Soal. Apa langkah yang paling penting untuk dilakukan sebelum memulai eksperimen di laboratorium kimia?

Jawaban. Membaca label bahan kimia dan memahami instruksi keselamatan.

Pembahasan. Label bahan kimia memberikan informasi penting tentang potensi bahaya bahan tersebut (korosif, mudah terbakar, beracun) serta langkah pengendalian yang harus dilakukan. Meskipun penggunaan APD, persiapan alat, dan membersihkan meja kerja juga penting, membaca label adalah langkah pertama yang krusial untuk menghindari risiko yang berkaitan dengan reaktivitas atau bahaya bahan kimia.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →