Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 10Bab 4

Nilai dan Aturan Sosial

Sosiologi SMA Kelas 10 · Bab 4: Institusi Sosial

Nilai Sosial

Nilai sosial adalah konsep abstrak yang menjadi pedoman menentukan baik-buruk, benar-salah, dan penting-tidaknya sesuatu dalam kehidupan bermasyarakat, terbentuk lewat proses sosial panjang dan diwariskan antargenerasi. Soerjono Soekanto mendefinisikannya sebagai konsepsi tentang apa yang dianggap baik dan berharga; Kimball Young sebagai asumsi dasar perilaku individu; Robert M.Z. Lawang sebagai standar memilih tindakan yang juga membentuk identitas kelompok. Nilai sosial bersifat abstrak namun berpengaruh nyata, relatif (bisa berubah seiring zaman), berbeda antarkelompok, serta diperkuat lewat sosialisasi dan pendidikan. Prof. Dr. Notonegoro menggolongkan nilai berdasarkan dominasinya (nilai utama, yang paling dihormati dan dipegang teguh) dan kedalamannya (nilai yang mengakar, diterima tanpa dipertanyakan). Berdasarkan kategorinya, nilai imateriel mencakup ideologi, gagasan, dan nilai keagamaan yang membentuk pola pikir, sementara nilai materiel berkaitan dengan kegunaan fisik dan kenikmatan indera.

Gambar: Macam-macam nilai sosial — diolah dari berbagai sumber

Aturan Sosial

Norma sosial adalah standar yang menentukan cara seseorang seharusnya bertindak, lahir dari nilai yang dianut masyarakat dan berkembang lewat sosialisasi, bersifat dinamis namun tetap menjadi elemen fundamental menjaga ketertiban. Aturan formal dirumuskan tertulis dan mengikat secara hukum (undang-undang, peraturan sekolah), sementara aturan tidak formal berkembang sebagai kebiasaan tanpa ketetapan tertulis namun tetap menimbulkan reaksi sosial bila dilanggar.

Aturan SosialPenjelasanContoh
Cara (Usage)Kebiasaan ringan dalam pergaulan; pelanggaran tak bersanksi berat.Cara makan dengan tangan kanan di beberapa budaya.
Kebiasaan (Folkways)Pola perilaku yang sering dilakukan dan menjadi tradisi.Memberi salam kepada orang yang lebih tua.
Tata Kelakuan (Mores)Lebih mengikat, berkaitan moralitas; pelanggaran menimbulkan kecaman sosial.Tidak berbohong dan tidak mencuri.
Adat Istiadat (Custom)Bagian dari budaya yang diwariskan turun-temurun, terkait identitas kelompok.Upacara adat pernikahan atau ritual keagamaan.

Aturan sosial juga dapat dikelompokkan menjadi aturan keagamaan (bersumber ajaran agama, bersifat mutlak), kesusilaan (nilai moral berdasarkan hati nurani), kesopanan (tata krama pergaulan yang dipengaruhi budaya setempat), kebiasaan (pola perilaku berulang tanpa sanksi tegas), dan hukum (dibuat lembaga resmi dengan kekuatan mengikat serta sanksi hukum yang jelas).

Tanya jawab

Jelaskan perbedaan antara nilai sosial dan aturan sosial dalam kehidupan masyarakat serta berikan masing-masing satu contoh konkret!
Nilai sosial adalah prinsip abstrak yang dianggap penting masyarakat, seperti kejujuran, keadilan, dan gotong royong. Aturan sosial adalah pedoman konkret yang mengatur perilaku sesuai nilai tersebut, dapat berupa norma tidak tertulis (kebiasaan) atau tertulis (hukum) — misalnya larangan membuang sampah sembarangan di tempat umum.

Larangan Menunjuk dengan Jari Telunjuk

Dalam budaya Indonesia, terutama di Jawa dan Bali, menunjuk seseorang atau sesuatu dengan jari telunjuk dianggap tidak sopan. Sebagai gantinya, orang biasanya menggunakan ibu jari atau seluruh tangan.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →