Dinamika adalah cabang ilmu fisika yang mengkaji penyebab gerak suatu benda. Misalnya, ketika buah kelapa jatuh dari pohon atau batu menggelinding di bidang miring, tentu ada gaya yang menyebabkan benda-benda tersebut bergerak. Dalam dinamika partikel, gaya merupakan faktor utama yang memengaruhi gerak. Berbagai jenis gaya dalam fisika antara lain gaya berat, gaya tarik, gaya gesek, gaya normal, gaya sentripetal, gaya pegas, gaya tegangan tali, gaya elektrostatik, dan gaya Lorentz. Untuk memahami bagaimana gaya memengaruhi gerak benda, kita akan mempelajari tiga hukum Newton yang mendasari semua pembahasan dinamika partikel.
Hukum I Newton (Hukum Kelembaman)
Hukum I Newton menjelaskan bahwa benda akan mempertahankan keadaannya, baik tetap diam maupun bergerak lurus beraturan, selama tidak ada gaya yang bekerja padanya. Fenomena ini disebut kelembaman atau inersia. Contohnya saat mobil tiba-tiba bergerak, tubuh kita terdorong ke belakang. Sebaliknya, jika mobil tiba-tiba berhenti, tubuh kita terdorong ke depan. Hal ini menunjukkan kecenderungan benda untuk mempertahankan keadaan sebelumnya.
Secara matematis, hukum ini dinyatakan dalam bentuk:
Dengan:
Jika resultan gaya sama dengan nol, benda yang diam akan tetap diam, dan benda yang bergerak lurus beraturan akan terus bergerak lurus beraturan. Oleh karena itu, hukum ini disebut juga hukum kelembaman karena setiap benda cenderung mempertahankan posisinya terhadap perubahan.
Contoh sederhananya adalah apabila kita meletakkan kelereng di atas selembar kertas, ketika kertas ditarik cepat, kelereng tetap berada di tempat semula karena inersia. Namun, jika kertas ditarik perlahan, kelereng akan ikut tertarik karena sempat mengalami perubahan kecepatan.
Hukum II Newton (Hukum tentang Percepatan)
Hukum II Newton menjelaskan bagaimana gaya yang bekerja pada sebuah benda dapat menyebabkan benda tersebut mengalami percepatan. Gaya yang tidak seimbang akan mengubah kecepatan gerak suatu benda. Percobaan menggunakan kereta dinamika dan ticker timer memperlihatkan bahwa percepatan benda bergantung pada besar gaya dan massa benda.
Percobaan tersebut menunjukkan bahwa:
Percepatan berbanding lurus dengan gaya ( )
Percepatan berbanding terbalik dengan massa ( )
Secara matematis, hukum ini dinyatakan sebagai:
Dengan:
m = massa benda (kg)
a = percepatan benda (m/s²)
Satuan gaya dalam sistem SI adalah Newton (N), di mana 1 N adalah gaya yang dapat memberikan percepatan 1 m/s² pada benda bermassa 1 kg.
Jika dua gaya bekerja searah pada suatu benda, maka persamaannya menjadi:
Hukum III Newton (Hukum Aksi-Reaksi)
Hukum III Newton menyatakan bahwa setiap gaya aksi akan diiringi oleh gaya reaksi yang besarnya sama namun arahnya berlawanan. Gaya aksi dan reaksi selalu terjadi dalam pasangan dan bekerja pada dua benda yang berbeda. Contohnya, saat seseorang berdiri di atas papan beroda lalu menarik dinding dengan tali, orang dan papan akan bergerak mendekati dinding. Ini terjadi karena ketika ia menarik dinding (aksi), dinding juga memberikan gaya reaksi pada orang tersebut. Contoh lain adalah saat seseorang mendorong tembok dengan tangan. Ternyata, orang tersebut justru terdorong ke belakang. Ini menunjukkan bahwa gaya dorong yang dilakukan terhadap tembok dibalas dengan gaya dorong yang sama besar namun berlawanan arah dari tembok terhadap tubuh orang tersebut.
Ketika sebuah benda digantung menggunakan tali, terdapat beberapa gaya yang bekerja. Tali menarik benda ke atas dengan gaya tegangan, sedangkan benda mengalami gaya berat akibat gravitasi. Dalam situasi ini, gaya aksi adalah gaya tarik tali terhadap benda, sedangkan gaya reaksi adalah gaya yang diberikan benda terhadap tali. Gaya aksi dan reaksi memiliki besar yang sama, tetapi bekerja pada dua benda yang berbeda dan arahnya berlawanan. Penting untuk diingat bahwa gaya-gaya yang membentuk pasangan aksi-reaksi tidak pernah bekerja pada benda yang sama.
Saat sebuah benda diletakkan di atas permukaan, benda akan menekan permukaan tersebut dengan gaya berat akibat gravitasi. Sebagai reaksi, permukaan akan memberikan gaya normal ke arah berlawanan terhadap benda. Gaya berat yang bekerja pada benda berasal dari tarikan gravitasi Bumi (aksi), sedangkan gaya reaksi diberikan oleh benda terhadap Bumi. Demikian pula, gaya normal permukaan terhadap benda memiliki reaksi berupa gaya tekan benda terhadap permukaan. Semua pasangan aksi-reaksi selalu bekerja pada dua objek berbeda dan tidak pernah saling meniadakan karena tidak bekerja pada objek yang sama.
Massa adalah ukuran banyaknya materi dalam suatu benda. Besarnya massa tidak berubah di manapun benda berada, karena merupakan besaran skalar. Namun, berat benda dapat berubah tergantung pada kuatnya percepatan gravitasi di tempat itu. Gaya berat adalah gaya gravitasi yang dialami benda akibat tarikan Bumi. Semakin tinggi posisi suatu benda dari permukaan Bumi, semakin kecil percepatan gravitasinya, sehingga berat benda akan lebih kecil. Berat merupakan besaran vektor karena memiliki besar dan arah, dengan satuan SI yaitu Newton (N).
Secara matematis, berat benda dinyatakan dengan persamaan:
dengan:
m = massa benda (kg)
g = percepatan gravitasi (m/s²)
w = berat benda (N)
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp