Menurut Hukum II Newton, percepatan yang dialami oleh benda dirumuskan sebagai:
Jika kita tinjau dari perubahan kecepatan terhadap waktu, maka hubungan antara percepatan, gaya, dan perubahan kecepatan bisa ditulis sebagai:
Kemudian, kita ketahui bahwa:
Sehingga kita dapat menyatakan hubungan antara impuls dan perubahan momentum sebagai:
dengan:
Persamaan ini menunjukkan bahwa impuls yang diberikan pada suatu benda selama selang waktu tertentu akan sama dengan perubahan momentumnya. Semakin besar gaya atau semakin lama gaya bekerja, semakin besar pula perubahan momentum yang dihasilkan.
Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Pemahaman hubungan antara impuls dan momentum dapat diamati dalam berbagai peristiwa nyata, tidak hanya di laboratorium, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.
Ketika seseorang melompat dari perahu, tubuh orang tersebut memperoleh momentum ke arah depan akibat gaya dorong dari kakinya. Sebagai reaksi, perahu yang semula diam akan terdorong ke belakang. Ini terjadi karena total momentum sistem (orang dan perahu) sebelum dan sesudah lompatan harus tetap sama, sesuai prinsip kekekalan momentum. Besarnya momentum yang dimiliki orang ke depan akan sama dengan momentum perahu ke belakang, tetapi arah berlawanan.
Dalam olahraga seperti tenis atau golf, pemain memberikan gaya besar dalam waktu sangat singkat pada bola. Misalnya saat raket tenis menyentuh bola servis, gaya bekerja selama sepersekian detik namun menghasilkan perubahan momentum besar—bola langsung melesat ke arah lawan. Hal serupa terjadi pada bola golf yang dipukul menggunakan tongkat. Gaya yang besar dan waktu kontak yang singkat menghasilkan impuls besar, mengakibatkan perubahan kecepatan yang drastis.
Dalam kendaraan, airbag membantu mengurangi cedera saat kecelakaan dengan memperbesar waktu kontak antara tubuh pengemudi dan dashboard. Meskipun perubahan momentum tetap terjadi (karena mobil berhenti mendadak), perpanjangan waktu gaya bekerja (Δt) menyebabkan gaya yang dirasakan tubuh menjadi lebih kecil. Ini merupakan contoh nyata pemanfaatan prinsip impuls dalam rekayasa keselamatan.
Atlet yang menangkap bola keras sering kali menarik tangan ke belakang saat menerima bola. Teknik ini memperbesar waktu kontak, sehingga gaya tumbukan menjadi lebih kecil walaupun perubahan momentumnya tetap. Strategi ini mengurangi risiko cedera dan membuat tangkapan lebih aman.
Konsep impuls dan perubahan momentum membantu kita menjelaskan berbagai fenomena tumbukan, gerak, dan keselamatan dalam kehidupan. Pemahaman ini juga menjadi dasar dalam merancang alat-alat keselamatan serta meningkatkan performa dalam olahraga dan teknologi.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp