Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 11Bab 1

Dinamika Pereaksi Pembatas: Penentu Hasil Akhir Reaksi

Kimia SMA Kelas 11 · Bab 1: Perhitungan Kimia

Dalam dunia kimia, reaksi kimia adalah inti dari berbagai fenomena alam dan proses industri. Agar reaksi kimia dapat dianalisis secara kuantitatif, diperlukan pemahaman tentang peran setiap zat yang terlibat. Salah satu konsep fundamental yang menjadi kunci dalam analisis ini adalah pereaksi pembatas (limiting reagent).

Melalui konsep pereaksi pembatas, kita dapat mengoptimalkan penggunaan bahan, menekan biaya produksi, dan mengurangi dampak lingkungan. Oleh karena itu, pemahaman tentang pereaksi pembatas adalah langkah awal yang esensial dalam penguasaan perhitungan kimia.

Ilustrasi Pereaksi Pembatas – wikipedia
Ilustrasi Pereaksi Pembatas – wikipedia

Pengertian Pereaksi Pembatas dan Cara Menentukannya

Pereaksi pembatas (limiting reagent) adalah zat pereaksi dalam suatu reaksi kimia yang habis terlebih dahulu, sehingga menghentikan reaksi dan menentukan jumlah maksimum produk yang dapat dihasilkan. Karena jumlah produk dalam reaksi kimia selalu bergantung pada jumlah pereaksi yang habis, pereaksi pembatas menjadi faktor kunci dalam menentukan efisiensi reaksi.

Cara Menentukan Pereaksi Pembatas

  1. Setarakan persamaan reaksi sehingga jumlah atom di sisi pereaksi dan produk seimbang.
  2. Hitung jumlah mol setiap pereaksi: dari massa $n = \frac{m}{Mr}$, dari volume gas STP $n = \frac{V}{22{,}4}$, atau dari larutan $n = M \times V$.
  3. Bandingkan jumlah mol dengan koefisien stoikiometri masing-masing pereaksi.
  4. Tentukan pereaksi yang habis terlebih dahulu — hasil bagi mol terhadap koefisien yang paling kecil adalah pereaksi pembatas.
  5. Hitung jumlah produk maksimum berdasarkan mol pereaksi pembatas menggunakan perbandingan koefisien.

Cara Menentukan Pereaksi Pembatas Menggunakan Perhitungan Stoikiometri

Sebagai ilustrasi, tinjau reaksi pembentukan air $2H_2 + O_2 \rightarrow 2H_2O$ dengan 4 gram $H_2$ dan 32 gram $O_2$. Mol $H_2 = 4 : 2 = 2$ mol dan mol $O_2 = 32 : 32 = 1$ mol. Perbandingan $H_2 : O_2$ adalah 2 : 1, sehingga 2 mol $H_2$ tepat membutuhkan 1 mol $O_2$. Karena $H_2$ habis lebih dahulu, $H_2$ adalah pereaksi pembatas dan jumlah $H_2O$ yang terbentuk adalah 2 mol.

Fakta Mengisi Balon dengan Gas
  • Reaksi baking soda ($NaHCO_3$) dengan asam asetat ($CH_3COOH$) menghasilkan gas karbon dioksida ($CO_2$) yang mengembangkan balon. Gas ini adalah hasil langsung dari pereaksi pembatas, biasanya baking soda atau cuka.
  • Jumlah gas $CO_2$ yang dihasilkan bergantung pada perbandingan baking soda dan cuka. Jika salah satu zat habis lebih dulu, reaksi berhenti sehingga balon tidak akan mengembang lebih besar.
  • Mengisi balon dengan reaksi kimia ini adalah cara murah dan aman untuk mempelajari konsep stoikiometri dan pereaksi pembatas, sekaligus menciptakan hiburan sederhana untuk anak-anak.
Contoh soal

Soal. Contoh soal yang diketahui massa zat: Sebuah peneliti menggunakan 10 gram etanol ($C_2H_5OH$) yang dibakar dalam 32 gram oksigen ($O_2$), menghasilkan $CO_2$ dan air. Diketahui $Mr$ etanol = 46, $O_2$ = 32, dan $CO_2$ = 44. Reaksi diketahui: $C_2H_5OH + O_2 \rightarrow CO_2 + H_2O$. Tentukan pereaksi pembatas, massa $CO_2$ yang terbentuk, pereaksi sisa dan massanya.

Contoh soal

Soal. Contoh soal pada kondisi STP: Sebanyak 11,2 gram logam Fe ($Ar$ = 56) direaksikan dengan 0,4 mol larutan $H_2SO_4$ dan menghasilkan $Fe_2(SO_4)_3$ dan gas hidrogen menurut persamaan reaksi $Fe + H_2SO_4 \rightarrow Fe_2(SO_4)_3 + H_2$. Berapa volume gas hidrogen yang dihasilkan pada keadaan standar (STP)?

Contoh soal

Soal. Contoh soal jika diketahui konsentrasi larutan: Sebanyak 100 mL NaOH 0,3 M direaksikan dengan 200 mL larutan $H_3PO_4$ 0,2 M dengan reaksi $NaOH + H_3PO_4 \rightarrow Na_3PO_4 + H_2O$. Tentukan persamaan reaksi setara, pereaksi pembatas, sisa pereaksi, dan jumlah produk yang terbentuk. Diketahui $Mr$ NaOH = 40, $H_3PO_4$ = 98, dan $Na_3PO_4$ = 164.

Kegiatan

Mengisi Balon dengan Gas Hasil Reaksi: Membuktikan Pereaksi Pembatas

Tujuan. Membuktikan bahwa jumlah produk gas ditentukan oleh pereaksi yang habis terlebih dahulu.

Bahan.

  • 3 botol plastik bening ukuran sama
  • 3 balon
  • Cuka dapur (asam asetat) 150 mL
  • Baking soda ($NaHCO_3$) 14 gram
  • Neraca dan gelas ukur
  • Penggaris atau meteran kain

Langkah.

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 siswa dan siapkan tiga botol plastik yang identik.
  2. Isi setiap botol dengan 50 mL cuka dapur.
  3. Timbang baking soda sebanyak 2 g, 4 g, dan 8 g, lalu masukkan masing-masing ke dalam tiga balon yang berbeda.
  4. Pasang mulut balon pada mulut botol tanpa menumpahkan isinya, kemudian tegakkan balon agar baking soda jatuh ke dalam cuka.
  5. Amati dan catat waktu reaksi serta ukur keliling balon setelah reaksi berhenti.
  6. Bandingkan ketiga hasil dan tentukan pada botol mana cuka menjadi pereaksi pembatas dan pada botol mana baking soda yang menjadi pereaksi pembatas.

Pertanyaan.

  1. Pada botol mana balon mengembang paling besar? Jelaskan berdasarkan konsep pereaksi pembatas.
  2. Mengapa penambahan baking soda dari 4 g menjadi 8 g tidak selalu membuat balon jauh lebih besar?
  3. Tuliskan persamaan reaksi setara antara $NaHCO_3$ dan $CH_3COOH$, lalu hitung mol $CO_2$ teoritis untuk setiap botol.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →