Sistem dispersi terdiri dari dua komponen utama, yaitu fase terdispersi (partikel) dan medium pendispersi (zat yang memfasilitasi penyebaran partikel). Secara umum sistem dispersi dibagi menjadi tiga kategori: suspensi, koloid, dan larutan, yang masing-masing memiliki karakteristik dan sifat fisik berbeda. Koloid berada di antara suspensi dan larutan, dengan partikel yang cukup kecil untuk tidak mengendap namun cukup besar untuk menunjukkan efek Tyndall dan gerak Brown.
Sistem Dispersi Suspensi
Suspensi adalah sistem dispersi di mana partikel-partikel yang lebih besar dari koloid terdispersi dalam medium pendispersi, biasanya berukuran lebih besar dari 1 mikrometer dan dapat terlihat dengan mata telanjang. Ciri khasnya adalah ketidakstabilan: partikel cenderung mengendap jika dibiarkan karena gaya gravitasi, mudah terpisah, dan penyebarannya tidak merata. Contoh suspensi antara lain air pasir, cat yang belum dicampur, dan jus buah yang mengandung serat, serta obat cair berbentuk suspensi dalam industri farmasi.
Sistem Dispersi Koloid
Sistem dispersi koloid merupakan campuran dengan partikel terdispersi berukuran antara 1 nanometer hingga 1 mikrometer. Partikel ini cukup kecil untuk tidak mengendap akibat gaya gravitasi, namun cukup besar untuk menyebabkan efek Tyndall dan gerak Brown. Medium pendispersinya dapat berupa gas, cair, atau padat, dan koloid memiliki kestabilan yang relatif lebih tinggi sehingga tidak mudah mengendap.
Sistem Dispersi Larutan
Larutan adalah sistem dispersi di mana partikel terlarut tersebar merata dalam pelarut pada tingkat molekuler atau ionik, biasanya berukuran kurang dari 1 nanometer sehingga tidak tampak dengan mata telanjang. Partikelnya sangat kecil dan homogen, tidak mengendap, serta membentuk campuran yang stabil. Contohnya larutan garam, larutan gula, dan larutan alkohol dalam air.
Tabel perbedaan sistem dispersi
| Perbedaan | Suspensi | Koloid | Larutan |
|---|---|---|---|
| Ukuran Partikel | > 100 nm | 1 – 100 nm | < 1 nm |
| Penampilan Fisik | Keruh, partikel terdispersi dapat diamati langsung dengan mata telanjang | Keruh–jernih, partikel terdispersi hanya dapat diamati dengan mikroskop ultra | Jernih, partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra |
| Kestabilan (jika didiamkan) | Mudah terpisah (mengendap) | Sukar terpisah | Tidak terpisah |
| Cara Pemisahan | Filtrasi | Tidak dapat disaring | Tidak dapat disaring |
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp