Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 11Bab 7

Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Kimia SMA Kelas 11 · Bab 7: Larutan Elektrolit dan Asam-Basa

Larutan adalah campuran homogen yang terbentuk ketika suatu zat terlarut (solut) larut dalam pelarut (solvent). Berdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dibagi menjadi dua kategori utama: larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit. Larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik karena senyawa terlarutnya terurai menjadi ion-ion bebas, sedangkan larutan nonelektrolit tidak dapat menghantarkan listrik karena senyawanya tetap berada dalam bentuk molekul yang tidak bermuatan.

Ionisasi Senyawa dalam Larutan

Ionisasi adalah proses pemisahan molekul senyawa menjadi ion positif (kation) dan ion negatif (anion) ketika senyawa dilarutkan dalam pelarut, biasanya air. Ion-ion inilah yang bertanggung jawab terhadap kemampuan larutan menghantarkan listrik. Pada senyawa ionik, ionisasi terjadi dengan pemisahan ion yang sudah ada dalam struktur kristalnya, seperti garam NaCl yang terurai menjadi $Na^+$ dan $Cl^-$. Pada senyawa kovalen seperti asam lemah atau basa, ionisasi terjadi ketika molekul terpecah dan membentuk ion setelah menerima atau melepaskan proton.

Proses ionisasi dipengaruhi oleh kekuatan pelarut dan suhu. Air sebagai pelarut universal mampu memutuskan ikatan antaratom dalam senyawa sehingga memfasilitasi ionisasi. Ion $Na^+$ dan $Cl^-$ yang terpisah kemudian bergerak bebas dalam larutan dan memungkinkan larutan menghantarkan listrik.

NaCl(s) \rightarrow Na^+(aq) + Cl^-(aq)

Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat terbentuk ketika senyawa elektrolit sepenuhnya terionisasi dalam larutan, sehingga hampir seluruh molekul terpecah menjadi ion bebas dan larutan menghantarkan listrik dengan sangat baik. Contohnya garam, asam kuat, dan basa kuat seperti NaCl, HCl, dan NaOH, yang seluruhnya terionisasi sempurna: $NaCl(s) \rightarrow Na^+ + Cl^-$, $HCl(aq) \rightarrow H^+ + Cl^-$, dan $NaOH(aq) \rightarrow Na^+ + OH^-$.

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah hanya terionisasi sebagian; sebagian besar molekul tetap dalam bentuk molekul sehingga daya hantar listriknya lebih rendah. Contohnya asam asetat ($CH_3COOH$) dan amonium hidroksida ($NH_4OH$). Reaksi ionisasi asam asetat bersifat reversibel, ditandai dengan tanda ⇌, yang menunjukkan ionisasi berlangsung dalam keseimbangan sehingga tidak semua molekul terionisasi.

CH_3COOH(aq) \rightleftharpoons H^+(aq) + CH_3COO^-(aq)

Tabel perbandingan elektrolit kuat, lemah, dan nonelektrolit

KriteriaElektrolit KuatElektrolit LemahNon Elektrolit
Tingkat IonisasiHampir sempurna (100%)Sebagian (terionisasi sebagian)Tidak terionisasi
Contoh SenyawaNaCl, HCl, NaOH$CH_3COOH$, $NH_4OH$Glukosa, Urea
Kemampuan Menghantarkan ListrikSangat baikBaik, tapi lebih rendah dibanding elektrolit kuatTidak menghantarkan listrik
Contoh Reaksi Ionisasi$NaCl(s) \rightarrow Na^+(aq) + Cl^-(aq)$$CH_3COOH(aq) \rightleftharpoons H^+(aq) + CH_3COO^-(aq)$Tidak ada ionisasi
Contoh LarutanAir garam, HCl, NaOHLarutan asam asetat, amonium hidroksidaLarutan glukosa, urea
NaCl dalam Dunia Medis
  • NaCl fisiologis, atau larutan saline, adalah larutan natrium klorida dengan konsentrasi 0,9% yang sering digunakan dalam dunia medis. Larutan ini berfungsi menggantikan cairan tubuh yang hilang, misalnya selama dehidrasi atau setelah operasi.
  • NaCl fisiologis juga digunakan untuk membersihkan luka atau sebagai larutan infus untuk menjaga keseimbangan elektrolit dan pH tubuh, karena komposisinya mirip dengan cairan tubuh manusia.
Contoh soal

Soal. Contoh soal larutan elektrolit dan non-elektrolit: Perhatikan data pengamatan berikut. Larutan A: lampu menyala, banyak gelembung gas. Larutan B: lampu menyala, banyak gelembung gas. Larutan C: lampu tidak menyala, tidak ada gelembung gas. Larutan D dan E: lampu tidak menyala, sedikit gelembung gas. Manakah yang termasuk elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit?

Kegiatan

Uji Daya Hantar Listrik Larutan

Tujuan. Membedakan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan nonelektrolit berdasarkan nyala lampu dan gelembung gas pada elektrode.

Bahan.

  • Baterai 9 V, kabel, bola lampu kecil
  • Dua elektrode karbon
  • Lima gelas kimia 100 mL
  • Air garam, HCl encer, cuka, larutan gula, larutan urea
  • Botol air suling dan tisu

Langkah.

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 4–5 siswa dan rangkai alat uji elektrolit sederhana (baterai, lampu, dan dua elektrode karbon).
  2. Siapkan lima gelas kimia berisi larutan uji: air garam, larutan HCl, larutan cuka, larutan gula, dan larutan urea.
  3. Celupkan kedua elektrode ke dalam larutan pertama tanpa saling bersentuhan, lalu amati nyala lampu dan gelembung gas pada elektrode.
  4. Bersihkan elektrode dengan air suling sampai bersih sebelum berpindah ke larutan berikutnya.
  5. Ulangi pengujian untuk seluruh larutan dan catat hasilnya.
  6. Susun tabel pengamatan yang memuat nama larutan, nyala lampu, gelembung gas, dan kesimpulan jenis larutan.

Pertanyaan.

  1. Larutan mana yang tergolong elektrolit kuat, lemah, dan nonelektrolit? Jelaskan alasannya.
  2. Mengapa larutan gula tidak menghantarkan listrik meskipun larut sempurna dalam air?
  3. Hubungkan hasil pengamatan dengan tingkat ionisasi masing-masing zat terlarut.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →