Setelah serangan meluas ke Asia Tenggara, kekuatan kolonial Belanda di Hindia Belanda terguncang. Jepang mendarat pertama di Tarakan (11 Januari 1942), lalu menguasai Pontianak, Banjarmasin, Makassar, Palembang, dan Bali. Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, diterima oleh Letnan Jenderal Hitoshi Imamura.
Sikap Tokoh Pergerakan Nasional terhadap Kedatangan Jepang
Kedatangan Jepang semula disambut optimisme oleh Sukarno, Hatta, dan Ki Hajar Dewantara, meski tokoh seperti Sam Ratulangi dan M.H. Thamrin tetap berhati-hati mengingat elemen fasisme Jepang.
- Berakhirnya dominasi Belanda dianggap sebagai akhir kolonialisme Eropa.
- Jepang mempromosikan solidaritas Asia sebagai pembebas dari penjajahan Barat.
- Jepang menjanjikan kemerdekaan bertahap kepada bangsa Indonesia.
- Jepang membebaskan tokoh pergerakan yang sebelumnya ditahan Belanda, seperti Sukarno dan Hatta.
- Jepang mengizinkan penggunaan simbol kebangsaan Indonesia seperti bendera Merah Putih dan lagu "Indonesia Raya".
Situasi Indonesia di Bawah Pendudukan Jepang
Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah militer: Jawa-Madura di bawah Angkatan Laut (Kaigun) berpusat di Batavia; Sumatra-Semenanjung Melayu di bawah Angkatan Darat (Rikugun) berpusat di Singapura; serta Kalimantan-Sulawesi-Nusa Tenggara-Maluku-Papua di bawah Kaigun.
- Tonarigumi: mengorganisasi masyarakat dalam unit kecil, mirip rukun tetangga saat ini.
- Pembagian Wilayah: Indonesia dibagi menjadi 10 keresidenan (syu) hingga tingkat ku (kelurahan), dengan jabatan utama tetap dikuasai Jepang.
- Romukyokai: mengerahkan tenaga kerja romusha yang sering tidak mendapat makanan atau upah layak.
Untuk mendukung militernya, Jepang membentuk Keibodan, Seinendan, Fujinkai, Heiho, Peta (Pembela Tanah Air, dipimpin tokoh seperti Sukarno), dan Suishintai.
Soal. Bagaimana struktur Tonarigumi dan pembagian keresidenan memengaruhi masyarakat Indonesia, dan apakah relevan hingga kini?
Jawaban. Tonarigumi mempermudah mobilisasi dan pengawasan lewat unit kecil seperti RT/RW, yang hingga kini tetap digunakan sebagai penghubung masyarakat dan pemerintah meski fungsinya bergeser menjadi pelayanan sosial.
Sebelum menduduki Indonesia, Jepang mengumpulkan data intelijen untuk memahami budaya dan psikologi masyarakat. Gerakan 3A dengan slogan "Jepang Pelindung Asia, Jepang Cahaya Asia, Jepang Pemimpin Asia" berhasil memikat hati rakyat lewat harapan kemerdekaan, meski menyimpan niat lain.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp