Di tengah tekanan berat, rakyat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan lewat tiga jalur: kooperatif, gerakan bawah tanah, dan perlawanan bersenjata.
Perjuangan dengan Cara Kooperatif
Tokoh seperti Sukarno, Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur memanfaatkan Putera, Gerakan Tiga A, dan Chuo Sangi In untuk membangkitkan kesadaran nasionalisme di balik dukungan formal kepada Jepang.
Perjuangan Melalui Gerakan Bawah Tanah
- Kelompok Soekarni: mendirikan Asrama Angkatan Baru Indonesia sebagai penyamaran untuk menyebarkan cita-cita kemerdekaan.
- Kelompok Achmad Soebardjo: mengorganisasi pendidikan nasionalisme lewat Asrama Indonesia Merdeka di Kantor Penghubung Angkatan Laut Jepang.
- Kelompok Sutan Syahrir: membangun jaringan kader muda yang menolak kerja sama dengan Jepang.
- Kelompok Pemuda: berbasis di Jakarta, membangun kesadaran kemerdekaan di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Perlawanan Bersenjata
- Perlawanan Rakyat Desa Sukamanah, Tasikmalaya: dipimpin K.H. Zaenal Mustafa menolak seikerei (25 Februari 1944); ia dihukum mati.
- Perlawanan Rakyat Indramayu (April 1944): menolak kewajiban menyerahkan padi dan kerja paksa, berhasil dipadamkan Jepang.
- Perlawanan Rakyat Aceh di Cot Plieng: dipimpin Tengku Abdul Jalil (10 November 1942); ia ditangkap dan ditembak.
- Perlawanan Peta di Blitar: dipimpin Supriyadi (14 Februari 1945), simbol perjuangan Peta melawan penindasan meski akhirnya gagal.
Soal. Bagaimana kelompok bawah tanah seperti Soekarni, Achmad Soebardjo, dan Sutan Syahrir menentang penjajahan Jepang, dan apa kelebihannya dibanding strategi kooperatif?
Jawaban. Ketiganya bekerja rahasia menggalang kekuatan dan kesadaran nasional. Kelebihannya adalah kerahasiaan yang lebih aman, fokus ideologi tanpa dipengaruhi kepentingan Jepang, dan kesiapan strategi kemerdekaan begitu Jepang melemah.
Kegiatan Kelompok 2: Analisis Visual "Pendudukan Jepang & Respons Bangsa"
Tujuan. Menganalisis sifat pendudukan Jepang dan respons bangsa Indonesia.
- Bentuk kelompok 3–4 siswa, buat papan visual membagi karakteristik pendudukan Jepang (militeristik, propaganda, romusha) dan respons rakyat (perlawanan PETA/gerilya, kolaborasi tokoh nasionalis).
- Tambahkan komik strip pendek (4–6 panel) yang menggambarkan salah satu bentuk respons.
Kelompok pemuda pimpinan Soekarni memanfaatkan Asrama Angkatan Baru Indonesia — yang didirikan Jepang untuk mendidik pemuda mendukung mereka — sebagai kedok untuk menggelar rapat rahasia dan menyusun strategi kemerdekaan.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp