Fitri Learning

BelajarSosiologi SMA Kelas 11Bab 2

Permasalahan Sosial

Sosiologi SMA Kelas 11 · Bab 2: Munculnya Persoalan Sosial akibat Pengelompokan Sosial

Pengertian Masalah Sosial

Masalah sosial adalah kondisi masyarakat yang dianggap tidak sesuai dengan nilai, norma, atau harapan sosial sehingga menimbulkan ketidakpuasan dan memerlukan solusi, seperti kemiskinan, pengangguran, atau diskriminasi. Soerjono Soekanto (2015) mendefinisikannya sebagai ketidaksesuaian unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Masalah sosial dipahami melalui dua elemen: elemen objektif berupa fakta nyata yang terukur seperti data kemiskinan, dan elemen subjektif berupa persepsi masyarakat bahwa kondisi tersebut harus diatasi — sebuah kondisi baru disebut masalah sosial jika kedua elemen ini hadir bersama.

Teori–teori Sosiologi Tentang Masalah Sosial

Tiga perspektif utama menjelaskan masalah sosial. Teori fungsionalisme memandangnya sebagai tanda ketidakseimbangan fungsi masyarakat, terbagi menjadi patologi sosial (masalah dianggap "penyakit" akibat penyimpangan norma, seperti kriminalitas) dan disorganisasi sosial (lemahnya hubungan antarelemen masyarakat akibat perubahan cepat seperti urbanisasi). Teori konflik memandang masalah sosial sebagai akibat ketimpangan kekuasaan dan sumber daya, mencakup konflik antarkelas ala Karl Marx dan konflik gender akibat sistem patriarki. Teori interaksionisme simbolik menyoroti peran makna dan label sosial, melalui teori pelabelan (stigma negatif yang memicu self-fulfilling prophecy) dan konstruksionisme sosial (masalah sosial sebagai hasil kesepakatan dan narasi yang dibingkai masyarakat, media, atau elite politik).

Teori SosiologiPandangan terhadap Masalah SosialContoh Masalah Sosial
Teori FungsionalismeMasalah sosial terjadi karena ketidakseimbangan fungsi dalam masyarakat, seperti pengangguran yang memengaruhi stabilitas sosial.Pengangguran, kurangnya akses pendidikan, dan kemiskinan.
Teori KonflikMasalah sosial muncul dari ketimpangan kekuasaan dan distribusi sumber daya yang tidak adil, seperti eksploitasi kelas pekerja.Diskriminasi, konflik kelas, dan kesenjangan ekonomi.
Teori Interaksionisme SimbolikMasalah sosial dipahami melalui interaksi simbolik dan makna yang diberikan oleh individu, seperti stigma terhadap kelompok tertentu.Stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS, stereotip gender, atau prasangka etnis.

Faktor–faktor Penyebab Permasalahan Sosial

Permasalahan sosial muncul dari faktor yang saling berkaitan: faktor ekonomi seperti ketimpangan distribusi kekayaan, kemiskinan, dan pengangguran yang memicu kriminalitas; faktor budaya seperti ketegangan antarbudaya, intoleransi, dan perubahan nilai akibat modernisasi; faktor politik seperti korupsi, ketimpangan kekuasaan, dan ketidakstabilan politik yang menurunkan kepercayaan publik; serta faktor teknologi seperti kesenjangan digital, cyberbullying, dan ketergantungan teknologi yang mengganggu interaksi sosial alami. Dampaknya meliputi meningkatnya kesenjangan sosial, ketidakstabilan sosial, penurunan kesejahteraan kolektif, dan tekanan psikologis pada individu atau kelompok yang terdampak.

Munculnya Persoalan Sosial akibat Pengelompokan Sosial

Pengelompokan sosial berdasarkan kelas ekonomi, etnis, agama, atau gender kerap menjadi akar permasalahan sosial ketika kelompok tidak diperlakukan setara. Pengelompokan menciptakan stratifikasi yang menimbulkan ketimpangan ekonomi, diskriminasi gender, serta diskriminasi etnis dan agama. Konflik yang muncul dapat berupa konflik horizontal (antarkelompok berstatus setara seperti antaretnis), konflik vertikal (antarkelompok berbeda status seperti buruh dan pemilik modal), dan konflik identitas (perjuangan mempertahankan identitas budaya). Dampaknya berupa marginalisasi, stigmatisasi, dan ketegangan sosial, yang dapat diatasi melalui pendidikan inklusif, kebijakan berkeadilan, dan dialog antarkelompok.

Tanya jawab

Di sebuah kota besar, terdapat peningkatan jumlah tunawisma yang signifikan dalam lima tahun terakhir. Sekitar 60% adalah korban PHK akibat pandemi, sementara 30% lainnya migran dari desa tanpa keterampilan kerja. Program pelatihan kerja dan subsidi perumahan pemerintah belum menunjukkan hasil signifikan. Identifikasi faktor penyebabnya, bentuk marginalisasi yang dialami, dan solusi berbasis pendekatan sosiologis.
Faktor penyebab meliputi PHK akibat pandemi, migrasi dari desa tanpa keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja kota, dan program pelatihan yang kurang relevan. Marginalisasi terlihat dari minimnya akses tunawisma terhadap perumahan layak, kesehatan, dan pendidikan, diperburuk oleh stigma masyarakat yang menyulitkan mereka mendapat pekerjaan. Solusi sosiologisnya adalah menyediakan pelatihan kerja yang sesuai kebutuhan pasar serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial.

Kegiatan

Kegiatan Kelompok 1

Tujuan. Tujuan: Menggali teori-teori untuk menganalisis masalah sosial

Langkah.

  1. Bentuk kelompok berisi 3–4 orang.
  2. Pelajari kembali teori fungsionalisme, teori konflik, dan teori interaksionisme simbolik dari sumber terpercaya.
  3. Cari informasi tambahan terkait tokoh, pandangan, dan perbedaan ketiga teori tersebut.
  4. Diskusikan dan analisis hasil pencarian, gunakan contoh kasus sederhana jika diperlukan.
  5. Sajikan hasil diskusi dalam bentuk poster atau infografis dan presentasikan ke depan kelas.
  6. Perbaiki hasil sesuai masukan sebelum dikumpulkan ke guru.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →