Evolusi dipengaruhi oleh berbagai fenomena yang terkait dengan interaksi antara organisme dan lingkungannya, mencakup perubahan genetik yang dipicu lingkungan, adaptasi alami, serta seleksi alam dan seleksi buatan.
Pengaruh Lingkungan Terhadap Gen
- Plastisitas fenotip: kemampuan organisme menunjukkan variasi fenotip sebagai respons terhadap lingkungan meskipun genotipnya tetap sama, misalnya tanaman di area minim cahaya memiliki daun lebih besar. Kemampuan ini memungkinkan adaptasi tanpa perubahan genetik.
- Epigenetika: modifikasi yang tidak mengubah urutan DNA tetapi memengaruhi ekspresi gen, misalnya paparan stres yang mengubah ekspresi gen respons stres dan dapat diwariskan ke generasi berikutnya.
- Seleksi lingkungan: proses ketika lingkungan menentukan individu mana yang lebih cocok bertahan hidup dan bereproduksi, misalnya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap yang bertahan lebih baik di lingkungan berjelaga selama Revolusi Industri di Inggris.
Adaptasi dan Seleksi Alam: Sebelum dan Sesudah Revolusi Industri
Sebelum Revolusi Industri, mayoritas populasi kupu-kupu Biston betularia bersayap terang karena warna itu memberi kamuflase pada pepohonan yang ditutupi lumut cerah. Setelah Revolusi Industri, polusi udara menggelapkan pohon-pohon sehingga kupu-kupu bersayap gelap lebih tersamarkan dari predator. Frekuensi alel warna gelap pun meningkat tajam, fenomena yang dikenal sebagai melanisme industri.
Seleksi Alam Berdasarkan Resistensi
Seleksi alam juga terjadi melalui resistensi terhadap zat berbahaya. Pada bakteri, penggunaan antibiotik secara luas membuat individu bermutasi resisten lebih mungkin bertahan dan berkembang biak sehingga frekuensi alel resistensi meningkat. Hal serupa terjadi pada hama serangga yang menjadi resisten terhadap pestisida.
Seleksi Buatan
Seleksi buatan adalah pemilihan sifat tertentu oleh manusia untuk tujuan domestikasi, pertanian, atau pembiakan. Contohnya pembiakan anjing yang menghasilkan ratusan ras dengan ciri khusus, serta budidaya padi untuk menghasilkan varietas yang lebih tahan hama dan produktif.
Selama Revolusi Industri di Inggris, kupu-kupu Biston betularia yang awalnya berwarna terang berubah menjadi lebih gelap. Hal ini terjadi karena pohon-pohon tertutup jelaga, sehingga kupu-kupu gelap lebih tersamarkan dari pemangsa. Ini adalah contoh nyata bagaimana lingkungan bisa mengarahkan evolusi secara langsung.
Soal. Jelaskan bagaimana kupu-kupu Biston betularia menjadi bukti nyata bahwa lingkungan dapat memengaruhi proses evolusi melalui seleksi alam!
Jawaban. Jawaban: Sebelum Revolusi Industri, kupu-kupu berwarna terang mendominasi karena dapat berkamuflase di pepohonan cerah. Setelah polusi menggelapkan pohon, kupu-kupu gelap lebih tersamarkan dan bertahan hidup lebih baik, sehingga frekuensi sifat dalam populasi berubah.
Pembahasan. Fenomena ini dikenal sebagai melanisme industri, ketika tekanan lingkungan seperti polusi mengubah dominasi sifat pada populasi. Seleksi alam memilih individu yang paling cocok dengan kondisi baru sehingga sifat tersebut makin sering muncul pada generasi berikutnya.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp