Standar Laporan Keuangan Perusahaan Jasa
Di Indonesia, laporan keuangan disusun mengacu PSAK yang mengadopsi International Financial Reporting Standards (IFRS) — umumnya untuk perusahaan besar yang telah go public di Bursa Efek Indonesia — atau Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) untuk usaha kecil-menengah. IFRS mensyaratkan enam jenis laporan (termasuk laporan posisi keuangan awal periode komparatif), sedangkan SAK ETAP mensyaratkan lima: laporan posisi keuangan (neraca), laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan.
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi mencatat pendapatan lalu beban untuk memperoleh laba/rugi bersih, dan dapat disusun dalam tiga bentuk: single step (semua pendapatan dan semua beban masing-masing dikelompokkan dalam satu total, tanpa pemisahan operasional/non-operasional), multiple step (memisahkan pendapatan usaha dari pendapatan di luar usaha serta biaya penjualan dari biaya administrasi-umum, menghasilkan laba usaha sebelum laba bersih), dan skontro (pendapatan di sisi kanan, beban di sisi kiri, menyerupai akun T).
Contoh Laporan Laba Rugi Bentuk Single Step — Perusahaan Jasa Ekspedisi Kilat Sehari
| Pos | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Pendapatan jasa | 670.150.000 |
| Laba penjualan mobil | 150.000.000 |
| Total Pendapatan | 820.150.000 |
| Total Beban Usaha | (148.200.000) |
| Laba Bersih | 671.950.000 |
dalam Ribuan Rupiah
Laporan Perubahan Ekuitas dan Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan perubahan ekuitas menunjukkan bahwa modal pemilik bertambah jika laba bersih lebih besar dari pengambilan prive, dan berkurang jika sebaliknya — disusun dari data modal awal, laba/rugi periode, dan prive. Laporan posisi keuangan (neraca) menyajikan aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu, umumnya dalam bentuk skontro (aset di kiri, kewajiban-ekuitas di kanan).
Laporan Arus Kas
Laporan arus kas mencatat kas masuk dan keluar dari tiga kegiatan: operasional (menghasilkan pendapatan), investasi (perolehan/penjualan aset jangka panjang), dan pendanaan (modal atau pinjaman). Laporan ini penting karena laba bersih tidak selalu berarti kas yang cukup untuk operasional. Terdapat dua metode: metode langsung (mencatat langsung penerimaan dan pengeluaran kas per kategori kegiatan) dan metode tidak langsung/rekonsiliasi (dimulai dari laba bersih, direkonsiliasi dengan pos-pos seperti penyusutan, perubahan piutang, dan perubahan utang usaha untuk memperoleh arus kas operasional) — keduanya menghasilkan angka arus kas bersih yang sama, hanya berbeda cara penyajian arus kas operasionalnya.
Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan ini melengkapi laporan keuangan dengan penjelasan kebijakan akuntansi yang digunakan, informasi yang disyaratkan standar akuntansi namun tidak tercantum dalam laporan utama, serta penjelasan tambahan lain yang diperlukan agar penyajian laporan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.
Laporan Keuangan pada Perusahaan Dagang
Laporan laba rugi perusahaan dagang mencakup penjualan, harga pokok penjualan (HPP), beban usaha, dan pendapatan/biaya lain, dengan beban usaha dipisah menjadi biaya penjualan (gaji, iklan, perlengkapan toko) dan biaya administrasi-umum (sewa, gaji bagian umum). Strukturnya: Penjualan Bersih − HPP = Laba Kotor; Laba Kotor − Biaya Penjualan − Biaya Administrasi = Laba Usaha; Laba Usaha ± Pendapatan/Biaya di Luar Usaha = Laba/Rugi Bersih. Pada laporan arus kas perusahaan dagang, HPP perlu dikonversi menjadi pembayaran kas atas barang dagang dengan memperhitungkan kenaikan/penurunan persediaan dan utang usaha.
Soal. Apa ciri utama laporan arus kas perusahaan dagang dengan metode langsung, dan jelaskan dua acuan standar dalam menyusun laporan keuangan!
Jawaban. Ciri utama metode langsung adalah mencatat langsung penerimaan dan pengeluaran kas per kegiatan (operasional, investasi, pendanaan), termasuk rekonsiliasi HPP menjadi pembayaran kas atas barang dagang. Dua acuan standar laporan keuangan di Indonesia adalah PSAK (mengadopsi IFRS, untuk perusahaan besar/go public) dan SAK ETAP (untuk usaha kecil-menengah tanpa akuntabilitas publik).
Kegiatan Kelompok 2: Menganalisis Laporan Keuangan Sederhana
Tujuan. Memahami komponen dan keterkaitan antar-laporan keuangan sederhana.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp