Sebelumnya kita sudah mengetahui bahwa Hans Christian Oersted menemukan bahwa arus listrik dapat menimbulkan medan magnet. Pertanyaannya, apakah sebaliknya medan magnet juga bisa menghasilkan arus listrik? Pertanyaan ini kemudian diteliti oleh Michael Faraday (1771–1871), seorang fisikawan asal Inggris. Faraday menggunakan kumparan, magnet batang, dan galvanometer untuk menguji apakah perubahan medan magnet dapat menimbulkan arus listrik. Namun sebelum membahas lebih jauh, kita perlu memahami konsep fluks magnetik. Apa itu fluks magnetik? Mengapa pembahasan mengenai fluks magnetik penting sebagai dasar mempelajari induksi elektromagnetik?
Michael Faraday menggambarkan medan magnet sebagai garis-garis gaya magnet. Jumlah garis gaya magnet yang menembus suatu bidang permukaan dengan luas tertentu dinamakan fluks magnetik (Φ). Pada medan magnet homogen, besar fluks magnetik didefinisikan sebagai hasil kali antara induksi magnetik dengan luas bidang yang tegak lurus terhadap arah medan magnet tersebut.
Secara matematis, fluks magnetik dirumuskan sebagai berikut:
Jika sudut antara arah medan magnet B dengan bidang permukaan dA konstan, persamaan dapat ditulis menjadi:
Untuk kondisi tertentu, fluks magnetik dapat dituliskan dalam bentuk sederhana:
B = induksi magnetik (Tesla, T)
A = luas bidang (m²)
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp