Pada kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah "atom," namun, apakah kita tahu bagaimana benda-benda yang ada di sekitar kita dapat terbentuk? Semua materi yang ada di alam semesta ini tersusun atas atom-atom yang membentuknya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Democritus pada abad ke-4 SM, yang menyatakan bahwa setiap benda tersusun atas partikel-partikel kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Pandangan ini berlanjut dan disempurnakan oleh ilmuwan lainnya.
Pada tahun 1803, John Dalton mengemukakan teori atom yang lebih terstruktur. Dalton menjelaskan bahwa materi tersusun atas partikel-partikel kecil yang disebut atom, yang bersifat tidak dapat dibagi lebih kecil lagi. Namun, seiring berjalannya waktu, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa atom itu sendiri terdiri dari sub-partikel yang lebih kecil, yaitu elektron, proton, dan neutron.
Elektron
Penemuan elektron pertama kali dilakukan oleh J.J. Thomson pada tahun 1898 melalui eksperimen dengan tabung sinar katoda. Sinar katoda merupakan radiasi yang terbentuk akibat pergerakan partikel-partikel bermuatan negatif dalam tabung kaca yang bertekanan rendah. Dalam percobaannya, sinar ini menghasilkan cahaya berwarna hijau saat terkena layar fluoresen. Hal ini membuktikan bahwa partikel yang membentuk sinar katoda adalah elektron, yang merupakan partikel bermuatan negatif.
Gambar ini menunjukkan eksperimen yang dilakukan oleh Thomson, di mana sinar katoda yang terbentuk bergerak dari katoda (muatan negatif) menuju anode (muatan positif) dan menghasilkan cahaya berwarna hijau. Eksperimen ini memberikan bukti bahwa atom tidak hanya terdiri dari satu jenis partikel, tetapi terdiri dari partikel-partikel kecil yang lebih sederhana. Elektron ini memiliki muatan negatif dan ditemukan mengelilingi inti atom.
Proton
Sebelum ditemukannya elektron, seorang ilmuwan bernama Eugene Goldstein melakukan eksperimen menggunakan tabung sinar katoda yang dilengkapi dengan gas bertekanan rendah. Dalam eksperimennya, Goldstein menemukan adanya sinar yang bergerak ke arah berlawanan dengan sinar katoda, yang disebut sinar kanal. Sinar ini ternyata terdiri dari partikel bermuatan positif, yang kemudian dikenal sebagai proton. Proton ditemukan berada di inti atom dan memiliki muatan positif.
Gambar ini menunjukkan tabung percobaan yang digunakan oleh Goldstein untuk menemukan proton. Sinar yang bergerak ke arah berlawanan dengan sinar katoda disebut sinar kanal, yang terdiri dari partikel bermuatan positif (proton).
Penemuan ini menunjukkan bahwa atom tidak hanya terdiri dari partikel bermuatan negatif (elektron), tetapi juga partikel bermuatan positif (proton) yang membentuk inti atom.
Gambar ini menunjukkan percobaan Rutherford yang digunakan untuk menemukan proton. Percobaan ini melibatkan tembakan sinar alfa pada pelat emas, yang menghasilkan pantulan yang memberikan wawasan mengenai struktur inti atom.
Neutron
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp