Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 12Bab 2

Baterai: Penyimpan Listrik dan Kunci Kehidupan Modern

Kimia SMA Kelas 12 · Bab 2: Redoks dalam Aksi: Menjelajahi Dunia Sel Elektrokimia

Baterai adalah perangkat elektrokimia yang menyimpan energi kimia dan mengubahnya menjadi energi listrik saat dibutuhkan. Prinsip kerjanya didasarkan pada reaksi redoks: arus listrik dihasilkan oleh pergerakan elektron dari anode ke katode melalui rangkaian luar, sementara elektrolit menghantarkan ion untuk menjaga keseimbangan muatan.

Sel Kering (Sel Leclanché)

Sel kering adalah baterai primer yang tidak dapat diisi ulang dan banyak digunakan pada senter, jam dinding, dan remote TV. Komponennya: anode seng (Zn) yang sekaligus menjadi wadah sel, katode mangan dioksida \(\mathrm{(MnO}_{2}\mathrm{)}\) dengan karbon sebagai konduktor, elektrolit pasta amonium klorida \(\mathrm{(NH}_{4}\mathrm{Cl)}\) yang dicampur \(\mathrm{ZnCl}_{2}\), serta separator pemisah anode dan katode.

Sel Kering – mazpur.com/Sel-Baterai
Sel Kering – mazpur.com/Sel-Baterai

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Kering

Oksidasi di anode: \(\mathrm{Zn}(s) \rightarrow \mathrm{Zn}^{2+}(aq) + 2e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{2MnO}_{2}(s) + \mathrm{2NH}_{4}^{+}(aq) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{Mn}_{2}\mathrm{O}_{3}(s) + \mathrm{2NH}_{3}(aq) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l)\).

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Kering

  • Keunggulan: kompak dan tidak memerlukan cairan, biaya produksi rendah, serta aman dari kebocoran karena elektrolitnya berbentuk pasta.
  • Keterbatasan: bersifat primer sehingga tidak dapat diisi ulang, kapasitas arus terbatas, dan tegangannya menurun bertahap selama penggunaan.

Sel Alkalin

Sel alkalin menggunakan elektrolit basa seperti kalium hidroksida (KOH) yang memberi konduktivitas lebih baik daripada elektrolit asam pada sel kering. Anodenya berupa serbuk seng yang memperluas permukaan reaksi, katodenya mangan dioksida, dan separatornya memisahkan kedua elektroda.

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Alkalin

Oksidasi di anode: \(\mathrm{Zn}(s) + \mathrm{2OH}^{-} \rightarrow \mathrm{Zn(OH)}_{2}(s) + 2e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{2MnO}_{2}(s) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{Mn}_{2}\mathrm{O}_{3}(s) + \mathrm{2OH}^{-}(aq)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{Zn}(s) + \mathrm{2MnO}_{2}(s) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{Zn(OH)}_{2}(s) + \mathrm{Mn}_{2}\mathrm{O}_{3}(s)\).

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Alkalin

  • Keunggulan: kapasitas energi besar dan umur pakai panjang, tegangan stabil, serta elektrolit alkali yang kurang korosif terhadap elektroda.
  • Keterbatasan: tidak dapat diisi ulang, harga lebih tinggi, dan elektrolit alkali dapat merusak perangkat jika bocor.

Sel Perak Oksida

Sel perak oksida adalah baterai primer untuk perangkat berdaya kecil tetapi stabil dalam waktu lama, seperti jam tangan, kalkulator, dan alat bantu dengar. Anodenya seng, katodenya perak oksida \(\mathrm{(Ag}_{2}\mathrm{O)}\), dan elektrolitnya KOH atau NaOH.

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Perak Oksida

Oksidasi di anode: \(\mathrm{Zn}(s) + \mathrm{2OH}^{-} \rightarrow \mathrm{Zn(OH)}_{2}(s) + 2e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{Ag}_{2}\mathrm{O}(s) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{2Ag}(s) + \mathrm{2OH}^{-}(aq)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{Zn}(s) + \mathrm{Ag}_{2}\mathrm{O}(s) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{Zn(OH)}_{2}(s) + \mathrm{2Ag}(s)\).

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Perak Oksida

  • Keunggulan: tegangan stabil sekitar 1,55 V, densitas energi tinggi, dan ukurannya kecil sehingga ideal untuk perangkat presisi.
  • Keterbatasan: biaya tinggi karena menggunakan perak, tidak dapat diisi ulang, dan sensitif terhadap kebocoran.

Sel Aki (Baterai Timbal-Asam)

Sel aki adalah baterai sekunder yang dapat diisi ulang, ditemukan oleh Gaston Planté pada tahun 1859. Anodenya timbal (Pb), katodenya timbal dioksida \(\mathrm{(PbO}_{2}\mathrm{)}\), dan elektrolitnya larutan asam sulfat \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{SO}_{4}\mathrm{)}\) yang konsentrasinya berubah selama pengisian dan pelepasan muatan.

Sel Aki – mediabelajaronline.blogspot.com
Sel Aki – mediabelajaronline.blogspot.com

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Aki

Oksidasi di anode: \(\mathrm{Pb}(s) + \mathrm{SO}_{4}^{2-}(aq) \rightarrow \mathrm{PbSO}_{4}(s) + 2e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{PbO}_{2}(s) + \mathrm{4H}^{+}(aq) + \mathrm{SO}_{4}^{2-}(aq) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{PbSO}_{4}(s) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{Pb}(s) + \mathrm{PbO}_{2}(s) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{SO}_{4}(aq) \rightarrow \mathrm{2PbSO}_{4}(s) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l)\).

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Aki

  • Keunggulan: dapat diisi ulang berkali-kali, mampu menyediakan arus besar untuk starter mesin, biaya relatif rendah, dan tahan lama bila dirawat.
  • Keterbatasan: berat dan bervolume besar, memerlukan perawatan berkala, kapasitas menurun bila sering dikosongkan penuh, serta timbal dan asam sulfatnya bersifat toksik.

Sel Nikel-Kadmium (Ni-Cd)

Sel Ni-Cd adalah baterai sekunder yang dikenal tahan lama dan mampu menyediakan daya konstan bahkan pada kondisi ekstrem. Anodenya kadmium (Cd) dan katodenya nikel oksida hidroksida [NiO(OH)].

Sel Nikel-Kadmium – kejarcita.id
Sel Nikel-Kadmium – kejarcita.id

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Nikel-Kadmium

Oksidasi di anode: \(\mathrm{Cd}(s) + \mathrm{2OH}^{-}(aq) \rightarrow \mathrm{Cd(OH)}_{2}(s) + 2e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{NiO(OH)}(s) + \mathrm{H}_{2}\mathrm{O}(l) + e^{-} \rightarrow \mathrm{Ni(OH)}_{2}(s) + \mathrm{OH}^{-}(aq)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{Cd}(s) + \mathrm{2NiO(OH)}(s) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{Cd(OH)}_{2}(s) + \mathrm{2Ni(OH)}_{2}(s)\).

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Nikel-Kadmium

  • Keunggulan: tegangan stabil, umur siklus pengisian panjang, kinerja baik pada suhu ekstrem, dan dapat diisi ulang dengan cepat.
  • Keterbatasan: memiliki efek memori, bobot berat, kadmium bersifat toksik, dan biaya produksinya lebih mahal dibandingkan Ni-MH.

Sel Bahan Bakar

Sel bahan bakar mengubah energi kimia dari bahan bakar (biasanya hidrogen) dan oksigen langsung menjadi energi listrik. Berbeda dengan baterai, sel ini tidak menyimpan energi melainkan menghasilkan listrik selama bahan bakar dan oksigen terus dipasok. Anodenya mengandung katalis platina untuk mempercepat oksidasi hidrogen, katodenya tempat oksigen direduksi, dan elektrolitnya melewatkan ion tetapi menahan elektron.

Reaksi yang Terjadi dalam Sel Bahan Bakar

Oksidasi di anode: \(\mathrm{2H}_{2}(g) \rightarrow \mathrm{4H}^{+}(aq) + 4e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{O}_{2}(g) + \mathrm{4H}^{+}(aq) + 4e^{-} \rightarrow \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{2H}_{2}(g) + \mathrm{O}_{2}(g) \rightarrow \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l)\), menghasilkan energi listrik, panas, dan air.

Keunggulan dan Keterbatasan Sel Bahan Bakar

  • Keunggulan: efisiensi lebih tinggi dari mesin pembakaran konvensional, emisinya hanya air, beroperasi tanpa suara, dan hidrogennya dapat dihasilkan dari sumber terbarukan.
  • Keterbatasan: biaya tinggi karena katalis platina, hidrogen sulit disimpan dan didistribusikan, serta sebagian besar hidrogen saat ini masih dihasilkan dari bahan bakar fosil.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →