Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 12Bab 2

Sel Elektrolisis: Mengubah Kimia Menjadi Kekuatan Teknologi

Kimia SMA Kelas 12 · Bab 2: Redoks dalam Aksi: Menjelajahi Dunia Sel Elektrokimia

Sel elektrolisis adalah perangkat elektrokimia yang memacu reaksi kimia non-spontan menggunakan energi listrik. Berbeda dengan sel volta yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik, sel elektrolisis bekerja sebaliknya. Arus listrik eksternal memaksa ion-ion dalam elektrolit bergerak ke elektroda sehingga reaksi redoks berlangsung terkendali.

Konsep Dasar Elektrolisis

Komponen Utama Sel Elektrolisis

  • Anode (elektroda positif): tempat oksidasi, anion bergerak menuju anode dan melepaskan elektron.
  • Katode (elektroda negatif): tempat reduksi, kation bergerak menuju katode dan menerima elektron.
  • Elektrolit: larutan atau lelehan yang menghantarkan arus melalui pergerakan ion, dapat berupa garam, asam, atau basa.
  • Sumber arus listrik eksternal: memberikan energi agar reaksi non-spontan dapat berlangsung.
Ilustrasi Sel Elektrolisis – m-edukasi.kemdikbud.go.id
Ilustrasi Sel Elektrolisis – m-edukasi.kemdikbud.go.id

Reaksi yang Terjadi dalam Elektrolisis

Pada elektrolisis air dengan larutan elektrolit dihasilkan gas hidrogen dan oksigen. Oksidasi di anode: \(\mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{O}_{2}(g) + \mathrm{4H}^{+}(aq) + 4e^{-}\). Reduksi di katode: \(\mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{H}_{2}(g) + \mathrm{2OH}^{-}(aq)\). Reaksi keseluruhan: \(\mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{2H}_{2}(g) + \mathrm{O}_{2}(g)\).

Zat yang Dielektrolisis

Zat murni atau lelehan elektrolit. Dalam kondisi leleh, ion-ion bebas bergerak sehingga dapat menghantarkan listrik. Pada lelehan NaCl: anode \(\mathrm{2Cl}^{-} \rightarrow \mathrm{Cl}_{2}(g) + 2e^{-}\), katode \(\mathrm{Na}^{+} + e^{-} \rightarrow \mathrm{Na}(s)\), keseluruhan \(\mathrm{2NaCl}(l) \rightarrow \mathrm{2Na}(s) + \mathrm{Cl}_{2}(g)\).

Larutan elektrolit. Produk elektrolisis larutan bergantung pada jenis elektrolit dan elektroda. Elektrolisis larutan NaCl menghasilkan \(\mathrm{H}_{2}\), \(\mathrm{Cl}_{2}\), dan NaOH: \(\mathrm{2NaCl}(aq) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{H}_{2}(g) + \mathrm{Cl}_{2}(g) + \mathrm{2NaOH}(aq)\).

Bahan Elektrode

Elektrode inert seperti grafit, platina, dan titanium tidak ikut bereaksi. Pada elektrolisis larutan \(\mathrm{CuSO}_{4}\) dengan elektrode grafit: anode \(\mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{O}_{2}(g) + \mathrm{4H}^{+}(aq) + 4e^{-}\) dan katode \(\mathrm{Cu}^{2+}(aq) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{Cu}(s)\). Elektrode aktif seperti seng dan tembaga ikut bereaksi, misalnya pada pemurnian tembaga ketika anode tembaga larut dan mengendap kembali di katode.

Aspek Kuantitatif Elektrolisis

Hukum I Faraday

“Massa zat (m) yang terbentuk atau larut di elektroda sebanding dengan jumlah muatan listrik (Q) yang dialirkan melalui larutan.”

\(m = \dfrac{Ar}{n} \times \dfrac{I \cdot t}{96500}\)

  • m = massa zat yang dihasilkan atau larut (gram)
  • Ar = massa atom relatif atau massa molar (gram/mol)
  • n = jumlah elektron yang terlibat dalam reaksi redoks
  • I = arus listrik (A)
  • t = waktu (s)
  • 96.500 = konstanta Faraday (C/mol)
CONTOH SOAL HUKUM I FARADAY

Soal. Dalam elektrolisis larutan tembaga(II) sulfat, arus 2 A dialirkan selama 30 menit. Berapa gram tembaga yang diendapkan di katode? (Ar Cu = 63,5; reaksi \(\mathrm{Cu}^{2+} + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{Cu}(s)\))

Jawaban. m = 1,185 gram

Pembahasan. Waktu t = 30 menit = 1800 s. Gunakan \(m = \dfrac{Ar}{n} \times \dfrac{I \cdot t}{96500} = \dfrac{63{,}5}{2} \times \dfrac{2 \times 1800}{96500} = 1{,}185\) gram.

Hukum II Faraday

“Jika sejumlah listrik yang sama dialirkan melalui dua atau lebih elektrolit yang berbeda, maka massa zat yang dihasilkan pada masing-masing elektroda berbanding lurus dengan massa ekuivalennya.”

\(\dfrac{m_{1}}{m_{2}} = \dfrac{Ar_{1}/n_{1}}{Ar_{2}/n_{2}}\)

CONTOH SOAL HUKUM II FARADAY

Soal. Arus listrik yang sama dialirkan melalui larutan \(\mathrm{CuSO}_{4}\) dan \(\mathrm{AgNO}_{3}\). Berapa perbandingan massa tembaga dan perak yang dihasilkan? (Ar Cu = 63,5; Ar Ag = 108)

Jawaban. \(m_{\mathrm{Cu}} : m_{\mathrm{Ag}} = 0{,}294\)

Pembahasan. Massa ekuivalen Cu = \(\dfrac{63{,}5}{2} = 31{,}75\) dan massa ekuivalen Ag = \(\dfrac{108}{1} = 108\). Perbandingannya \(\dfrac{31{,}75}{108} = 0{,}294\), sehingga massa tembaga yang dihasilkan adalah 0,294 kali massa perak.

Penggunaan Sel Elektrolisis dalam Industri

Metalurgi

Elektrolisis digunakan untuk memisahkan logam murni dari bijihnya atau memurnikan logam berpengotor, misalnya pada produksi aluminium, tembaga, dan seng. Pada proses Hall-Héroult, \(\mathrm{Al}_{2}\mathrm{O}_{3}\) dilarutkan dalam kriolit \(\mathrm{(Na}_{3}\mathrm{AlF}_{6}\mathrm{)}\) untuk menurunkan titik lelehnya dari sekitar 2072 °C menjadi 950–980 °C, dengan reaksi keseluruhan \(\mathrm{Al}_{2}\mathrm{O}_{3} + \mathrm{3C} \rightarrow \mathrm{2Al}(l) + \mathrm{3CO}_{2}(g)\). Pada pemurnian tembaga, tembaga kasar di anode teroksidasi menjadi \(\mathrm{Cu}^{2+}\) dan mengendap sebagai tembaga murni di katode hingga kemurnian 99,99%.

Industri Bahan Kimia

Proses klor-alkali adalah metode utama memproduksi gas klorin, gas hidrogen, dan natrium hidroksida: anode \(\mathrm{2Cl}^{-} \rightarrow \mathrm{Cl}_{2}(g) + 2e^{-}\), katode \(\mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) + 2e^{-} \rightarrow \mathrm{H}_{2}(g) + \mathrm{2OH}^{-}(aq)\), keseluruhan \(\mathrm{2NaCl}(aq) + \mathrm{2H}_{2}\mathrm{O}(l) \rightarrow \mathrm{Cl}_{2}(g) + \mathrm{H}_{2}(g) + \mathrm{2NaOH}(aq)\).

Industri Kerajinan

Electroplating melapiskan logam mulia seperti emas atau kromium pada permukaan logam lain untuk tujuan dekoratif maupun fungsional. Pada pelapisan emas, anode emas teroksidasi menjadi \(\mathrm{Au}^{3+}\) yang larut ke elektrolit, lalu ion emas direduksi kembali di katode sehingga menempel pada benda yang dilapisi dan konsentrasi larutan tetap stabil.

Kegiatan

Elektrolisis Larutan NaCl dengan Sumber Listrik DC

Tujuan. Mengamati proses elektrolisis larutan NaCl dan mengidentifikasi gas yang terbentuk pada masing-masing elektroda.

Bahan.

  • Larutan NaCl
  • Dua elektroda (grafit)
  • Sumber listrik DC
  • Kawat penghubung
  • Gelas kimia
  • Kertas lakmus biru

Langkah Kegiatan.

  1. Bentuk kelompok beranggotakan 3–4 orang.
  2. Sambungkan kedua elektroda ke kutub positif dan negatif sumber listrik menggunakan kawat penghubung.
  3. Letakkan kedua elektroda ke dalam larutan NaCl di dalam gelas kimia, beri jarak beberapa sentimeter.
  4. Nyalakan sumber listrik untuk memulai elektrolisis.
  5. Amati kedua elektroda. Setelah beberapa saat akan tampak gelembung gas: di katode muncul gas hidrogen \(\mathrm{(H}_{2}\mathrm{)}\) hasil reduksi ion \(\mathrm{H}^{+}\) dari air, dan di anode muncul gas klorin \(\mathrm{(Cl}_{2}\mathrm{)}\) hasil oksidasi ion \(\mathrm{Cl}^{-}\).
  6. Dekatkan kertas lakmus biru ke anode; warnanya akan memerah akibat gas klorin yang bersifat asam.
  7. Setelah selesai, diskusikan hasil pengamatan bersama kelompokmu.

Pertanyaan.

  1. Bagaimana hubungan antara terbentuknya gas pada masing-masing elektroda dengan konsep ionisasi larutan NaCl dan prinsip dasar elektrolisis?
  2. Mengapa jumlah partikel terlarut sangat berperan dalam menentukan keberhasilan dan efisiensi proses elektrolisis, dan bagaimana hal ini relevan dengan konsep sifat koligatif larutan?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →