Fitri Learning

BelajarKimia SMA Kelas 12Bab 6

Asam Amino dan Protein: Bangunan Utama Kehidupan

Kimia SMA Kelas 12 · Bab 6: Biomolekul sebagai Pilar Kehidupan dalam Tubuh

Asam Amino

Asam amino adalah blok bangunan dasar protein. Setiap asam amino terdiri dari gugus amino \(\mathrm{(-NH}_{2}\mathrm{)}\), gugus karboksil (-COOH), dan rantai samping (R) yang berbeda-beda dan menentukan sifat kimianya. Tubuh manusia menggunakan 20 jenis asam amino untuk membentuk protein.

Tabel Nama Umum dan IUPAC Beberapa Asam Amino

Nama UmumLambangStruktur KimiaNama IUPAC
AlaninAla\(\mathrm{NH}_{2}\mathrm{-CH(CH}_{3}\mathrm{)-COOH}\)2-Aminopropanoat
GlisinGly\(\mathrm{NH}_{2}\mathrm{-CH}_{2}\mathrm{-COOH}\)Aminoetanoat
LisinLys\(\mathrm{NH}_{2}\mathrm{-(CH}_{2}\mathrm{)}_{4}\mathrm{-CH(NH}_{2}\mathrm{)-COOH}\)2,6-Diaminoheksanoat
LeusinLeu\(\mathrm{(CH}_{3}\mathrm{)}_{2}\mathrm{CH-CH}_{2}\mathrm{-CH(NH}_{2}\mathrm{)-COOH}\)2-Amino-4-metilpentanoat
FenilalaninPhe\(\mathrm{C}_{6}\mathrm{H}_{5}\mathrm{-CH}_{2}\mathrm{-CH(NH}_{2}\mathrm{)-COOH}\)2-Amino-3-fenilpropanoat
SerinSer\(\mathrm{HO-CH}_{2}\mathrm{-CH(NH}_{2}\mathrm{)-COOH}\)2-Amino-3-hidroksipropanoat
TreoninThr\(\mathrm{HO-CH(CH}_{3}\mathrm{)-CH(NH}_{2}\mathrm{)-COOH}\)2-Amino-3-hidroksibutanoat

Penggolongan Asam Amino

Tabel Perbedaan Asam Amino Esensial dan Non-Esensial

JenisPengertianJumlahSumber
EsensialTidak dapat disintesis tubuh dan harus diperoleh dari makanan.9 jenisSumber hewani (daging, telur, susu) dan nabati (kedelai, kacang-kacangan)
Non-esensialDapat disintesis tubuh dari prekursor atau asam amino lain.11 jenisDiproduksi tubuh sendiri, juga terdapat dalam makanan

Sifat-Sifat Asam Amino

Ion Zwitter

Asam amino dapat memiliki muatan positif dan negatif sekaligus dalam satu molekul: gugus amino terionisasi menjadi \(\mathrm{-NH}_{3}^{+}\) dan gugus karboksil menjadi \(\mathrm{-COO}^{-}\). Pada pH netral asam amino berada dalam bentuk zwitterion dengan muatan total nol.

Amfoter

Asam amino dapat berfungsi sebagai asam maupun basa tergantung pH lingkungan. Pada pH rendah gugus karboksil terprotonasi, sedangkan pada pH tinggi gugus karboksil melepas \(\mathrm{H}^{+}\) menjadi \(\mathrm{-COO}^{-}\).

Polimerisasi Asam Amino Menjadi Peptida

Asam amino bergabung melalui ikatan peptida antara gugus karboksil satu asam amino dan gugus amino asam amino lain sambil melepaskan satu molekul air. Rantai panjang yang terbentuk disebut polipeptida, yang kemudian melipat menjadi protein fungsional.

Struktur Protein

  • Struktur primer: urutan linier asam amino dalam polipeptida yang ditentukan oleh informasi genetik dalam DNA.
  • Struktur sekunder: pola lipatan lokal akibat ikatan hidrogen, berupa heliks alfa (α-helix) atau lembaran beta (β-pleated sheet).
  • Struktur tersier: bentuk tiga dimensi akibat interaksi antargugus samping berupa ikatan hidrogen, ionik, disulfida, atau gaya Van der Waals.
  • Struktur kuaterner: gabungan dua subunit polipeptida atau lebih menjadi satu unit fungsional, contohnya hemoglobin dengan empat subunit.

Sifat-Sifat Protein

Tabel Sifat Fisis, Kimia, dan Biologis Protein

Kelompok SifatDeskripsi
KelarutanBanyak protein larut dalam air terutama yang hidrofilik di permukaannya, tetapi ada juga yang tidak larut seperti kolagen.
DenaturasiStruktur protein berubah akibat suhu, pH, atau zat kimia sehingga fungsi biologisnya hilang.
EnzimatikBanyak protein bertindak sebagai enzim yang mengatalisis reaksi kimia dengan spesifisitas tinggi.
TransportasiProtein mengangkut molekul, misalnya hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah.
StrukturalProtein memberi dukungan struktural pada sel dan jaringan, misalnya kolagen pada jaringan ikat.
ImunitasAntibodi mengenali dan mengikat antigen asing untuk pertahanan tubuh.

Protein Konjugasi

  • Nukleoprotein: protein yang terikat asam nukleat, berperan dalam replikasi DNA dan sintesis RNA, contohnya ribosom.
  • Glikoprotein: protein yang terikat rantai karbohidrat, berperan dalam pengenalan sel dan pertahanan imun, contohnya hormon FSH dan antibodi.
  • Fosfoprotein: protein yang terikat gugus fosfat, berperan dalam pengaturan siklus sel dan transduksi sinyal, contohnya kasein dalam susu.
  • Lipoprotein: protein yang terikat lipid dan mengangkut lemak dalam darah, contohnya LDL dan HDL.
  • Kromoprotein: protein yang terikat pigmen, contohnya hemoglobin dan klorofil.

Fungsi Protein

  • Protein struktural: memberi kekuatan pada jaringan, contohnya kolagen dan keratin.
  • Enzim: mempercepat reaksi kimia dengan menurunkan energi aktivasi, contohnya amilase.
  • Hormon: mengatur fungsi tubuh, contohnya insulin dan hormon pertumbuhan.
  • Protein transport: mengangkut molekul, contohnya hemoglobin dan albumin.
  • Protein motorik: mengubah energi kimia menjadi gerakan, contohnya aktin dan miosin.
  • Protein penyimpanan: menyimpan molekul penting, contohnya feritin untuk ion besi dan kasein dalam susu.

Tabel Beberapa Reaksi Uji Keberadaan Protein

Jenis UjiTujuanPereaksiPerubahan
Uji BiuretMengidentifikasi ikatan peptida dalam protein\(\mathrm{CuSO}_{4}\) dalam NaOHWarna berubah menjadi ungu atau violet
Uji Timbal AsetatMendeteksi protein yang mengandung sulfurLarutan timbal asetatTerbentuk endapan hitam
Uji XantoproteatMendeteksi protein dengan asam amino aromatikAsam nitrat pekatTerbentuk warna kuning hingga oranye
Uji NinhidrinMendeteksi keberadaan asam aminoLarutan ninhidrinWarna berubah menjadi ungu atau biru
Uji MillonMendeteksi senyawa fenolik seperti tirosinMerkuri nitrat dalam asam nitratTerbentuk warna merah

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →