Memasuki pertengahan 1990-an, Orde Baru yang telah berkuasa lebih dari 30 tahun mulai menunjukkan keretakan: kondisi ekonomi goyah dan ketidakpuasan rakyat terhadap KKN semakin besar, memuncak pada krisis ekonomi Mei 1998 dan tuntutan Reformasi.
Masalah Penyebab Berakhirnya Orde Baru
- Krisis Moneter (1997): rupiah anjlok dari Rp 2.500 menjadi Rp 17.000 per dolar AS pada awal 1998; BPPN dibentuk untuk menyelamatkan sektor perbankan namun ekonomi tetap memburuk.
- Utang luar negeri Indonesia mencapai lebih dari $150 miliar pada 1998, sebagian besar jatuh tempo saat krisis melanda.
- Ekonomi dikuasai segelintir pengusaha besar dekat kekuasaan ("keluarga Cendana" dan kroni bisnis Soeharto), menimbulkan ketimpangan tajam.
- Sistem pemerintahan sentralistik di Jakarta memicu ketidakpuasan daerah di luar Jawa, termasuk Aceh dan Papua.
- Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) merajalela di seluruh lapisan pemerintahan; Dwifungsi ABRI menghalangi demokratisasi.
Aksi Massa Menuntut Reformasi
Aksi massa menuntut pengunduran diri Soeharto, reformasi politik yang demokratis, penyelesaian krisis moneter, dan pemberantasan KKN. Pada 12 Mei 1998, empat mahasiswa Universitas Trisakti ditembak mati aparat saat berdemonstrasi (Tragedi Trisakti), menyulut gelombang demonstrasi lebih besar. Setelah rangkaian aksi meluas — termasuk pendudukan gedung DPR/MPR oleh mahasiswa — Presiden Soeharto akhirnya mengumumkan pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998, menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie dan mengakhiri 32 tahun Orde Baru.
| Tahun | Deskripsi Gerakan Mahasiswa |
|---|---|
| 1997–1998 | Krisis moneter Asia menyebar dari Thailand ke Indonesia, memicu krisis kepercayaan terhadap Orde Baru; mahasiswa berdemonstrasi di kampus dan jalan protokol menuntut Soeharto mundur. |
| 5 Maret 1998 | Utusan mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi DPR/MPR menolak pidato pertanggungjawaban Soeharto dan menyerahkan agenda reformasi. |
| 11 Maret 1998 | MPR kembali menunjuk Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya, memicu aksi demonstrasi menentang Orde Baru di banyak kota. |
| 14 Maret 1998 | Presiden Soeharto mengumumkan Kabinet Pembangunan VII. |
| 15 April 1998 | Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus. |
| 18 April 1998 | Menhankam/Pangab Jenderal Wiranto dan 14 menteri berdialog dengan mahasiswa di PRJ; banyak pimpinan mahasiswa menolak dialog ini. |
| 1 Mei 1998 | Pemerintah menyatakan reformasi baru bisa dimulai tahun 2003. |
| 2 Mei 1998 | Pernyataan tersebut diralat Soeharto: reformasi dinyatakan dapat dilakukan tahun 1998. |
| 9 Mei 1998 | Soeharto berangkat ke Kairo untuk KTT G-15, lawatan terakhirnya ke luar negeri sebagai Presiden RI. |
| 12 Mei 1998 | Tentara menembak empat mahasiswa Trisakti (Tragedi Trisakti). |
| 12–13 Mei 1998 | Kerusuhan massal di berbagai kota besar; mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR/MPR. |
| 21 Mei 1998 | Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya dan menyerahkan kekuasaan kepada Wakil Presiden B.J. Habibie. |
Soal. Apa faktor utama yang mempercepat kejatuhan Orde Baru pada 1998?
Jawaban. Krisis ekonomi yang menyebabkan anjloknya nilai tukar rupiah dari Rp 2.500 menjadi Rp 17.000 per dolar AS, memicu lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Krisis ini, ditambah KKN dan Tragedi Trisakti, memicu tuntutan reformasi besar-besaran yang berujung pengunduran diri Soeharto pada 21 Mei 1998.
Kegiatan Kelompok 2: Analisis Kejatuhan Orde Baru
Tujuan. Menganalisis penyebab dan dampak berakhirnya Orde Baru serta transisi menuju Reformasi.
- Diskusikan rangkaian krisis moneter 1997–1998 dan bagaimana Tragedi Trisakti mempercepat tuntutan reformasi.
- Simpulkan pelajaran penting dari keruntuhan rezim yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade ini bagi tata kelola pemerintahan Indonesia ke depan.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp