a. Struktur dan Kebahasaan Pantun
Pantun adalah salah satu bentuk puisi rakyat yang memiliki aturan khusus dalam penyusunannya. Secara umum, pantun disusun dengan memperhatikan jumlah bait, jumlah baris, jumlah kata, jumlah suku kata, serta adanya
sampiran
dan
isi
. Selain itu, pantun memiliki
rima
atau persamaan bunyi di akhir baris, biasanya berpola a-b-a-b.
Pantun digunakan tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga untuk menyampaikan nasihat, ajakan, bahkan perintah dengan bahasa yang indah dan mudah diingat.
Perhatikan contoh struktur pantun berikut:
(1)
“Burung merpati terbang ke taman Hinggap sebentar di dahan jati Rajinlah belajar sejak sekarang Agar masa depanmu berseri-seri”
(2)
“Nelayan berlayar saat fajar Pulang membawa ikan segar Jika kita disiplin belajar Hasil baik pasti akan hadir kelak”
(3)
“Bunga mawar mekar merekah Indah dipandang menawan hati”
(4)
“Hormati orang tua dan guru Agar hidup selalu diberkahi”
(5)
“Mari kita taati aturan sekolah Demi terciptanya suasana tertib”
(6)
“Ayo jaga kebersihan bersama Lingkungan indah membuat nyaman”
Selain pantun empat baris yang paling sering kita temui, ternyata ada juga bentuk pantun lain yang tak kalah menarik. Bentuk-bentuk ini biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan yang lebih panjang atau cerita yang lebih lengkap. Perbedaan jumlah baris membuat isi pantun menjadi lebih bervariasi dan kaya makna. Yuk, kita kenali jenis-jenis pantun ini!
Pantun Enam Baris
“Cahaya mentari pagi menyapa Burung berkicau di pucuk cemara Anak rajin bangun tepat waktu Siapkan diri untuk bersekolah Ilmu dicari sepanjang masa Bekal hidup sampai tua”
Pantun Delapan Baris
“Ombak berlari di tepi pantai Membelai pasir putih nan halus Perahu nelayan kembali berlabuh Membawa hasil dari laut lepas Pemuda bangsa teruslah berkarya Jangan takut akan kegagalan Dengan usaha semua terwujud Nama bangsa harum di dunia”
💡 Tahukah Kamu?
Pada tahun 2020, UNESCO resmi menetapkan pantun sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage of Humanity), pengakuan bersama yang diajukan oleh Indonesia dan Malaysia. Penetapan ini mengukuhkan pantun bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya lisan yang telah menyatukan bangsa-bangsa serumpun selama berabad-abad.
✏️
Kegiatan Singkat 6
Judul:
Menulis Pantun
Tujuan:
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan, atau pesan tertulis dalam bentuk pantun.
1. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jawaban singkat.
a.
- Satu bait dalam pantun terdiri atas berapa baris?
b.
- Bagaimana pola rima dalam pantun?
c.
- Baris ke-1 dan ke-2 dalam pantun disebut apa?
d.
- Baris ke-3 dan ke-4 dalam pantun berisi apa?
e.
- Apakah ada hubungan antara isi baris ke-1 dan ke-2 dengan baris ke-3 dan ke-4?
2. Berikut ini terdapat pantun yang belum lengkap. Pasangkanlah pantun berikut dengan menghubungkan garis pasangan yang sesuai.
3. Buatlah pantun sebanyak empat bait.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp