Teks berita menggunakan beberapa unsur kebahasaan yang membantu menjelaskan informasi secara efektif. Berikut adalah beberapa unsur kebahasaan yang biasanya digunakan dalam teks berita:
a.
Kata Kerja (Verba)
Kata kerja dalam teks berita digunakan untuk menunjukkan kejadian atau aktivitas yang terjadi. Misalnya, kata kerja seperti “melaporkan”, “mengungkapkan”, dan “mengumumkan” digunakan untuk menggambarkan peristiwa yang dilaporkan.
b.
Kata Keterangan Waktu
Dalam teks berita, penggunaan kata keterangan waktu sangat penting untuk menunjukkan kapan peristiwa terjadi. Kata seperti “kemarin”, “pagi ini”, “tadi malam”, dan “beberapa jam yang lalu” sering digunakan.
c.
Kutipan Langsung dan Tidak Langsung
Teks berita sering menyertakan kutipan langsung atau tidak langsung dari narasumber. Kutipan langsung menunjukkan kata-kata yang diucapkan oleh narasumber secara tepat, sementara kutipan tidak langsung merupakan ringkasan dari apa yang diucapkan.
d.
Penggunaan Bahasa Baku, Netral, dan Objektif dalam Penulisan
Bahasa yang digunakan dalam teks berita harus baku, netral, dan objektif. Bahasa baku mengacu pada tata bahasa yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, sementara bahasa netral berarti tidak memihak pada pihak manapun. Teks berita juga harus objektif, hanya menyampaikan fakta tanpa adanya opini pribadi. Selain itu, bahasa dalam berita harus singkat, padat, dan jelas, agar informasi yang disampaikan mudah dipahami oleh pembaca tanpa menimbulkan kebingungan.
e.
Penggunaan Nama, Tempat, dan Angka
Nama-nama orang, tempat, dan angka digunakan untuk memberikan kejelasan dan keakuratan dalam berita. Misalnya, menyebutkan “Banjir Jakarta pada 1 Februari 2023” memberikan informasi yang lebih jelas dan valid.
f.
Makna Denotatif
Teks berita menggunakan kata-kata dengan makna denotatif, yaitu makna sebenarnya atau makna yang sesuai dengan kamus. Penggunaan makna denotatif membantu agar berita tidak menimbulkan salah paham, karena pembaca memahami informasi secara langsung dan objektif.
💡 Tahukah Kamu?
Info Menarik! Begini Cara Pemerintah Sampaikan Kesiapsiagaan Bencana
Baru-baru ini, pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir besar yang dipicu oleh hujan lebat di beberapa daerah, termasuk Jakarta. Dalam pemberitaan yang disampaikan media, terdapat informasi tentang jalur evakuasi, tempat perlindungan, dan perlengkapan yang harus disiapkan. Melalui teks berita yang jelas dan tepat waktu, masyarakat diingatkan untuk mempersiapkan diri. Pemerintah juga menyertakan pesan yang objektif dan berbasis fakta, serta memperingatkan tentang pentingnya menghindari hoaks yang bisa menambah kebingungan saat bencana terjadi. Ini menunjukkan betapa pentingnya informasi yang akurat dan relevan dalam membantu kita bertindak tepat di saat-saat darurat!
3
Meningkatkan Keterampilan Berbicara dan Mempresentasikan Teks Berita
+
Kemampuan untuk berbicara dan mempresentasikan teks berita merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki oleh setiap individu, terutama dalam situasi yang membutuhkan komunikasi yang jelas dan terstruktur. Teks berita memiliki peran vital dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama dalam keadaan darurat atau bencana. Oleh karena itu, keterampilan berbicara dan mempresentasikan berita tidak hanya berguna untuk mengkomunikasikan informasi dengan baik tetapi juga untuk membantu audiens memahami pesan yang ingin disampaikan.
Untuk mempresentasikan teks berita dengan baik, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan:
a.
Persiapkan Materi dengan Rapi
Menyusun materi yang akan dipresentasikan dengan jelas dan terstruktur sangat penting agar audiens dapat mengikuti dengan mudah. Mulailah dengan pengenalan singkat mengenai topik berita, kemudian ikuti dengan informasi utama yang disampaikan secara terperinci dan runtut. Gunakan bahasa yang mudah dimengerti dan pastikan setiap ide yang disampaikan saling terhubung dengan baik.
b.
Gunakan Gaya Berbicara yang Jelas dan Percaya Diri
Saat berbicara, pastikan untuk menggunakan intonasi suara yang jelas, sehingga audiens dapat menangkap setiap informasi yang disampaikan. Kontrol kecepatan bicara agar tidak terlalu cepat atau lambat. Selain itu, penting untuk berbicara dengan percaya diri, karena hal ini dapat meningkatkan kredibilitas penyampaian informasi kepada audiens.
c.
Manfaatkan Alat Bantu Visual
Penggunaan alat bantu seperti gambar, grafik, atau diagram sangat membantu dalam menjelaskan informasi yang terkandung dalam teks berita. Alat bantu visual dapat memperjelas poin-poin yang dibahas dan memudahkan audiens untuk memahami informasi yang disampaikan. Misalnya, dalam menyampaikan berita tentang bencana, gambar alur evakuasi atau peta daerah terdampak dapat memperjelas situasi yang sedang terjadi.
d.
Fokus pada Tujuan dan Audiens
Penting untuk menyesuaikan cara berbicara dan mempresentasikan teks berita sesuai dengan audiens yang ada. Misalnya, jika presentasi ditujukan untuk masyarakat umum, gunakan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Jika audiensnya terdiri dari petugas penyelamat atau relawan, presentasi bisa lebih teknis dan mendalam.
e.
Interaktif dan Mengajak Audiens Terlibat
Presentasi yang baik tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan audiens. Mengajak audiens untuk berpartisipasi melalui pertanyaan atau diskusi dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap berita yang disampaikan. Misalnya, tanyakan kepada audiens bagaimana mereka dapat bereaksi jika bencana tersebut terjadi di wilayah mereka, atau bagaimana mereka dapat mempersiapkan diri.
Melalui kemampuan berbicara dan mempresentasikan teks berita secara efektif, kita dapat memastikan bahwa informasi penting dan relevan disampaikan dengan jelas dan dapat diterima dengan baik oleh audiens, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
👥
Kegiatan Kelompok 1
Judul:
Berlatih Menyampaikan Gagasan dalam Presentasi
Tujuan:
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan, pikiran, pandangan, untuk pengajuan usul, pemecahan masalah, dan pemberian solusi secara lisan.
Petunjuk Kegiatan:
•
- Bentuklah kelompok dengan teman di sebelahmu.
•
- Bacalah teks berikut dengan seksama.
Langkah-langkah Penanggulangan Bencana Alam
Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi. Untuk menghadapi bencana tersebut, penting bagi setiap individu untuk tahu langkah-langkah yang harus dilakukan. Langkah pertama adalah segera mencari tempat aman setelah merasakan guncangan. Jika kamu berada di dalam gedung, pastikan untuk berlindung di bawah meja atau di tempat yang jauh dari jendela. Selanjutnya, apabila terjadi gempa susulan, pastikan kamu tetap berada di tempat yang aman dan tidak panik.
Langkah kedua adalah segera menghubungi pihak berwenang dan memberi tahu keluarga serta tetangga untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan. Setelah gempa berakhir, pastikan untuk memeriksa kondisi sekitar dan menghindari bangunan yang rusak. Dengan mengikuti prosedur ini, kita dapat mengurangi risiko cedera dan meningkatkan peluang untuk bertahan hidup.
Tugas:
1.
- Berdasarkan teks di atas, buatlah presentasi mengenai langkah-langkah penanggulangan bencana yang jelas dan mudah dipahami.
2.
- Gunakan gambar atau diagram yang relevan untuk memperjelas langkah-langkah yang perlu diambil.
3.
- Setelah presentasi selesai, diskusikan dengan kelompokmu untuk memberikan umpan balik dan penilaian mengenai kejelasan presentasi yang telah disampaikan.
Dengan kegiatan ini, diharapkan kalian dapat mengembangkan keterampilan berbicara dan mempresentasikan teks berita atau informasi penting lainnya dengan cara yang efektif dan mudah dipahami oleh audiens.
4
Menyusun Gagasan dan Pesan dalam Teks Berita yang Informatif
+
Teks berita adalah salah satu cara penting untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, terlebih mengenai peristiwa bencana. Di era modern ini, kita seringkali menghadapi berbagai bencana alam yang datang tanpa pemberitahuan, seperti gempa bumi, kebakaran, atau banjir. Untuk itu, menulis teks berita menjadi sangat penting karena informasi yang jelas dan tepat waktu bisa membantu banyak orang untuk bertindak dengan bijaksana.
Salah satu hal yang perlu kita ingat adalah pentingnya menyampaikan informasi berdasarkan fakta yang ada. Dalam konteks kesiapsiagaan bencana, teks berita bisa berisi tentang langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghindari bahaya atau apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Sebagai contoh, teks berita dapat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya evakuasi cepat atau cara-cara menangani keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa bumi.
Penulisan teks berita juga tidak hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang memberikan pesan moral. Misalnya, mengingatkan masyarakat untuk selalu siap siaga menghadapi bencana yang mungkin terjadi, serta menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi situasi darurat. Menulis teks berita dengan cara yang tepat dan jelas akan membantu menyelamatkan nyawa dan mengurangi dampak buruk dari bencana.
✏️
Kegiatan Singkat 4
Judul:
Menulis Berita Berdasarkan Fakta dan Pengalaman
Tujuan:
Peserta didik dapat menulis berita yang didasarkan pada fakta dan pengalaman nyata.
1. Berdasarkan infografis tentang kesiapsiagaan bencana di tengah situasi pandemi berikut, jawab pertanyaan yang menyertainya.
a.
- Sebutkan perlengkapan apa saja yang perlu disiapkan untuk menghadapi bencana di tengah situasi pandemi COVID-19!
b.
- Mengapa kita perlu menjaga jarak fisik dengan orang lain ketika terjadi bencana atau saat pandemi?
c.
- Apa makna dari simbol gambar yang ada dalam lingkaran merah pada poster tersebut?
d.
- Jelaskan hubungan antara gambar dan teks dalam poster tersebut!
e.
- Apakah teks dan gambar pada infografis tersebut cukup jelas untuk memberikan informasi kepada masyarakat? Berikan alasan!
2. Setelah memahami isi dan gambar dalam infografis tersebut, tuliskan cerita singkat dengan tokoh-tokoh keluarga yang menghadapi bencana di tengah pandemi COVID-19.
Tokoh:
Ayah, Ibu, Adit (anak), dan Kakek
Latar:
Desa di lereng Gunung Merapi
Inti Cerita:
“Pada saat pandemi COVID-19, bencana alam seperti gempa bumi mulai mengguncang daerah mereka. Dengan suara sirene dan peringatan dari pihak berwenang, keluarga Ayah dan Ibu memutuskan untuk segera mengungsi. Adit, yang sebelumnya merasa takut, kini memahami pentingnya perlengkapan siaga seperti masker dan hand sanitizer. Kakek yang merasa kurang sehat tetap enggan untuk pergi, tetapi akhirnya mengerti bahwa keselamatan lebih penting.”
💡 Tahukah Kamu?
Kesiapsiagaan Bencana di Daerah Terpencil: Peran Teks Berita yang Vital
Di daerah terpencil seperti Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, teks berita tentang kesiapsiagaan bencana menjadi penyelamat bagi banyak nyawa. Pada bulan April 2023, saat terjadi gempa bumi di wilayah tersebut, masyarakat yang sebelumnya telah mendapatkan informasi melalui pemberitaan tentang langkah-langkah evakuasi dan tempat perlindungan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mampu bertindak cepat. Teks berita yang disampaikan dengan jelas dan berdasarkan fakta membantu mereka untuk menghindari reruntuhan bangunan dan segera menuju titik aman. Melalui informasi yang tepat waktu ini, mereka bisa mengurangi risiko korban jiwa dan mempercepat proses evakuasi. Inilah contoh betapa pentingnya menulis teks berita yang informatif dan berbasis fakta dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di daerah-daerah yang rawan bencana.
✎
+
Saat mendengarkan berita mengenai bencana, hal pertama yang harus dilakukan adalah…
Mengapa kita perlu mengevaluasi informasi yang diterima dari media massa?
Saat membaca teks berita tentang bencana, yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah…
Apa langkah yang tepat setelah menemukan berita tentang bencana?
Untuk mempresentasikan teks berita dengan efektif, kita harus…
Dalam mempresentasikan teks berita, penting untuk…
Ketika menulis teks berita tentang kesiapsiagaan bencana, yang paling penting adalah…
≡
Rangkuman
+
Pengertian Teks Berita
•
Teks berita berfungsi untuk menyampaikan informasi secara akurat mengenai peristiwa atau kejadian.
•
Teks berita harus disusun secara sistematis, jelas, dan berdasarkan fakta yang valid untuk memberikan pemahaman yang benar kepada pembaca.
Tujuan Menulis Teks Berita
•
Menyampaikan informasi berdasarkan fakta, memberikan gambaran yang akurat tentang objek atau fenomena yang terjadi.
•
Membantu pengambilan keputusan dengan memberikan data yang jelas dan dapat dipercaya.
•
Menyampaikan hasil penelitian dan analisis yang objektif terkait dengan bencana.
Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Teks Berita
•
Objektivitas: Menyampaikan fakta tanpa opini pribadi.
•
Keakuratan Data: Menggunakan data yang valid dan tidak bersifat spekulatif.
•
Struktur yang Jelas: Informasi harus disampaikan dengan jelas, tidak ambigu, dan mudah dipahami.
•
Bahasa yang Jelas dan Tepat: Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti oleh masyarakat.
•
Relevansi Informasi: Informasi harus sesuai dengan topik dan tidak mengandung data yang tidak relevan.
Menyampaikan Informasi dari Teks Berita
•
Data yang disampaikan harus sesuai dengan observasi atau hasil penelitian yang objektif.
•
Teks berita harus disusun secara jelas dan tepat, memudahkan pembaca untuk memahami peristiwa atau informasi yang disampaikan.
•
Keakuratan informasi penting untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman dalam masyarakat.
Menggunakan Teks Berita untuk Kesiapsiagaan Bencana
•
Informasi dari teks berita dapat memberikan pemahaman tentang langkah-langkah kesiapsiagaan bencana.
•
Melalui teks berita, masyarakat dapat memahami pentingnya langkah-langkah penyelamatan diri, serta cara untuk mengurangi dampak buruk dari bencana.
☰
Referensi
+
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2021). Panduan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam. BNPB.
Budi, Y., & Sari, T. (2021). Analisis pengaruh media dalam kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana alam di Indonesia. Jurnal Penanggulangan Bencana, 2021, 102–114.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2021). Strategi komunikasi dalam penanggulangan bencana alam: Peringatan dini dan respons cepat. Kementerian Sosial RI.
Lal, A. K. (2019). Disaster risk reduction: A comprehensive approach.
Pratama, F., & Dewi, L. (2021). Peran media dalam penanggulangan bencana: Sebuah tinjauan di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2021, 200–215.
Rahmawati, N. (2021). Mengidentifikasi keakuratan informasi dalam berita bencana di media sosial: Studi kasus di Jakarta. Jurnal Komunikasi dan Sosial, 2021, 129–140.
Sudarmanto, R. (2020). Teknik komunikasi bencana dan peran media massa. Jurnal Komunikasi dan Bencana, 2020, 85–100.
<div class="chapter"
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp