Fitri Learning

BelajarBahasa Indonesia SMP Kelas 7Bab 6

Langkah-langkah dalam Menyusun Teks Tanggapan

Bahasa Indonesia SMP Kelas 7 · Bab 6: Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis melalui Teks Tanggapan

a.

Membaca Buku Secara Menyeluruh

Langkah pertama dalam menyusun teks tanggapan adalah membaca buku dengan seksama dan memahami isinya. Bacalah buku dari awal hingga akhir, pastikan kamu mengerti inti cerita atau informasi yang disampaikan dalam buku tersebut. Jangan terburu-buru, luangkan waktu untuk merenungkan dan menggali makna dari setiap bagian.

b.

Fokus pada Bagian-Bagian Penting Buku

Setelah membaca buku, fokuskan perhatian pada bagian-bagian yang paling penting, seperti tema utama, karakter dalam buku, konflik, atau pesan moral yang ingin disampaikan. Jangan lupa untuk memperhatikan aspek lain, seperti gaya penulisan atau struktur buku yang mungkin memberi pengaruh pada cara kamu memahami cerita.

c.

Menilai dengan Objektif

Setelah memahami isinya, saatnya untuk memberikan penilaian. Tanggapan terhadap buku harus berdasarkan fakta yang ada dalam buku, bukan hanya berdasarkan pendapat pribadi. Evaluasi apakah buku tersebut menyampaikan pesan dengan jelas, apakah karakter-karakter yang ada terasa nyata, dan apakah alur ceritanya mudah diikuti. Jelaskan kelebihan dan kekurangannya secara objektif.

d.

Menulis Tanggapan dengan Menggunakan Bahasa yang Jelas dan Tepat

Ketika menulis tanggapan, pastikan bahasa yang digunakan jelas, singkat, dan tidak ambigu. Hindari penggunaan kata-kata yang bisa membuat pembaca bingung. Gunakan bahasa yang santun, apakah kamu memberikan pujian atau kritik, pastikan tetap mengedepankan etika dan kesopanan dalam menulis.

e.

Memberikan Saran atau Rekomendasi

Sebagai bagian dari tanggapan, berikan saran atau rekomendasi jika perlu. Apakah buku tersebut layak dibaca oleh orang lain? Jika ya, siapa yang sebaiknya membaca buku ini dan mengapa? Jika ada bagian yang menurutmu bisa diperbaiki, berikan saran yang membangun agar buku tersebut dapat lebih baik lagi.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu tidak hanya akan bisa menulis teks tanggapan yang informatif, tetapi juga mampu menyampaikan pendapat dengan cara yang terstruktur dan profesional. Hal ini penting agar tulisanmu mudah dipahami dan memberikan nilai tambah bagi orang lain yang membaca tanggapanmu. Menyusun tanggapan terhadap sebuah buku juga akan mengasah kemampuan berpikir kritismu, karena kamu harus memikirkan dengan cermat setiap bagian buku yang akan kamu bahas dan memberikan alasan yang jelas atas penilaian yang kamu buat.

👥

Kegiatan Kelompok 1

Judul:

Menulis Tanggapan terhadap Cerita Fiksi Digital

Tujuan:

Peserta didik dapat menuliskan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis dalam bentuk tanggapan.

1.

  • Bentuklah kelasmu menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri atas lima anggota.

2.

  • Bacalah kutipan cerita pendek berjudul Postingan Terakhir Dira karya fiksi digital berikut dengan saksama. Kemudian, catatlah bagian cerita yang kamu anggap menarik.

Kutipan Cerita: “Postingan Terakhir Dira”

Sudah seminggu sejak Dira tidak memposting apa pun. Padahal sebelumnya, setiap hari ia membagikan karya digitalnya yaitu ilustrasi, tulisan pendek, bahkan puisi yang ia buat sendiri. Akun media sosialnya penuh warna, penuh semangat. Tapi sejak unggahan terakhir tentang “lelah dan tekanan yang tak terlihat,” semuanya hening.

Aku, sahabatnya, mulai cemas. Dira selalu terlihat ceria, tapi siapa sangka dunia digital bisa menutupi luka yang begitu dalam? Aku terus membuka DM-nya, tapi tidak pernah dibalas. Sampai suatu hari, aku melihat dia duduk sendiri di taman sekolah, menatap kosong layar ponselnya.

“Dir, kamu kenapa nggak upload lagi?” tanyaku pelan.

Dia menoleh. “Aku capek... Semua yang aku bikin terasa sia-sia. Like-nya makin sedikit, komentar makin jahat.”

Aku menahan napas. Kata-katanya terasa seperti jeritan yang selama ini dipendam. Padahal aku tahu, karyanya bagus. Tapi komentar negatif itu terlalu tajam untuk hati yang lembut.

“Dir, kamu berkarya bukan buat mereka. Tapi buat dirimu. Biar kamu sendiri merasa hidup,” ujarku.

Dira hanya tersenyum tipis. Tapi sejak hari itu, pelan-pelan dia mulai kembali. Karya-karyanya tak lagi dibuat untuk pujian, tapi untuk dirinya sendiri. Dan aku? Aku akan terus ada di sana, menyemangatinya, satu unggahan demi unggahan.

3.

  • Buatlah tanggapan berdasarkan bagian cerita yang menarik. Diskusikanlah dengan teman-teman sekelompokmu. Berikan alasan yang logis dan masuk akal dengan menggunakan bahasa yang santun.

4.

  • Baca ulang tanggapan yang telah kamu susun dan perbaikilah segera apabila masih ada kesalahan.

5.

  • Laporkan hasil kerja kelompokmu ke depan kelas dengan penuh percaya diri.

6.

  • Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk menanggapi hasil kerja kelompokmu.

✎

+

Apa penilaian utama yang disampaikan dalam teks tanggapan tersebut?

Apa kritik yang diberikan penulis terhadap buku “Sapiens”?

Unsur berikut termasuk unsur intrinsik dalam cerita fiksi, kecuali…

Apa tujuan utama dari membaca teks tanggapan terhadap buku?

Apa perbedaan paling mendasar antara buku fiksi dan non-fiksi?

Apa yang dimaksud dengan tema dalam unsur intrinsik cerita fiksi?

Apa tujuan penulis menyampaikan amanat dalam cerita fiksi?

≡

Rangkuman

+

Menyimak dan Memahami Isi Buku Melalui Teks Tanggapan

•

Teks tanggapan terhadap buku membantu memahami isi buku dan penilaian orang lain secara mendalam.

•

Melatih berpikir kritis dengan menilai argumen yang valid dan berbasis bukti.

•

Membantu melihat berbagai sudut pandang dan dampak buku terhadap pembaca.

Unsur Utama Intrinsik dalam Cerita Fiksi

•

Tema: Pokok masalah utama yang mendasari cerita.

•

Alur: Urutan kejadian dalam cerita (awal, tengah, akhir).

•

Tokoh: Karakter utama dan pendukung dalam cerita.

•

Latar: Waktu, tempat, dan suasana dalam cerita.

•

Amanat: Pesan moral atau nilai kehidupan yang disampaikan.

•

Konflik: Pertentangan internal atau eksternal dalam cerita.

•

Sudut Pandang: Perspektif penceritaan (orang pertama/ketiga).

•

Gaya Bahasa: Pilihan kata dan gaya penulisan yang khas.

Perbedaan Buku Fiksi dan Non-Fiksi

•

Buku fiksi berdasarkan imajinasi, bertujuan menghibur dan menyampaikan pesan moral.

•

Buku non-fiksi berdasarkan fakta, bertujuan memberi informasi atau panduan yang dapat diverifikasi.

Unsur Intrinsik Buku Non-Fiksi

•

Fakta: Informasi yang benar dan dapat dibuktikan.

•

Tujuan Informasi: Memberikan wawasan atau panduan.

•

Sumber Kredibel: Mengutip referensi yang dapat dipercaya.

•

Struktur Terorganisir: Disusun dengan bab, subbab, poin.

•

Bahasa Jelas dan Formal: Disesuaikan dengan isi/topik.

Membaca Teks dan Menemukan Gagasan Utama Tanggapan

•

Mengenali konteks tanggapan: Memahami fokus penulis.

•

Mencatat poin-poin utama: Mengidentifikasi kritik/pujian.

•

Evaluasi argumen: Menilai bukti pendukung dalam tanggapan.

•

Menyimpulkan/rekomendasi: Mengetahui nilai buku dan saran bagi pembaca.

Unsur-Unsur Tanggapan dalam Buku Fiksi dan Non-Fiksi

•

Konsep Utama: Topik atau tema sentral yang dibahas.

•

Deskripsi Buku: Penjelasan kelebihan dan kekurangan isi.

•

Penilaian dan Kritik: Analisis objektif terhadap isi buku.

•

Simpulan dan Rekomendasi: Penutup tanggapan dan saran untuk pembaca.

Penilaian Tanggapan: Kritik dan Pujian

•

Kritik: Menyoroti kekurangan buku secara konstruktif.

•

Pujian: Mengapresiasi kelebihan buku dan dampaknya.

•

Buku fiksi dipuji karena karakter/tema, dikritik karena alur/lemahnya konflik.

•

Buku non-fiksi dipuji karena isi faktual, dikritik karena kurang objektif atau terlalu teknis.

Strategi Berbicara dan Mempresentasikan Tanggapan

•

Menguasai materi: Memahami isi teks sebelum berbicara.

•

Menyampaikan dengan ekspresif: Menggunakan intonasi dan ekspresi.

•

Menggunakan alat bantu visual: Mempermudah pemahaman audiens.

•

Berbicara percaya diri dan sesuai audiens: Menyesuaikan gaya berbicara dengan situasi.

Langkah Menyusun Teks Tanggapan yang Efektif

•

Membaca buku secara menyeluruh dan memahami isinya.

•

Fokus pada bagian penting buku: Tema, karakter, alur, gaya.

•

Menilai dengan objektif berdasarkan isi, bukan opini semata.

•

Menggunakan bahasa yang jelas, tepat, dan santun.

•

Memberikan saran/rekomendasi yang membangun.

☰

Referensi

+

Arifin, Z. (2017). Konsep dan model pengembangan kurikulum. Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Depdiknas. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia (Edisi ke-4). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hikmat, M. (2020). Strategi pembelajaran abad 21. Bandung: Alfabeta.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Buku siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Kemendikbud.

Lestari, N. (2019). Menulis kreatif untuk remaja digital. Yogyakarta: Deepublish.

Maulana, H. (2021). Analisis teks fiksi dan non-fiksi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Nurhayati, S. (2018). Berpikir kritis dalam membaca dan menulis. Bandung: Pustaka Pelajar.

Puspitasari, T. (2022). Literasi digital dan kreativitas generasi muda. Surabaya: Literasi Mandiri.

Rahmawati, D. (2020). Mengasah keterampilan menyimak dan menanggapi teks. Malang: CV Media Akademi.

Suryani, T. (2021). Panduan menyusun teks tanggapan secara sistematis. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

<div class="chapter"

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →