Peredaran Bulan
Bulan tidak memancarkan cahaya sendiri seperti Matahari. Cahaya yang kita lihat berasal dari pantulan sinar Matahari yang mengenainya. Bentuk Bulan yang berubah-ubah ketika dilihat dari Bumi disebut fase Bulan, disebabkan oleh revolusi Bulan terhadap Bumi.
Permukaan Bulan mirip Bumi, terdiri atas dataran, kawah, dan gunung. Beberapa kawah terbentuk dari hantaman meteoroid. Di Bulan juga ada daerah datar yang disebut "lautan", meski bukan berisi air, melainkan terbentuk dari lava yang membeku.
Bulan terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu dari gas dan debu. Rata-rata jaraknya dari Bumi adalah 384.405 km, berubah-ubah karena orbitnya elips: saat paling dekat disebut perihelium (sekitar 356.410 km), saat paling jauh disebut aphelium (sekitar 406.697 km).
Ukuran Bulan jauh lebih kecil dari Bumi: diameternya sekitar ¼ diameter Bumi, volumenya sekitar 1/50 volume Bumi, dan massanya 1/100 massa Bumi. Gaya gravitasi di Bulan juga lebih kecil, hanya 1/6 gravitasi Bumi — benda seberat 60 N di Bumi hanya berbobot 10 N di Bulan!
Revolusi Bulan (mengelilingi Bumi) memerlukan waktu 27,3 hari. Namun waktu dalam kalender berdasarkan siklus fase Bulan dari Bulan baru ke Bulan baru berikutnya, yaitu sekitar 29,5 hari, disebut waktu sinodis.
Tahun Hijriah, Tahun Masehi, dan Tahun Kabisat
Peredaran sinodis Bulan (29,5 hari) dijadikan dasar dalam kalender Hijriah (kamariah): 12 bulan × 29,5 hari = 354 hari, dengan jumlah hari tiap bulan berselang antara 29 dan 30 hari. Kalender Masehi didasarkan pada revolusi Bumi mengelilingi Matahari selama 365¼ hari (365 hari 6 jam); setiap 4 tahun ditambahkan 1 hari ekstra menjadi 366 hari, disebut tahun kabisat. Tahun biasa: Februari 28 hari; tahun kabisat: Februari 29 hari.
Soal. Mengapa bentuk Bulan yang kita lihat dari Bumi selalu berubah-ubah setiap malam? Jelaskan penyebabnya dan sebutkan apa nama perubahan bentuk itu!
Pembahasan. Bentuk Bulan yang tampak dari Bumi berubah-ubah karena Bulan selalu bergerak mengelilingi Bumi (berevolusi). Cahaya Bulan yang kita lihat sebenarnya adalah pantulan dari cahaya Matahari. Karena posisi Bulan terhadap Matahari dan Bumi terus berubah selama mengelilingi Bumi, bagian Bulan yang terkena cahaya dan tampak dari Bumi juga berubah-ubah. Perubahan bentuk Bulan yang terlihat dari Bumi ini disebut fase-fase Bulan, seperti Bulan baru, sabit, separuh, cembung, hingga Bulan purnama.
Sebelum tahun 1959, manusia belum pernah melihat bagian belakang Bulan. Bagian ini baru berhasil dipotret oleh pesawat Uni Soviet bernama Luna 3, dan pada tahun 1966 pesawat Luna 9 berhasil mendarat di permukaan Bulan. Pendaratan manusia pertama di Bulan terjadi pada 20 Juli 1969 oleh misi Apollo 11 — astronot Amerika Neil Armstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan, disusul Edwin E. Aldrin Jr. dan Michael Collins.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp