Pasang naik dan pasang surut air laut terjadi karena adanya pengaruh gaya gravitasi dari Bulan dan Matahari. Walaupun Matahari memiliki massa jauh lebih besar daripada Bulan, gravitasi Bulan lebih berpengaruh terhadap permukaan laut Bumi karena jaraknya yang lebih dekat dengan Bumi.
Gravitasi Bulan menyebabkan permukaan laut tertarik ke arahnya, sehingga terjadilah pasang naik. Pada sisi Bumi yang berlawanan dari Bulan, air laut juga mengalami pasang naik karena gaya sentrifugal akibat rotasi Bumi-Bulan. Di antara dua daerah pasang naik ini, terjadi pasang surut, yaitu saat permukaan laut menjadi lebih rendah.
Pasang naik tertinggi terjadi ketika Bulan dan Matahari berada dalam satu garis lurus dengan Bumi, baik saat bulan baru maupun bulan purnama — gravitasi keduanya saling menguatkan sehingga air laut tertarik lebih besar (disebut juga pasang purnama/spring tide). Sebaliknya, pasang surut atau pasang terendah terjadi ketika Bulan dan Matahari membentuk sudut siku-siku terhadap Bumi, sehingga gaya gravitasi keduanya saling melemahkan.
Soal. Mengapa pasang naik tertinggi terjadi saat bulan baru dan bulan purnama? Jelaskan!
Pembahasan. Pasang naik tertinggi terjadi saat bulan baru dan bulan purnama karena pada saat itu posisi Bulan, Bumi, dan Matahari berada dalam satu garis lurus. Gaya gravitasi Bulan dan Matahari saling menguatkan dalam menarik air laut di Bumi, sehingga menyebabkan volume air laut naik lebih tinggi dari biasanya. Fenomena ini disebut juga pasang purnama (spring tide).
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp