Mempertahankan keutuhan wilayah NKRI adalah tugas bersama seluruh elemen bangsa. Keberagaman Indonesia, meski menjadi kekuatan besar, berpotensi memecah belah jika tidak dikelola bijaksana.
Sikap yang Membahayakan Keutuhan NKRI
- Individualisme: mengutamakan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama, mengikis solidaritas sosial dan gotong royong.
- Sukuisme: mengutamakan satu suku sebagai superior, dapat memicu permusuhan antar suku dan mengancam integrasi nasional.
- Etnosentrisme: menilai budaya/etnis sendiri paling superior, menumbuhkan permusuhan dan diskriminasi antar kelompok etnis.
- Fanatisme: mengutamakan keyakinan tertentu secara berlebihan hingga menolak pandangan lain, memicu intoleransi dan konflik sosial.
- Ekstremisme: paham/sikap sangat radikal yang menuntut perubahan besar bertentangan dengan norma, berpotensi memicu kekerasan dan terorisme.
Pencegahannya meliputi pendidikan karakter dan multikultural, penguatan hukum perlindungan minoritas, kebijakan inklusif, penegakan hukum yang tegas, program deradikalisasi, dan dialog lintas kelompok/agama.
Sikap Positif Menjaga Keutuhan NKRI
Cinta tanah air adalah kesetiaan dan kepedulian terhadap bangsa, yang diwujudkan lewat pendidikan kebangsaan dan peringatan hari nasional. Rela berkorban berarti kesediaan memberi waktu, tenaga, dan pikiran demi kepentingan bangsa dan negara. Toleransi adalah menerima perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa dengan lapang dada tanpa memaksakan pandangan pribadi. Sementara itu, kerja sama (gotong royong) menjadi fondasi penting menjaga keutuhan NKRI antar warga, antar pusat-daerah, dan antar negara.
Cinta Tanah Air
- Keluarga: menyukai hidangan khas daerah sebagai bentuk cinta warisan budaya.
- Sekolah: mengikuti upacara bendera dengan khidmat.
- Masyarakat: menghargai lagu nasional dan budaya daerah lewat kegiatan seni lokal.
Rela Berkorban
- Keluarga: menyisihkan waktu membantu orang tua membersihkan rumah.
- Sekolah: menyelesaikan tugas kelompok meski mengorbankan waktu bermain.
- Masyarakat: bergotong royong membantu tetangga yang terkena musibah.
Toleransi
- Keluarga: menghormati waktu ibadah anggota keluarga yang berbeda keyakinan.
- Sekolah: mengajak bermain teman berbeda suku/agama tanpa pilih kasih.
- Masyarakat: tidak menyebarkan kebencian terhadap kelompok berbeda budaya/agama.
Kerja Sama
- Keluarga: menyiapkan makanan bersama keluarga di rumah.
- Sekolah: aktif dalam proyek kelompok kelas.
- Masyarakat: ikut kerja bakti atau kebersihan lingkungan secara sukarela.
Etnosentrisme menilai kelompok etnis sendiri lebih superior, dapat menumbuhkan permusuhan antar kelompok etnis dan merusak keharmonisan sosial yang mengancam keutuhan wilayah Indonesia yang sangat beragam.
Sikap individualisme berpotensi mengancam keutuhan wilayah NKRI dengan cara…
Menurunkan solidaritas sosial — ketika individu/kelompok hanya fokus kepentingan pribadi, komunikasi, kolaborasi, dan gotong royong antar warga negara berkurang.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp