Fitri Learning

BelajarBahasa Indonesia SMP Kelas 8Bab 5

Contoh Puisi: Jejak Lapar

Bahasa Indonesia SMP Kelas 8 · Bab 5: Mengasah Kepekaan Lewat Puisi Modern

Jejak Lapar

Pagi datang, matahari belum sepenuhnya terbit, Langkah-langkah kecil menyusuri jalanan sepi, Di tangan kosong, harapan menggantung, Mencari sesuap nasi yang entah di mana. Bumi kering tak lagi memberi hasil, Tangan-tangan bekerja, namun perut tetap mengeluh, Setiap tetes keringat terasa lebih pahit, Ketika harapan itu hanya bayang-bayang semu. Anak-anak bermain di antara tumpukan sampah, Mimpi mereka terbang dengan angin yang semakin kencang, Di balik senyum itu, ada rasa takut, Tak ada yang tahu, kapan kenyang datang. Saat malam tiba, perut berbicara dengan keras, Di bawah langit yang tak pernah peduli, Kita bertanya, di manakah keadilan? Mengapa mereka yang bekerja keras, selalu kelaparan?

💡 Tahukah Kamu?

Poetry therapy adalah terapi yang menggunakan puisi untuk membantu penyembuhan emosional. Membaca atau menulis puisi dapat mengurangi stres, kecemasan, dan membantu mengatasi trauma. Puisi memberi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan yang sulit diungkapkan, sehingga menjadi alat penyembuhan yang efektif dan lembut.

✏️

Kegiatan Singkat 3

Simaklah puisi di bawah ini kemudian jawablah beberapa pertanyaan setelahnya!

Suara yang Terabaikan

Di jalanan yang penuh hiruk-pikuk, Ada mata yang memohon, terabaikan, Tanpa suara, tanpa keluh kesah, Namun kita, sibuk dengan dunia sendiri. Di balik dinding kaca, mereka menunggu, Perhatian yang tak pernah datang, Bagai bayangan yang tak terlihat, Hidup mereka dipenuhi kesepian. Kepekaan adalah kunci untuk mengerti, Bahwa dunia ini lebih dari apa yang kita lihat, Bukan hanya untuk diri kita sendiri, Tetapi untuk mereka yang tak pernah terdengar.

1.

  • Apa yang digambarkan dalam puisi ini tentang kondisi sosial?

2.

  • Siapa yang dimaksud dengan "mereka" dalam puisi ini?

3.

  • Bagaimana perasaan yang digambarkan dalam bait kedua puisi?

4.

  • Apa yang dimaksud dengan "kepekaan" dalam puisi ini?

5.

  • Mengapa penulis menyebut "dinding kaca" dalam puisi ini?

6.

  • Apa yang dimaksud dengan kepekaan sosial dalam konteks puisi ini, dan bagaimana hal tersebut bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari?

7.

  • Jika Kamu menjadi salah satu orang yang digambarkan dalam puisi, bagaimana Kamu merasa jika tidak ada perhatian dari orang sekitar?

8.

  • Jelaskan bagaimana penggunaan "bayangan" dalam bait kedua mencerminkan perasaan kesepian dan keterasingan.

9.

  • Dalam pandangan Kamu, apa yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap mereka yang terabaikan dalam kehidupan sehari-hari?

10.

  • Jika Kamu bisa mengubah akhir puisi ini, apa yang akan Kamu tambahkan atau ubah untuk menyampaikan pesan yang lebih kuat tentang kepekaan sosial?

👥

Kegiatan Kelompok

Menyuarakan Puisi

Tujuan: Menghayati isi puisi, melatih teknik membaca yang baik, dan mempresentasikan puisi dengan ekspresi, intonasi, dan bahasa tubuh yang tepat.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →