•
Majas Perbandingan
Digunakan untuk membandingkan dua hal dengan cara yang jelas, menonjolkan sifat atau karakteristik tertentu dengan membandingkannya dengan hal lain yang lebih mudah dipahami atau lebih menggugah.
•
Majas Hiperbola (Melebih-lebihkan)
Digunakan untuk melebih-lebihkan suatu keadaan atau perasaan agar lebih dramatis dan kuat. Contoh: "Tangisannya memecahkan langit."
•
Majas Litotes (Merendahkan)
Digunakan untuk merendahkan atau mengecilkan sesuatu, meskipun kenyataannya lebih besar atau lebih penting dari yang diungkapkan. Contoh: "Aku ini bukan siapa-siapa."
•
Majas Personifikasi
Memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati atau alam. Contoh: "Pohon itu menangis merintih di malam yang sunyi."
•
Majas Antitesis (Pertentangan)
Digunakan untuk menonjolkan dua hal yang bertentangan atau berbeda. Contoh: "Kekayaan dan kemiskinan, dua wajah yang tak pernah terpisahkan."
•
Majas Ironi (Menyindir dengan Cara yang Berlawanan)
Digunakan untuk menyampaikan makna yang berlawanan dengan apa yang dikatakan, biasanya untuk menyindir. Contoh: "Bagus sekali! Kamu benar-benar hebat dalam membuat masalah."
•
Majas Sinisme (Sindiran Tajam)
Mirip dengan ironi, namun dengan nada yang lebih kasar atau lebih menyakitkan. Contoh: "Tentu saja, dia pasti akan berhasil. Hanya dengan pura-pura bisa bekerja dengan baik."
•
Majas Metonimia (Penggantian Nama)
Terjadi ketika nama suatu objek atau konsep digantikan dengan kata lain yang memiliki hubungan erat dengan objek tersebut. Contoh: "Dia mendengarkan Mozart sepanjang malam."
•
Majas Pleonasme (Pengulangan yang Tidak Perlu)
Menggunakan kata-kata berlebihan atau pengulangan yang tidak diperlukan karena sudah terkandung dalam kata sebelumnya. Contoh: "Saya melihat dengan mata kepala saya sendiri."
•
Majas Paradox (Kontradiksi yang Membingungkan)
Berisi pernyataan yang tampaknya bertentangan atau saling bertolak belakang, namun mengandung kebenaran yang mendalam. Contoh: "Hanya dalam kekalahan kita menemukan kemenangan."
•
Metafora (Perbandingan Tidak Langsung)
Majas perbandingan yang langsung menyatakan bahwa dua hal yang berbeda itu sama, tanpa menggunakan kata pembanding seperti "seperti". Contoh: "Dia adalah bunga di hatiku."
•
Peribahasa (Majas Perbandingan yang Lebih Luas)
Peribahasa atau pepatah bisa juga menjadi bagian dari majas perbandingan, memberikan pemahaman yang lebih luas atau kontekstual. Contoh: "Bagai air di daun talas."
•
Imaji
Merujuk pada gambaran mental atau visual yang dibangun dalam pikiran pembaca melalui kata-kata dalam puisi. Penyair menggunakan bahasa sensorik untuk menciptakan imaji, seperti imaji visual (penglihatan), imaji auditori (pendengaran), dan imaji kinestetik (gerakan atau perasaan fisik).
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp