Kelainan pada sistem peredaran darah dapat terjadi akibat faktor genetik, gaya hidup tidak sehat, pola makan buruk, kurang aktivitas fisik, atau paparan faktor risiko lain, dan dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Anemia
Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin untuk mengangkut oksigen, dengan gejala pusing, sulit bernapas, kulit pucat, dan detak jantung cepat. Beberapa jenisnya: anemia perdarahan (akibat kehilangan darah), anemia nutrisi (kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat), anemia pernisiosa (kekurangan penyerapan vitamin B12), dan anemia sel sabit (kelainan genetik yang membuat sel darah merah berbentuk sabit dan mudah menyumbat pembuluh kecil).
Polisitemia
Produksi sel darah merah berlebihan yang mengentalkan darah dan meningkatkan risiko pembekuan.
Leukimia
Kanker sel darah putih yang berkembang tidak terkendali sehingga mengganggu fungsi kekebalan tubuh.
Hemofilia
Kelainan genetik pada kromosom X yang mengganggu proses pembekuan darah.
Trombositopenia
Jumlah trombosit sangat rendah sehingga pendarahan sulit dihentikan.
Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi)
Tekanan darah tinggi kronis, disebut "silent killer" karena jarang bergejala namun dapat merusak pembuluh darah, jantung, ginjal, dan otak.
Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)
Tekanan darah rendah yang dapat menyebabkan pusing dan pingsan akibat dehidrasi atau kehilangan darah.
Varises
Pelebaran vena (biasanya di kaki) akibat katup vena yang tidak berfungsi baik.
Aterosklerosis dan Arteriosklerosis
Aterosklerosis adalah penyumbatan/penyempitan arteri akibat penumpukan plak lemak dan kolesterol; arteriosklerosis adalah pengerasan pembuluh darah akibat penuaan.
Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Terhambatnya aliran darah ke otot jantung akibat plak pada pembuluh koroner, akibat aterosklerosis/arteriosklerosis yang bila tidak ditangani dapat berujung serangan jantung.
Anemia defisiensi zat besi dapat membuat tubuh kekurangan oksigen sehingga muncul gejala lelah, pusing, dan sesak napas. Hipertensi yang tidak terkontrol membuat pembuluh darah lebih kaku, mempercepat aterosklerosis, dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Soal. Pada pasien hipertensi yang tidak diobati, apa yang menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan dampaknya bagi organ tubuh?
Pembahasan. Hipertensi meningkatkan tekanan dalam pembuluh darah sehingga merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat aterosklerosis, meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal. Mengontrol tekanan darah penting agar pembuluh darah tetap sehat.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp