Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 8Bab 4

Komponen dan Fungsi Darah

IPA SMP Kelas 8 · Bab 4: Sistem Peredaran Darah Manusia

Darah terdiri dari plasma darah (bagian cair) dan komponen padat berupa sel-sel darah, berperan dalam transportasi zat, melawan infeksi, menjaga suhu tubuh, dan pembekuan darah.

Komponen Cair pada Darah (Plasma Darah)

Sekitar 55% volume darah adalah plasma, 90% di antaranya air. Plasma mengandung protein (albumin menjaga tekanan osmotik, globulin berperan dalam kekebalan tubuh, fibrinogen berperan dalam pembekuan darah), garam mineral, zat makanan, hormon, dan sisa metabolisme seperti urea. Plasma tanpa fibrinogen disebut serum.

Komponen Padat pada Darah

  • Eritrosit (sel darah merah): sekitar 40–45% volume darah, berbentuk cakram bikonkaf, mengandung hemoglobin untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membawa kembali karbon dioksida.
  • Leukosit (sel darah putih): bagian sistem kekebalan tubuh (neutrofil, limfosit, monosit, eosinofil, basofil) yang melawan patogen; limfosit (sel T dan B) berperan dalam imunitas spesifik.
  • Trombosit (keping darah): berperan dalam pembekuan darah dengan berkumpul di area luka dan memicu pembentukan fibrin untuk menutup luka.

Mekanisme Pembekuan Darah

Ketika pembuluh darah rusak, trombosit menempel membentuk trombosit plug, lalu mengeluarkan zat kimia yang mengaktifkan fibrinogen menjadi benang fibrin. Benang fibrin mengikat trombosit membentuk gumpalan darah yang menutup luka dan menghentikan pendarahan.

Golongan Darah

Golongan darah dikelompokkan berdasarkan antigen pada sel darah merah menurut sistem ABO: golongan A (antigen A, antibodi anti-B), golongan B (antigen B, antibodi anti-A), golongan AB (kedua antigen, tanpa antibodi anti-A/anti-B), dan golongan O (tanpa antigen, memiliki antibodi anti-A dan anti-B). Kecocokan golongan darah sangat penting dalam transfusi darah agar tidak terjadi reaksi imun berbahaya.

Contoh soal

Soal. Pada aterosklerosis, penumpukan plak pada arteri menyebabkan gangguan aliran darah. Apa dampak langsungnya terhadap pembuluh darah dan organ tubuh?

Pembahasan. Aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri, mengurangi aliran darah dan oksigen ke organ tubuh, serta meningkatkan risiko pembekuan darah (trombosis) yang dapat memicu serangan jantung atau stroke jika tidak ditangani.

Kegiatan Kelompok

Kegiatan

Mengenal Sistem Peredaran Darah Manusia

Tujuan. Mengidentifikasi komponen utama sistem peredaran darah (jantung, pembuluh darah, dan darah).

Bahan.

  • Kertas karton/plano
  • Spidol warna
  • Gunting & lem
  • Kartu keterangan komponen
  • Tabel pengamatan

Langkah.

  1. Bagi siswa menjadi kelompok 4–5 orang, baca ulang ringkasan materi tentang jantung, pembuluh darah, darah, dan sistem peredaran darah.
  2. Gunakan karton/plano untuk menggambar skema sederhana peredaran darah kecil, besar, dan koroner, lalu tempelkan kartu keterangan pada bagian penting (jantung, paru-paru, arteri, vena, kapiler).
  3. Tambahkan alur panah: darah kaya oksigen (merah) dan darah kaya karbon dioksida (biru).
  4. Buat tabel kecil berisi fungsi tiap komponen darah (plasma, eritrosit, leukosit, trombosit) berdasarkan diskusi kelompok.
  5. Tempelkan hasil peta konsep di papan kelas dan presentasikan alur peredaran darah serta fungsi komponen darah.

Pertanyaan.

  1. Apa perbedaan utama antara peredaran darah kecil dan besar?
  2. Mengapa dinding arteri lebih tebal daripada vena?
  3. Apa peran penting kapiler dalam peredaran darah?
  4. Bagaimana fungsi eritrosit dan leukosit saling melengkapi?
  5. Apa akibatnya jika sistem peredaran darah terganggu (misalnya arteri tersumbat)?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →