Sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) saling melengkapi dalam pembangunan: SDA menjadi bahan baku, sementara SDM berperan mengelola dan memanfaatkannya. SDM adalah potensi manusia berupa keterampilan, pengetahuan, kreativitas, dan sikap; di tingkat mikro merujuk kualitas individu, di tingkat makro merujuk kapasitas kolektif negara.
Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Indonesia berpenduduk sekitar 270 juta jiwa (BPS 2020), dengan 67,6% berusia produktif (15–64 tahun) — bonus demografi yang berpotensi besar bagi pembangunan ekonomi. Distribusi pendidikan penduduk usia 15+ tahun (2022): 11,14% tidak tamat SD, 23,4% tamat SD, 14,54% tamat SMP, 20,89% tamat SMA, 6,08% tamat Diploma/S1, dan 0,33% tamat S2/S3.
| Dimensi | Indikator UNDP | Indikator BPS |
|---|---|---|
| Kesehatan | Harapan hidup saat lahir (UHH) | Umur Harapan Hidup (UHH) |
| Pengetahuan | Harapan & rata-rata lama sekolah (HLS/RLS) | Harapan & rata-rata lama sekolah (HLS/RLS) |
| Standar Hidup Layak | Pengeluaran riil per kapita | Pengeluaran riil per kapita |
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tercatat 71,3 (UNDP & BPS), peringkat 6 dari 11 negara ASEAN pada 2022. IPM dihitung dari tiga dimensi: umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak — ketiganya menunjukkan tren peningkatan tiap tahun, termasuk pengeluaran riil per kapita yang mencapai Rp11.899.000 pada 2023.
Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Indonesia sebesar 61,34% (BPS 2021), namun pengangguran terbuka masih mencapai 6,49 juta orang. Sebaran sektor kerja: pertanian sekitar 30%, industri 21%, dan jasa sekitar 50% dari angkatan kerja — sektor jasa kini motor utama pertumbuhan ekonomi.
- Kebijakan menurut Basmar (2021): pendidikan-pelatihan vokasi terfokus, peningkatan kualitas pendidikan dasar-menengah, investasi riset dan teknologi, serta pengembangan kewirausahaan.
- Prioritas menurut Rostini dkk. (2021): pendidikan berkualitas merata, keterampilan digital, akses layanan kesehatan berkualitas, dan pembangunan karakter-kepemimpinan.
Jelaskan bagaimana pengaruh bonus demografi terhadap potensi ekonomi Indonesia, serta apa yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan manfaat dari bonus demografi tersebut!
Bonus demografi adalah kondisi proporsi penduduk usia produktif lebih besar dari usia non-produktif; Indonesia mengalaminya dengan 67,6% penduduk usia produktif (BPS 2020), memberi potensi besar bagi daya saing ekonomi. Untuk memaksimalkannya, Indonesia perlu fokus pada pendidikan dan pelatihan, peningkatan keterampilan kerja, perbaikan layanan kesehatan, dan penyediaan lapangan kerja.
I-HDI adalah alat ukur pembangunan manusia dari perspektif Islam berdasarkan lima dimensi Maqāṣid al-Sharīʿah: ad-dīn (agama), an-nafs (nyawa/kesehatan), al-ʿaql (akal/pendidikan), an-nasl (keturunan/keluarga), dan al-māl (harta/ekonomi). Pendekatan ini memberi alternatif pengukuran pembangunan manusia yang lebih holistik, mencakup aspek material dan non-material sesuai nilai-nilai Islam.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp