Fitri Learning

BelajarIPS SMP Kelas 8Bab 2

Keanekaragaman Kegiatan Perekonomian di Indonesia

IPS SMP Kelas 8 · Bab 2: Keragaman Sosial dan Budaya di Indonesia

Keragaman Alam Indonesia dan Pengaruhnya terhadap Kegiatan Perekonomian

Letak geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan beragam bentuk muka bumi — pegunungan, dataran rendah, dan lautan — sangat menentukan jenis usaha yang berkembang di tiap wilayah, mulai dari pertanian, perikanan, hingga industri.

Sebagai negara tropis di garis khatulistiwa, Indonesia beriklim muson, tropis, dan laut, dengan tiga unsur iklim utama: suhu udara (25–30°C), kelembapan (80–90%), dan curah hujan. Iklim dan cuaca memengaruhi banyak sektor:

  • Pertanian dan perikanan: musim hujan mendukung pertumbuhan tanaman seperti padi, sedangkan kemarau panjang dan cuaca ekstrem (termasuk fenomena El Nino dan La Nina) dapat menyebabkan gagal panen dan menurunkan hasil tangkapan ikan.
  • Transportasi: hujan lebat, banjir, dan kabut mengganggu jalur darat, laut, dan udara sehingga menghambat distribusi barang.
  • Industri: produksi yang bergantung suhu tertentu atau bahan baku pertanian dapat terganggu cuaca ekstrem.
  • Kesehatan masyarakat: genangan air dan kelembapan tinggi meningkatkan risiko penyakit seperti demam berdarah dan infeksi pernapasan.
  • Ekosistem dan lingkungan: kekeringan dan banjir memengaruhi hutan dan terumbu karang; kebakaran hutan akibat El Nino memperburuk perubahan iklim.

Bentuk muka bumi Indonesia terbentuk dari tenaga endogen (vulkanisme, tektonisme) dan eksogen (erosi, pelapukan, pengendapan). Relief daratan meliputi dataran rendah (delta Musi, delta Mahakam — pusat pertanian), dataran tinggi (Gayo, Dieng — sayur dan buah), gunung dan pegunungan (Merapi, Rinjani, Bukit Barisan), bukit, lembah (Baliem, Papua), ngarai (Sianok), hingga penepian dan pantai. Relief dasar laut juga beragam: dangkalan (Paparan Sunda), lubuk laut (Laut Banda), gunung laut (Krakatau), palung (Palung Sunda), ambang laut, punggung laut, dan alur laut — masing-masing memengaruhi ekosistem dan jalur pelayaran.

Gambar: Relief daratan.
Gambar: Relief dasar laut.

Aktivitas ekonomi diklasifikasikan menjadi tiga: primer (pertanian, perikanan, tambang — langsung dari alam), sekunder (industri pengolahan), dan tersier (jasa: perbankan, transportasi, pariwisata). Kondisi fisik wilayah membentuk pola usaha daerah — wisata alam di Rinjani, perikanan di Maluku, pertanian hortikultura di Jawa Barat.

Pengelolaan Lingkungan untuk Kesejahteraan Ekonomi

Pengelolaan lingkungan untuk kesejahteraan ekonomi harus berpijak pada prinsip pembangunan berkelanjutan agar tidak merusak ekosistem dan mengorbankan generasi mendatang, meliputi:

  • Intergenerational equity — pemanfaatan sumber daya adil antargenerasi.
  • Intragenerational equity — pemanfaatan adil antarkelompok dalam satu generasi.
  • Precautionary principle — kehati-hatian terhadap dampak jangka panjang, terutama di sektor tambang dan industri kimia.
  • Conservation of biological diversity — pelestarian keragaman hayati lewat taman nasional dan perlindungan satwa langka.
  • Internalisation of environmental cost — pengenaan biaya lingkungan seperti pajak karbon dan insentif teknologi ramah lingkungan.
Fakta Seputar Pengetahuan Sosial: Badak Ujung Kulon

Badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon adalah spesies langka dengan populasi sekitar 75 ekor, terancam punah akibat perburuan dan hilangnya habitat. Sebagai herbivora, badak ini berperan menjaga keseimbangan ekosistem, namun rendahnya angka kelahiran memperburuk kelangsungan hidupnya.

Perdagangan Domestik Antar Wilayah di Indonesia

Berdasarkan UU No. 7/2014 tentang Perdagangan, perdagangan dalam negeri meliputi jual beli barang dan jasa di dalam wilayah Indonesia, baik satu daerah maupun antarpulau. Permendag No. 92/2020 mendefinisikan perdagangan antarpulau sebagai transaksi antar pulau dengan karakteristik sumber daya dan produk unggulan berbeda, bertujuan memenuhi kebutuhan daerah yang tak dapat diproduksi lokal. Contoh komoditas: kayu dari Kalimantan, padi dari Jawa, daging sapi dari NTB — perbedaan biaya produksi menciptakan keunggulan komparatif antardaerah.

Karakteristik perdagangan antarpulau: spesialisasi produksi tiap daerah, biaya produksi minim karena keunggulan sumber daya, pertukaran komoditas untuk memenuhi kebutuhan, sinergi-kolaborasi logistik dan kebijakan tarif, upaya memaksimalkan keuntungan pelaku ekonomi, berorientasi pada kepuasan dan kebutuhan konsumen, serta transaksi berdasar kesepakatan tanpa paksaan.

Tujuan perdagangan antarpulau adalah memperoleh keuntungan optimal dan memperluas jangkauan pasar. Faktor pendorongnya meliputi perbedaan sumber daya alam antardaerah dan perbedaan selera konsumen. Manfaatnya antara lain meningkatkan produktivitas produsen, menghemat biaya produksi, serta memperluas kesempatan kerja di sektor produksi, distribusi, transportasi, perbankan, dan asuransi.

Tanya jawab

Jelaskan pengertian perdagangan antar pulau di Indonesia dan sebutkan dua faktor yang mendorong terjadinya perdagangan antar pulau tersebut. Berikan contoh komoditas yang diperdagangkan antar pulau di Indonesia serta bagaimana faktor-faktor tersebut mempengaruhi kelancaran perdagangan.
Perdagangan antar pulau adalah kegiatan jual beli barang dan jasa antara pulau-pulau di Indonesia, yang memiliki kelebihan dan kekurangan sumber daya alam berbeda sehingga perlu distribusi barang antar daerah. Faktor pendorongnya adalah perbedaan sumber daya alam dan beragamnya kebutuhan pasar, yang membuat setiap pulau saling mengisi kekurangan barang yang dibutuhkan pulau lain, misalnya kayu dari Kalimantan dan beras dari Jawa.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →