a.
Kata Imperatif (Perintah)
Kata kerja yang digunakan untuk memberikan instruksi atau perintah langsung dan tegas. Ciri-ciri: kata kerja dasar tanpa awalan (ambil, potong, aduk), tidak memerlukan subjek. Contoh: "Panaskan minyak di wajan." "Potong tomat menjadi irisan tipis." "Tambahkan air hingga adonan menjadi lembut." Fungsi: membuat langkah-langkah lebih mudah dipahami karena langsung memberikan arahan yang jelas.
b.
Kata Teknis atau Istilah Spesifik
Istilah khusus yang berkaitan langsung dengan topik yang dibahas. Ciri-ciri: berhubungan dengan bidang tertentu (kuliner, teknologi, medis, konstruksi), membutuhkan pemahaman khusus. Contoh: dalam memasak "Gunakan whisk untuk mengaduk adonan."; dalam teknologi "Reset router dengan menekan tombol WPS selama 10 detik."; dalam medis "Sterilkan peralatan dengan alkohol 70%." Fungsi: memberikan informasi spesifik agar pembaca dapat mengikuti langkah secara presisi.
c.
Konjungsi Penanda Urutan Waktu
Digunakan untuk menunjukkan urutan waktu atau tahapan langkah. Ciri-ciri: kata keterangan/frasa seperti "pertama," "kemudian," "setelah itu," "akhirnya"; digunakan di awal langkah atau antara dua langkah. Contoh: "Pertama, cuci sayuran hingga bersih." "Setelah itu, masukkan sayuran ke dalam panci." "Akhirnya, sajikan makanan di piring saji." Fungsi: membantu pembaca memahami urutan tindakan dan menghindari kebingungan.
d.
Kalimat Aktif
Kalimat yang subjeknya melakukan tindakan langsung terhadap objek. Ciri-ciri: berpola Subjek + Predikat + Objek, menggunakan kata kerja aktif. Contoh: "Potong bawang bombay menjadi irisan tipis." "Rebus air hingga mendidih." "Panaskan oven selama 10 menit." Fungsi: memberikan instruksi jelas dan langsung, menghindari ambiguitas kalimat pasif.
e.
Kata Keterangan Waktu, Tempat, dan Cara
Memberikan detail tambahan tentang kapan, di mana, atau bagaimana tindakan dilakukan. Contoh waktu: "Biarkan adonan mengembang selama 30 menit." Contoh tempat: "Letakkan adonan di tempat yang hangat." Contoh cara: "Aduk perlahan hingga adonan merata." Fungsi: membantu pembaca memahami tindakan lebih spesifik dan menghindari kebingungan.
f.
Satuan Ukuran
Digunakan untuk memberikan takaran atau jumlah yang pasti. Ciri-ciri: satuan berat, volume, panjang, atau waktu; bersifat objektif dan terukur. Contoh: "Tambahkan 500 ml air ke dalam panci." "Gunakan 2 sendok makan gula pasir." "Biarkan selama 15 menit hingga matang." Fungsi: menjamin konsistensi hasil akhir dan memberikan panduan yang presisi.
g.
Bahasa yang Objektif
Bahasa netral yang tidak memuat opini atau emosi pribadi. Ciri-ciri: tidak menggunakan kata subjektif seperti "bagus" atau "menarik"; mengutamakan fakta. Contoh: "Gunakan alat pemotong untuk memotong kayu sesuai ukuran" (bukan "Kayu yang bagus bisa dipotong sesuai keinginan."). Fungsi: menjaga fokus pada prosedur dan membuat teks lebih universal.
h.
Pengulangan (Repetisi)
Digunakan untuk menekankan langkah penting atau bagian yang membutuhkan perhatian khusus. Contoh: "Pastikan semua baut telah terpasang dengan kencang sebelum melanjutkan." "Selalu gunakan sarung tangan untuk menghindari cedera." Fungsi: mengingatkan pembaca untuk lebih berhati-hati pada langkah tertentu.
i.
Ilustrasi atau Diagram
Gambar atau skema yang mendukung penjelasan langkah-langkah. Contoh: dalam teks merakit — diagram posisi baut dan komponen; dalam teks memasak — foto atau sketsa hasil akhir. Fungsi: membantu pembaca memahami prosedur sulit dan mengurangi kesalahan.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp