Struktur cerpen terdiri dari enam bagian yang membentuk alur cerita secara runtut:
a.
Abstrak
Bagian awal yang memberikan gambaran singkat tentang cerita, berfungsi menarik perhatian pembaca. Tidak semua cerpen memiliki abstrak. Contoh: "Lila adalah seorang gadis desa yang bermimpi menjadi penyanyi terkenal."
b.
Orientasi
Bagian yang memperkenalkan tokoh utama, latar tempat, waktu, dan situasi awal. Contoh: "Di sebuah desa kecil, Lila tinggal bersama ibunya yang sederhana. Setiap hari, dia menyanyi di tepi sungai sambil bermimpi besar."
c.
Komplikasi
Bagian di mana konflik atau masalah mulai muncul. Contoh: "Ketika Lila ingin mengikuti audisi menyanyi di kota, ibunya menolak karena mereka tidak punya uang. Namun, Lila tetap berjuang untuk mewujudkan mimpinya."
d.
Evaluasi
Konflik mencapai puncak atau klimaks. Contoh: "Lila hampir menyerah karena kritik dari pelatih dan teman-temannya. Namun, dia teringat perjuangan ibunya dan memilih untuk terus berusaha."
e.
Resolusi
Bagian di mana konflik diselesaikan dan cerita mencapai akhir. Contoh: "Lila berhasil tampil di konser besar dan memenangkan hati banyak penonton dengan suaranya."
f.
Koda
Penutup cerita yang biasanya mengandung pesan moral atau refleksi tokoh utama. Contoh: "Lila tetap rendah hati meski telah menjadi terkenal, dan dia selalu mengingat desa kecil tempat mimpinya dimulai."
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp