a.
Puisi Lama
Puisi yang mengikuti aturan tradisional, seperti pola rima, irama, jumlah baris, dan bait. Biasanya bersifat kolektif dan dipengaruhi budaya masyarakat setempat.
•
Bahasa yang Formal:
menggunakan bahasa baku dengan aturan tata bahasa yang ketat.
•
Terikat Aturan:
penyair harus mematuhi pola tertentu, seperti pantun yang selalu terdiri dari empat baris dengan pola rima abab.
•
Tema Tradisional:
umumnya bertema nasihat, pendidikan, atau cerita rakyat.
Contoh Puisi Lama (Pantun): Indah nian bunga cempaka, Mekar putih di tepi rawa. Bila adab kau jaga, Hidup bahagia selamanya.
b.
Puisi Modern
Memberikan kebebasan kepada penyair untuk mengekspresikan ide dan perasaannya. Tidak ada aturan baku tentang jumlah baris, rima, atau struktur tertentu.
•
Bahasa yang Bebas:
penyair lebih fokus pada ekspresi emosi dan pikiran pribadi.
•
Tidak Terikat Pola:
penyair bebas menggunakan struktur apa pun untuk menyampaikan pesan.
•
Tema yang Luas:
sering mengeksplorasi tema kompleks, seperti konflik batin, eksistensialisme, atau masalah sosial.
Contoh Puisi Modern (Sapardi Djoko Damono): Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api Yang menjadikannya abu.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp