Fitri Learning

BelajarIPA SMP Kelas 9Bab 3

Bioteknologi Pangan: Dari Fermentasi Tradisional hingga Inovasi Modern!

IPA SMP Kelas 9 · Bab 3: Inovasi Bioteknologi

Bioteknologi pengolahan pangan memanfaatkan mikroorganisme untuk menghasilkan makanan bernilai gizi tinggi, tahan lama, dan lezat melalui fermentasi atau teknik modern.

Produk Bioteknologi Pangan

Tempe

Tempe dibuat melalui fermentasi kedelai menggunakan jamur Rhizopus oryzae atau Rhizopus oligosporus yang meningkatkan nilai gizi, terutama protein dan vitamin B. Prosesnya meliputi pencucian dan perendaman kedelai 12–24 jam, pengupasan kulit, perebusan, inokulasi dengan ragi tempe, lalu fermentasi 1–2 hari pada suhu ruang. Tempe kaya protein, serat, dan probiotik baik untuk pencernaan, serta jadi alternatif makanan sehat vegetarian.

Roti

Roti dihasilkan dari fermentasi tepung terigu menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae yang menghasilkan karbon dioksida sehingga adonan mengembang dan empuk. Prosesnya meliputi pencampuran bahan, fermentasi, lalu pembentukan dan pemanggangan—roti menjadi sumber energi karbohidrat kompleks dengan daya cerna yang lebih baik.

Yoghurt

Yoghurt adalah susu yang difermentasi bakteri asam laktat Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus, mengubah laktosa menjadi asam laktat sehingga rasanya asam dan kental. Prosesnya meliputi pemanasan susu hingga 85°C untuk membunuh bakteri patogen, pendinginan ke ±40°C, penambahan starter bakteri, lalu fermentasi 6–8 jam. Yoghurt kaya probiotik dan membantu penderita intoleransi laktosa mencerna susu.

Keju

Keju dibuat melalui fermentasi susu menggunakan bakteri asam laktat dan enzim rennet yang memisahkan protein kasein menjadi dadih dan whey. Tahapannya meliputi pemanasan susu, penambahan starter bakteri dan rennet, pemotongan dadih, lalu pemadatan dan pematangan. Keju kaya protein, kalsium, dan vitamin D.

Protein Sel Tunggal (PST)

PST adalah protein dari mikroorganisme seperti Spirulina atau Saccharomyces cerevisiae, menjadi sumber protein alternatif murah dan berkelanjutan untuk pangan maupun pakan ternak. Prosesnya meliputi pemilihan mikroorganisme berprotein tinggi, penumbuhan pada media kaya nutrisi, fermentasi hingga terbentuk biomassa, lalu panen dan pengolahan menjadi tepung.

Contoh soal

Soal. Dalam pembuatan yoghurt, susu dipanaskan hingga ±85°C. Apa tujuan langkah ini?

Pembahasan. Untuk membunuh bakteri patogen yang mungkin ada dalam susu (proses pasteurisasi), sehingga hanya bakteri starter yang tumbuh optimal dan menghasilkan yoghurt dengan rasa asam serta tekstur kental yang diinginkan.

Sains di Balik Empuknya Roti

Gelembung-gelembung udara dalam roti sebenarnya adalah karbon dioksida hasil kerja ragi—setiap gigitan roti empuk adalah hasil kerja mikroba kecil!

Kegiatan

Memanfaatkan Limbah Organik menjadi Bioplastik Ramah Lingkungan

Tujuan. Mengamati pemanfaatan kulit pisang untuk membuat produk bioteknologi dan menilai dampak positifnya terhadap lingkungan.

Langkah.

  1. Potong kecil 3–5 kulit pisang matang, blender bersama 200 ml air hingga halus, lalu tuang ke wajan.
  2. Tambahkan 20 gram tepung maizena, 5 ml cuka, dan glycerin secukupnya (opsional).
  3. Aduk campuran di atas api kecil hingga mengental seperti adonan.
  4. Tuang adonan ke cetakan plastik, ratakan, lalu jemur atau diamkan di tempat kering ±1–2 hari hingga mengeras.

Pertanyaan.

  1. Mengapa kulit pisang bisa dijadikan bioplastik?
  2. Apa keuntungan bioplastik dibandingkan plastik biasa?
  3. Apa tantangan dalam penerapan bioteknologi seperti ini di masyarakat?

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →