-
Soal
Siti sedang meneliti mekanisme replikasi tiga jenis virus yang menginfeksi sel inang berbeda. Virus X menyerang tanaman tomat dan menyebabkan bercak kuning pada daunnya. Virus Y menginfeksi ayam dan menyebabkan penyakit Avian Influenza. Sementara itu, virus Z adalah virus yang menyerang bakteri Streptococcus. Dari hasil pengamatannya, Siti menemukan adanya perbedaan dalam cara virus-virus tersebut keluar dari sel inangnya. Manakah pernyataan yang benar mengenai perbedaan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban benar: B. Virus X dilepaskan melalui struktur plasmodesmata. Penjelasan:Virus tanaman seperti Virus X menggunakan plasmodesmata, yaitu saluran antarsel yang memungkinkan virus berpindah dari satu sel ke sel lainnya tanpa merusak dinding sel tanaman. Virus hewan seperti Virus Y biasanya keluar melalui eksositosis atau menyebabkan sel inangnya mengalami lisis jika merupakan virus tanpa selubung. Sementara itu, virus bakteriofag seperti Virus Z biasanya keluar dengan cara melisiskan sel inangnya setelah replikasi selesai.
-
Soal
Perhatikan ciri-ciri partikel subvirus berikut! 1. Menginfeksi sel tanaman 2. Tidak memiliki selubung protein 3. Materi genetiknya berupa RNA kecil dan melingkar 4. Dapat menyebabkan penyakit seperti PSTVd (Potato Spindle Tuber Viroid) Pernyataan yang tepat mengenai cara replikasi partikel subvirus tersebut adalah ....
Lihat pembahasan
Jawaban benar: C. Menggunakan enzim RNA polimerase dari sel inang Penjelasan:Partikel subvirus yang disebutkan dalam soal adalah viroid, yang merupakan agen infeksius tanpa kapsid protein dan hanya terdiri dari RNA kecil melingkar. Viroid tidak bisa menghasilkan protein sendiri, sehingga mereka memanfaatkan enzim RNA polimerase dari sel inang untuk memperbanyak diri. Tidak seperti virus, viroid tidak membutuhkan virus helper dan tidak melalui siklus litik atau lisogenik, karena mereka tidak memiliki kapsid dan tidak menyebabkan lisis sel inang secara langsung.
-
Soal
Seorang pasien mengalami demam tinggi, nyeri otot, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Dokter menduga bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus yang berasal dari hewan, terutama kelelawar atau hewan liar lainnya. Penyakit ini pertama kali muncul sebagai wabah dan menyebar melalui droplet pernapasan. Virus yang menyebabkan penyakit ini adalah ....
Lihat pembahasan
Jawaban benar: B. SARS-CoV-2 Penjelasan:SARS-CoV-2 adalah virus yang menyebabkan COVID-19, sebuah penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan gejala ringan hingga berat, termasuk demam, batuk kering, dan kesulitan bernapas. Virus ini berasal dari hewan, terutama kelelawar, dan diduga menyebar ke manusia melalui inang perantara seperti trenggiling sebelum menyebabkan pandemi global. Penyebarannya terjadi melalui droplet pernapasan, kontak langsung, dan permukaan yang terkontaminasi.
-
Soal
Seorang mahasiswa ingin meneliti replikasi virus yang menyerang sel tumbuhan. Ia menggunakan dua jenis medium, yaitu jaringan daun segar dan ekstrak daun yang telah dihancurkan. Setelah beberapa waktu, ia menemukan bahwa virus hanya dapat bereplikasi pada jaringan daun segar, sedangkan pada ekstrak daun tidak terjadi replikasi. Hal ini disebabkan oleh ….
Lihat pembahasan
Jawaban benar: A. Virus hanya dapat bereplikasi di dalam sel hidup Penjelasan:Virus tidak dapat hidup atau bereplikasi di luar sel inangnya karena tidak memiliki sistem metabolisme sendiri. Virus memerlukan sel hidup untuk melakukan replikasi dengan memanfaatkan enzim dan organel sel inang. Pada jaringan daun segar, sel-sel masih hidup sehingga virus dapat melakukan replikasi. Sementara itu, dalam ekstrak daun yang telah dihancurkan, sel-sel sudah mati dan tidak dapat mendukung proses replikasi virus.
-
Soal
Pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah, pemberian vaksin berbasis protein lebih aman dibandingkan dengan vaksin berbasis virus hidup yang dilemahkan. Hal ini disebabkan oleh ….
Lihat pembahasan
Jawaban benar: A. Vaksin berbasis protein tidak mengandung virus yang dapat bereplikasi Penjelasan:Vaksin berbasis protein merupakan vaksin yang hanya mengandung fragmen atau bagian dari virus, seperti protein spike atau kapsid, yang cukup untuk merangsang sistem imun tanpa risiko infeksi. Berbeda dengan vaksin berbasis virus hidup yang dilemahkan, vaksin berbasis protein tidak memiliki kemampuan untuk bereplikasi dalam tubuh, sehingga lebih aman bagi individu dengan sistem imun yang lemah.
-
Soal
Pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah, pemberian vaksin berbasis protein lebih aman dibandingkan dengan vaksin berbasis virus hidup yang dilemahkan. Hal ini disebabkan oleh ….
Lihat pembahasan
Jawaban benar: A. Vaksin berbasis protein tidak mengandung virus yang dapat bereplikasi Penjelasan: Pada individu dengan sistem kekebalan yang lemah (seperti penderita HIV, pasien transplantasi organ, atau pasien dengan kanker yang menjalani kemoterapi), vaksin berbasis virus hidup yang dilemahkan berisiko tinggi. Meskipun virus dalam vaksin tersebut dilemahkan, dalam individu dengan sistem imun yang lemah, virus tersebut masih bisa bereplikasi dan menyebabkan infeksi yang lebih serius. Sebaliknya, vaksin berbasis protein hanya mengandung fragmen protein atau antigen dari virus yang tidak dapat bereplikasi. Dengan demikian, vaksin ini lebih aman karena tidak mengandung virus yang masih aktif, tetapi tetap dapat merangsang sistem imun untuk mengenali dan mempersiapkan respons terhadap infeksi yang sebenarnya.
-
Soal
Ketika virus masuk ke dalam tubuh dan berhasil menginfeksi sel-sel tubuh, sistem kekebalan tubuh akan merespons untuk menghentikan penyebaran infeksi. Salah satu mekanisme utama yang dilakukan oleh sistem imun adalah ….
Lihat pembahasan
Jawaban benar: A. Sel T sitotoksik menghancurkan sel yang terinfeksi virus Penjelasan:Ketika virus menginfeksi sel tubuh, sistem imun tidak hanya berusaha mengenali virus yang masih berada di luar sel tetapi juga menghancurkan sel yang telah terinfeksi agar virus tidak berkembang lebih lanjut. Sel T sitotoksik (CD8+) berperan dalam mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus dengan melepaskan enzim yang dapat menyebabkan kematian sel terinfeksi (apoptosis). Hal ini membantu menghambat penyebaran virus ke sel lainnya.
-
Soal
Viroid dan prion merupakan agen infeksi dengan struktur yang lebih sederhana dibandingkan virus. Seorang ilmuwan menemukan penyakit baru yang disebabkan oleh agen tanpa asam nukleat, tetapi dapat mengubah protein inang menjadi bentuk patologis. Berdasarkan karakteristik tersebut, agen penyebab penyakit tersebut kemungkinan besar termasuk dalam kategori ...
Lihat pembahasan
Jawaban Benar: C. Prion Penjelasan: • Virus memiliki asam nukleat (DNA atau RNA) dan biasanya diselubungi oleh kapsid protein. • Viroid adalah molekul RNA sirkuler kecil tanpa kapsid dan tidak mengkode protein, umumnya menginfeksi tanaman. • Prion adalah agen infeksi yang hanya berupa protein tanpa asam nukleat, tetapi dapat mengubah protein inang menjadi bentuk patologis. • Bakteriofag adalah virus yang menginfeksi bakteri, mengandung asam nukleat, sehingga tidak cocok dengan ciri agen yang ditemukan. • Protozoa adalah organisme bersel satu dengan inti sel (eukariot), bukan agen sederhana seperti yang disebutkan dalam soal.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp