-
Soal
Satelit komunikasi dan teleskop luar angkasa beroperasi di lapisan atmosfer yang paling tinggi sebelum memasuki ruang angkasa. Pada lapisan ini, gaya gravitasi bumi masih berpengaruh, namun sangat lemah, dan molekul udara sangat jarang ditemukan. Lapisan atmosfer yang dimaksud adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: E. Eksosfer Penjelasan: Eksosfer adalah lapisan atmosfer paling luar yang berbatasan langsung dengan ruang angkasa. Pada lapisan ini, molekul udara sangat jarang, dan hampir tidak ada gesekan udara, sehingga memungkinkan satelit dan wahana antariksa untuk beroperasi tanpa gangguan atmosferik. Selain itu, eksosfer menjadi jalur utama bagi satelit komunikasi dan cuaca yang mengorbit bumi. Gravitasi bumi masih ada tetapi sangat lemah, sehingga memungkinkan objek di eksosfer tetap dalam orbit sebelum memasuki ruang angkasa.
-
Soal
Di Indonesia, pola curah hujan memengaruhi waktu tanam dan panen tanaman pangan, terutama padi. Biasanya, petani menanam padi saat awal musim hujan dan panen ketika musim kemarau tiba. Faktor utama yang menyebabkan pola tanam ini terjadi adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Siklus angin muson yang memengaruhi curah hujan Penjelasan: Pola tanam padi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh siklus angin muson. Angin muson barat membawa banyak uap air dari Samudra Hindia yang menyebabkan musim hujan pada bulan November–April, sehingga petani memulai masa tanam. Sebaliknya, angin muson timur berasal dari Benua Australia yang kering, menyebabkan musim kemarau pada Mei–Oktober, yang merupakan waktu ideal untuk panen. Siklus ini terjadi secara rutin setiap tahun, sehingga petani dapat menyesuaikan jadwal tanam dan panen dengan pola angin muson tersebut.
-
Soal
Di Indonesia, pola curah hujan memengaruhi waktu tanam dan panen tanaman pangan, terutama padi. Biasanya, petani menanam padi saat awal musim hujan dan panen ketika musim kemarau tiba. Faktor utama yang menyebabkan pola tanam ini terjadi adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Siklus angin muson yang memengaruhi curah hujan Penjelasan: Pola tanam padi di Indonesia sangat dipengaruhi oleh siklus angin muson. Angin muson barat membawa banyak uap air dari Samudra Hindia yang menyebabkan musim hujan pada bulan November–April, sehingga petani memulai masa tanam. Sebaliknya, angin muson timur berasal dari Benua Australia yang kering, menyebabkan musim kemarau pada Mei–Oktober, yang merupakan waktu ideal untuk panen. Siklus ini terjadi secara rutin setiap tahun, sehingga petani dapat menyesuaikan jadwal tanam dan panen dengan pola angin muson tersebut.
-
Soal
Rina mengunjungi sebuah daerah di dataran tinggi dan melihat banyak perkebunan apel di sana. Ia bertanya-tanya mengapa tanaman apel lebih banyak ditemukan di daerah tersebut dibandingkan di dataran rendah. Faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Suhu udara di dataran tinggi lebih sejuk dan cocok untuk pertumbuhan apel Penjelasan: Tanaman apel membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk tumbuh optimal, biasanya berkisar antara 15-20°C. Dataran tinggi memiliki kondisi suhu yang lebih rendah dibandingkan dataran rendah, sehingga lebih sesuai untuk pertumbuhan apel. Selain itu, intensitas sinar matahari yang tidak terlalu tinggi di dataran tinggi juga mendukung perkembangan buah apel agar berkualitas baik. Inilah alasan utama mengapa perkebunan apel lebih banyak ditemukan di wilayah pegunungan atau dataran tinggi.
-
Soal
Rina mengunjungi sebuah daerah di dataran tinggi dan melihat banyak perkebunan apel di sana. Ia bertanya-tanya mengapa tanaman apel lebih banyak ditemukan di daerah tersebut dibandingkan di dataran rendah. Faktor utama yang menyebabkan kondisi ini adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Suhu udara di dataran tinggi lebih sejuk dan cocok untuk pertumbuhan apel Penjelasan: Tanaman apel membutuhkan suhu yang lebih sejuk untuk tumbuh optimal, biasanya berkisar antara 15-20°C. Dataran tinggi memiliki kondisi suhu yang lebih rendah dibandingkan dataran rendah, sehingga lebih sesuai untuk pertumbuhan apel. Selain itu, intensitas sinar matahari yang tidak terlalu tinggi di dataran tinggi juga mendukung perkembangan buah apel agar berkualitas baik. Inilah alasan utama mengapa perkebunan apel lebih banyak ditemukan di wilayah pegunungan atau dataran tinggi.
-
Soal
Perhatikan data curah hujan dalam tabel berikut (anggap memiliki pola yang mirip dengan gambar). Berdasarkan data tersebut, tipe iklim menurut klasifikasi Schmidt-Ferguson menunjukkan wilayah ini memiliki curah hujan yang relatif tinggi sepanjang tahun dengan beberapa bulan kering. Jenis usaha pertanian yang paling sesuai dengan kondisi ini adalah?

Lihat pembahasan
Jawaban: A. Perkebunan teh dan kopi Penjelasan: Teh dan kopi merupakan tanaman yang membutuhkan curah hujan tinggi dengan distribusi yang merata sepanjang tahun, seperti yang ditunjukkan dalam tabel curah hujan pada soal. Wilayah dengan curah hujan yang cukup stabil sangat cocok untuk budidaya tanaman ini, terutama di daerah dataran tinggi. Sementara itu, usaha seperti peternakan unggas dan pertanian ladang kering lebih cocok untuk daerah dengan musim kemarau yang lebih panjang dan kondisi tanah yang lebih kering.
-
Soal
Pada bulan-bulan tertentu, angin muson yang bertiup dari Samudra Hindia menuju Asia membawa banyak uap air dan menyebabkan perubahan pola cuaca di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini bagi masyarakat adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Peningkatan curah hujan yang memicu bencana banjir Penjelasan: Angin muson barat yang bertiup dari Samudra Hindia membawa banyak uap air dan menyebabkan curah hujan tinggi di Indonesia, terutama pada musim hujan. Hal ini sering kali berujung pada bencana banjir di berbagai wilayah, terutama di daerah dataran rendah dan perkotaan dengan sistem drainase yang buruk.
-
Soal
Pada bulan-bulan tertentu, angin muson yang bertiup dari Samudra Hindia menuju Asia membawa banyak uap air dan menyebabkan perubahan pola cuaca di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini bagi masyarakat adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Peningkatan curah hujan yang memicu bencana banjir Penjelasan: Angin muson barat yang bertiup dari Samudra Hindia membawa banyak uap air dan menyebabkan curah hujan tinggi di Indonesia, terutama pada musim hujan. Hal ini sering kali berujung pada bencana banjir di berbagai wilayah, terutama di daerah dataran rendah dan perkotaan dengan sistem drainase yang buruk.
-
Soal
Letak astronomis Indonesia berada pada 6° LU - 11° LS dan antara 95° BT - 141° BT. Berdasarkan letak astronomis tersebut, kondisi iklim di Indonesia dipengaruhi oleh?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Curah hujan yang tinggi akibat letaknya di daerah tropis Penjelasan: Letak astronomis Indonesia yang berada di sekitar garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis. Salah satu ciri utama iklim tropis adalah curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dipengaruhi oleh kelembapan udara dan penguapan yang tinggi dari perairan sekitarnya. Faktor ini membuat Indonesia kaya akan sumber daya air dan memiliki hutan hujan tropis yang luas.
-
Soal
Perubahan cuaca ekstrem menyebabkan mencairnya es di kutub, yang mengakibatkan kenaikan permukaan air laut. Hal ini berdampak pada tenggelamnya wilayah pesisir, meningkatnya frekuensi bencana banjir rob, serta punahnya beberapa spesies akibat perubahan habitat. Fenomena ini disebabkan oleh?
Lihat pembahasan
Jawaban: E. Efek rumah kaca yang berlebihan Penjelasan: Fenomena mencairnya es di kutub dan naiknya permukaan laut merupakan akibat dari pemanasan global, yang dipicu oleh efek rumah kaca berlebihan. Gas-gas seperti karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) memerangkap panas di atmosfer, menyebabkan peningkatan suhu global. Hal ini berdampak langsung pada ekosistem, mempercepat pencairan es, dan meningkatkan risiko bencana alam bagi wilayah pesisir.
-
Soal
Ketika udara lembap yang tertiup angin naik ke daerah pegunungan, udara tersebut mengalami pendinginan dan mencapai titik jenuh, sehingga membentuk awan dan menghasilkan hujan. Jenis hujan yang sering terjadi akibat proses ini disebut?
Lihat pembahasan
Jawaban: D. Hujan orografis Penjelasan: Hujan orografis terjadi ketika massa udara yang mengandung uap air dipaksa naik ke daerah pegunungan akibat tiupan angin. Saat naik ke ketinggian yang lebih tinggi, udara mengalami penurunan suhu, sehingga uap air mengembun dan membentuk awan. Akibatnya, terjadi hujan di sisi pegunungan yang menghadap angin, sementara sisi lainnya cenderung lebih kering. Fenomena ini umum terjadi di wilayah dengan relief pegunungan yang signifikan.
-
Soal
Berdasarkan sistem klasifikasi iklim Köppen, wilayah Sulawesi Utara memiliki curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, dengan bulan terkering masih memiliki curah hujan lebih dari 60 mm. Berdasarkan ciri tersebut, tipe iklim yang sesuai untuk wilayah ini adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Af Penjelasan: Iklim Af (hutan hujan tropis) dalam klasifikasi Köppen ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, tanpa musim kemarau yang signifikan. Wilayah dengan iklim ini memiliki rata-rata curah hujan bulanan lebih dari 60 mm, yang mendukung vegetasi hutan hujan tropis yang lebat. Sulawesi Utara termasuk dalam kategori ini karena curah hujannya merata sepanjang tahun, meskipun terdapat variasi bulanan.
-
Soal
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian suatu tempat dan pengaruhnya terhadap suhu udara. 2. Semakin tinggi suatu wilayah, suhu udara akan semakin rendah, serta tekanan udara akan berkurang. 3. Perbedaan ketinggian menyebabkan variasi vegetasi yang tumbuh di setiap daerah. Berdasarkan karakteristik di atas, sistem klasifikasi iklim yang sesuai adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Junghuhn Penjelasan: Sistem klasifikasi iklim menurut Junghuhn membagi wilayah berdasarkan ketinggian dan hubungannya dengan vegetasi. Ia membagi iklim menjadi beberapa zona, yaitu zona panas (0–600 mdpl), zona sedang (600–1.500 mdpl), zona sejuk (1.500–2.500 mdpl), dan zona dingin (di atas 2.500 mdpl). Sistem ini sangat relevan dalam menentukan jenis tanaman yang dapat tumbuh di suatu wilayah berdasarkan ketinggiannya.
-
Soal
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Pembagian iklim didasarkan pada ketinggian suatu tempat dan pengaruhnya terhadap suhu udara. 2. Semakin tinggi suatu wilayah, suhu udara akan semakin rendah, serta tekanan udara akan berkurang. 3. Perbedaan ketinggian menyebabkan variasi vegetasi yang tumbuh di setiap daerah. Berdasarkan karakteristik di atas, sistem klasifikasi iklim yang sesuai adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Junghuhn Penjelasan: Sistem klasifikasi iklim menurut Junghuhn membagi wilayah berdasarkan ketinggian dan hubungannya dengan vegetasi. Ia membagi iklim menjadi beberapa zona, yaitu zona panas (0–600 mdpl), zona sedang (600–1.500 mdpl), zona sejuk (1.500–2.500 mdpl), dan zona dingin (di atas 2.500 mdpl). Sistem ini sangat relevan dalam menentukan jenis tanaman yang dapat tumbuh di suatu wilayah berdasarkan ketinggiannya.
-
Soal
Suatu wilayah dikategorikan memiliki jenis iklim D berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman. Berdasarkan kondisi ini, pola tanam yang paling sesuai untuk wilayah tersebut adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Satu kali panen padi disertai dua kali tanam palawija Penjelasan: Klasifikasi iklim Oldeman didasarkan pada jumlah bulan basah dan kering dalam satu tahun. Wilayah dengan iklim D memiliki bulan basah yang cukup untuk satu kali tanam padi, namun tidak cukup untuk dua kali panen. Oleh karena itu, setelah panen padi, lahan lebih cocok digunakan untuk menanam palawija dua kali, karena tanaman ini lebih tahan terhadap kondisi dengan curah hujan lebih rendah dibanding padi.
-
Soal
Suatu wilayah dikategorikan memiliki jenis iklim D berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman. Berdasarkan kondisi ini, pola tanam yang paling sesuai untuk wilayah tersebut adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Padi satu kali dengan varietas berumur pendek Penjelasan: Wilayah dengan iklim D menurut klasifikasi Oldeman memiliki bulan basah yang singkat, sehingga tidak mendukung pola tanam intensif. Pola tanam yang paling cocok adalah padi satu kali dengan varietas berumur pendek. Varietas ini tumbuh lebih cepat dan memanfaatkan periode basah yang terbatas. Setelah padi dipanen, lahan bisa ditanami tanaman lain yang tahan kekeringan. Hal ini menjaga produktivitas lahan meskipun curah hujan terbatas. Dengan pendekatan ini, lahan tetap optimal digunakan sesuai kondisi iklim wilayah.
-
Soal
Suatu wilayah dikategorikan memiliki jenis iklim D berdasarkan klasifikasi iklim Oldeman. Berdasarkan kondisi ini, pola tanam yang paling sesuai untuk wilayah tersebut adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Padi satu kali dengan varietas berumur pendek Penjelasan: Wilayah dengan iklim D menurut klasifikasi Oldeman memiliki bulan basah yang singkat, sehingga tidak mendukung pola tanam intensif. Pola tanam yang paling cocok adalah padi satu kali dengan varietas berumur pendek. Varietas ini tumbuh lebih cepat dan memanfaatkan periode basah yang terbatas. Setelah padi dipanen, lahan bisa ditanami tanaman lain yang tahan kekeringan. Hal ini menjaga produktivitas lahan meskipun curah hujan terbatas. Dengan pendekatan ini, lahan tetap optimal digunakan sesuai kondisi iklim wilayah.
-
Soal
Perhatikan ilustrasi berikut.

Fenomena yang ditunjukkan dalam gambar berkontribusi terhadap perubahan pola iklim di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: C. Pergeseran waktu antara musim hujan dan musim kemarau Penjelasan: Fenomena yang ditunjukkan dalam gambar menggambarkan pengaruh perubahan iklim global, seperti El Niño atau La Niña, yang berdampak pada perubahan pola musim di Indonesia. El Niño menyebabkan musim kemarau menjadi lebih panjang, sedangkan La Niña meningkatkan curah hujan. Kedua fenomena ini menyebabkan pergeseran waktu antara musim hujan dan musim kemarau, yang berdampak pada berbagai sektor seperti pertanian dan sumber daya air.
-
Soal
Perhatikan ilustrasi berikut.

Fenomena yang ditunjukkan dalam gambar berkontribusi terhadap perubahan pola iklim di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Terjadinya musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya (dampak dari El Niño). Penjelasan: Berdasarkan ilustrasi yang ditunjukkan, gambar tersebut kemungkinan besar menggambarkan fenomena El Niño dan La Niña. Kedua fenomena ini memiliki dampak yang signifikan terhadap pola iklim di Indonesia. Dampak Utama: El Niño menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya di Indonesia karena pergeseran pola angin dan perubahan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik La Niña menyebabkan peningkatan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya di Indonesia sehingga berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor. Jawaban yang paling tepat adalah: B. Terjadinya musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya (dampak dari El Niño). Jika analisis ini sudah sesuai, kita bisa melanjutkan ke langkah berikutnya.
-
Soal
Perhatikan ilustrasi berikut.

Fenomena yang ditunjukkan dalam gambar berkontribusi terhadap perubahan pola iklim di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini adalah?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Terjadinya musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya (dampak dari El Niño). Penjelasan: Fenomena El Niño dan La Niña memang memiliki dampak besar terhadap pola iklim di Indonesia. El Niño menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang karena pergeseran pola angin dan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Hal ini sering kali berujung pada kekeringan, yang dapat memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air. Sebaliknya, La Niña ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin di Samudra Pasifik, yang meningkatkan curah hujan di Indonesia. Dampaknya bisa berupa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi rentan. Kedua fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan suhu laut dan atmosfer dapat memengaruhi iklim secara signifikan.
-
Soal
Perhatikan ilustrasi berikut.

Fenomena yang ditunjukkan dalam gambar berkontribusi terhadap perubahan pola iklim di Indonesia. Dampak utama dari fenomena ini adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban: B. Terjadinya musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya Penjelasan: Fenomena El Niño dan La Niña memang memiliki dampak besar terhadap pola iklim di Indonesia. El Niño menyebabkan musim kemarau yang lebih panjang karena pergeseran pola angin dan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. Hal ini sering kali berujung pada kekeringan, yang dapat memengaruhi sektor pertanian dan ketersediaan air. Sebaliknya, La Niña ditandai dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin di Samudra Pasifik, yang meningkatkan curah hujan di Indonesia. Dampaknya bisa berupa bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi rentan. Kedua fenomena ini menunjukkan bagaimana perubahan suhu laut dan atmosfer dapat memengaruhi iklim secara signifikan.
-
Soal
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Permukaan air laut meningkat. 2. Habitat pesisir mengalami kerusakan. 3. Suhu global terus meningkat. 4. Keanekaragaman hayati laut menurun. 5. Gangguan produksi pangan semakin meluas. Dampak dari fenomena pemanasan global dapat dilihat pada peristiwa yang ditunjukkan oleh nomor?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. (1), (3), dan (5) Penjelasan: Pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu rata-rata di bumi, yang berdampak pada naiknya permukaan air laut akibat mencairnya es di kutub. Selain itu, suhu yang terus meningkat mempercepat perubahan iklim yang berujung pada ketidakstabilan ekosistem, termasuk gangguan produksi pangan akibat perubahan pola hujan dan suhu ekstrem yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.
-
Soal
Perhatikan pernyataan berikut: 1. Permukaan air laut meningkat. 2. Habitat pesisir mengalami kerusakan. 3. Suhu global terus meningkat. 4. Keanekaragaman hayati laut menurun. 5. Gangguan produksi pangan semakin meluas. Dampak dari fenomena pemanasan global dapat dilihat pada peristiwa yang ditunjukkan oleh nomor?
Lihat pembahasan
Jawaban: B. (1), (3), dan (5) Penjelasan: Pemanasan global menyebabkan peningkatan suhu rata-rata di bumi akibat emisi gas rumah kaca yang terus meningkat. Salah satu dampaknya adalah naiknya permukaan air laut karena mencairnya es di kutub dan gletser. Peningkatan suhu ini juga mempercepat perubahan iklim yang memengaruhi kestabilan ekosistem global. Ketidakstabilan ini berdampak pada sektor pertanian, seperti gangguan produksi pangan akibat perubahan pola hujan. Suhu ekstrem juga memengaruhi pertumbuhan tanaman, sehingga mengancam ketahanan pangan di banyak wilayah. Oleh karena itu, mitigasi dan adaptasi terhadap pemanasan global sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan.
-
Soal
Apa alasan pesawat tidak dapat beroperasi dengan aman di lapisan troposfer?
Lihat pembahasan
Jawaban: A. Karena sering terjadi perubahan cuaca ekstrem dan turbulensi yang dapat mengganggu kestabilan penerbangan. Penjelasan: Lapisan troposfer merupakan bagian atmosfer yang paling dekat dengan permukaan bumi dan menjadi tempat terbentuknya berbagai fenomena cuaca seperti hujan, angin kencang, dan badai. Perubahan cuaca yang cepat serta turbulensi di lapisan ini membuat penerbangan menjadi tidak stabil dan berisiko. Oleh sebab itu, pesawat komersial biasanya terbang di stratosfer, di mana kondisi udara lebih stabil dan minim gangguan atmosfer.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp