Fitri Learning

LatihanKimia SMA Kelas 11

Bab 2: Harmoni Struktur Atom, Tatanan Periodik Unsur, dan Ikatan Kimia

Kimia SMA Kelas 11 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Seorang peneliti sedang mempelajari distribusi elektron dalam sebuah atom dengan menggunakan pendekatan teori mekanika gelombang. Peneliti tersebut menggunakan fungsi gelombang untuk memodelkan kemungkinan posisi elektron di sekitar inti atom. Ia menemukan bahwa untuk sebuah elektron dalam atom oksigen, probabilitas keberadaannya di dekat inti lebih tinggi di beberapa daerah tertentu dibandingkan yang lain. Peneliti juga mengamati bahwa bentuk orbital menyerupai struktur seperti dumbbell, sesuai dengan bilangan kuantum yang menjelaskannya. Berdasarkan teori atom mekanika gelombang, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan temuan peneliti tersebut?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Probabilitas keberadaan elektron dalam orbital atom ditentukan oleh nilai , yang disebut dengan densitas probabilitas. Pembahasan: 1. Teori Atom Mekanika Gelombang: - Teori ini menggambarkan elektron sebagai gelombang kuantum, bukan partikel yang bergerak dalam lintasan tertentu. Fungsi gelombang adalah solusi dari persamaan Schrödinger dan digunakan untuk menggambarkan keadaan elektron. - Nilai memberikan informasi tentang densitas probabilitas, yaitu kemungkinan menemukan elektron pada posisi tertentu di ruang. 2. Probabilitas dan Bentuk Orbital: - Elektron tidak memiliki posisi pasti tetapi memiliki kemungkinan tertentu untuk ditemukan di daerah tertentu. - Untuk orbital , bentuknya menyerupai dumbbell, dan ini menggambarkan daerah probabilitas tinggi tempat elektron dapat ditemukan. 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. Elektron tidak bergerak dalam lintasan lingkaran teratur, karena ini adalah konsep dari teori atom Bohr, yang telah digantikan oleh mekanika gelombang. - B: Salah. Fungsi gelombang tidak menunjukkan jalur pasti elektron tetapi menunjukkan kemungkinan keberadaannya. - C: Benar. Nilai digunakan untuk menentukan probabilitas keberadaan elektron, sesuai dengan temuan dalam studi kasus. - D: Salah. Bentuk orbital menunjukkan probabilitas tinggi di dua daerah, tetapi ini tidak berarti elektron hanya berada di sana; elektron dapat ditemukan di mana saja, meski dengan probabilitas lebih rendah. - E: Salah. Teori mekanika gelombang memberikan informasi tentang probabilitas posisi elektron dan juga energinya.

  2. Soal

    Seorang guru memberikan tugas kepada siswa untuk menganalisis dua model atom yang berbeda: model atom Bohr dan model atom mekanika gelombang. Guru menjelaskan bahwa kedua teori ini memberikan pandangan yang sangat berbeda tentang bagaimana elektron bergerak di sekitar inti atom. Sebagai bagian dari tugas, siswa diminta untuk menjelaskan perbedaan utama antara kedua teori tersebut dengan menggunakan contoh gas hidrogen. Salah satu siswa mencatat bahwa dalam model atom Bohr, elektron digambarkan bergerak dalam lintasan melingkar dengan energi tertentu di sekitar inti atom. Sebaliknya, dalam model mekanika gelombang, elektron digambarkan sebagai gelombang probabilitas yang tersebar dalam ruang tiga dimensi di sekitar inti atom. Selain itu, siswa tersebut juga mencatat bahwa model Bohr dapat menjelaskan spektrum garis hidrogen, tetapi gagal menjelaskan spektrum elemen yang lebih kompleks. Berdasarkan perbandingan antara teori atom Bohr dan teori atom mekanika gelombang, manakah pernyataan berikut yang paling tepat?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Teori atom mekanika gelombang memperkenalkan fungsi gelombang untuk menentukan probabilitas keberadaan elektron, tidak seperti teori Bohr yang menggunakan lintasan terkuantisasi. Pembahasan: 1. Teori Atom Bohr: - Bohr menggambarkan elektron bergerak dalam lintasan melingkar yang terkuantisasi di sekitar inti atom. - Model ini berhasil menjelaskan spektrum garis hidrogen tetapi gagal menjelaskan spektrum elemen yang lebih kompleks karena tidak mempertimbangkan interaksi elektron-elektron dalam atom multi-elektron. 2. Teori Atom Mekanika Gelombang: - Dalam mekanika gelombang, elektron dianggap sebagai gelombang probabilitas. - Fungsi gelombang digunakan untuk menghitung densitas probabilitas keberadaan elektron (). - Teori ini memberikan penjelasan yang lebih akurat untuk spektrum semua elemen karena mempertimbangkan sifat gelombang dan partikel elektron. 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. Model Bohr hanya akurat untuk atom hidrogen; mekanika gelombang lebih akurat untuk semua elemen. - B: Salah. Dalam mekanika gelombang, elektron tidak memiliki lintasan pasti; yang dihitung adalah probabilitas keberadaannya. - C: Benar. Fungsi gelombang adalah ciri khas teori mekanika gelombang, yang membedakannya dari teori Bohr yang menggunakan lintasan tetap. - D: Salah. Mekanika gelombang lebih akurat dibandingkan Bohr untuk elemen dengan banyak elektron. - E: Salah. Teori Bohr tidak memberikan gambaran bentuk orbital seperti ; ini adalah hasil dari mekanika gelombang.

  3. Soal

    Seorang ilmuwan sedang mempelajari konfigurasi elektron atom sulfur (16S) menggunakan teori bilangan kuantum. Dari hasil eksperimen, diketahui bahwa elektron terakhir sulfur berada di subkulit 3p, yang menunjukkan bahwa elektron ini memiliki sifat-sifat tertentu sesuai bilangan kuantum utama (), azimut (), magnetik (), dan spin (). Elektron ini merupakan salah satu dari empat elektron dalam subkulit , yang masing-masing mengikuti aturan pengisian orbital. Sebagai bagian dari studi, ilmuwan tersebut mencatat bahwa: 1. Elektron dalam subkulit akan mengisi orbital dengan cara yang memaksimalkan jumlah elektron tidak berpasangan terlebih dahulu (sesuai aturan Hund). 2. Elektron hanya akan berpasangan setelah setiap orbital memiliki satu elektron. 3. Elektron terakhir dalam konfigurasi sulfur menempati orbital dengan sifat tertentu. Berdasarkan aturan bilangan kuantum dan pengisian elektron, manakah set bilangan kuantum berikut yang paling tepat menggambarkan elektron terakhir atom sulfur?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Sulfur (16S): - Nomor atom sulfur adalah 16, sehingga konfigurasi elektron adalah: - Elektron terakhir berada di subkulit , yang memiliki 3 orbital () dan dapat menampung maksimal 6 elektron. 2. Aturan Hund: - Untuk subkulit , elektron akan diisi satu per satu ke masing-masing orbital () dengan spin terlebih dahulu. - Setelah setiap orbital memiliki satu elektron, elektron keempat akan berpasangan di orbital dengan spin . 3. Bilangan Kuantum Elektron Terakhir: - Elektron terakhir (elektron ke-16) adalah elektron keempat di subkulit . - Nilai bilangan kuantum untuk elektron terakhir adalah: - Bilangan Kuantum Utama (): Elektron berada di kulit ketiga (). - Bilangan Kuantum Azimut (): Subkulit memiliki . - Bilangan Kuantum Magnetik (): Elektron terakhir menempati orbital , di mana sudah ada satu elektron dengan spin . - Bilangan Kuantum Spin (): Karena ini adalah elektron kedua di orbital , spin-nya adalah . 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A (): Salah, ini untuk elektron pertama di orbital . - B (): Salah, ini untuk elektron ketiga di orbital , bukan elektron terakhir. - C (): Benar, ini adalah set bilangan kuantum untuk elektron terakhir sulfur. - D (): Salah, mengacu pada subkulit , bukan . - E (): Salah, elektron terakhir tidak berada di kulit kedua ().

  4. Soal

    Seorang siswa sedang mempelajari atom dan struktur elektron. Ia membaca bahwa setiap elektron dalam sebuah atom dapat dijelaskan oleh empat bilangan kuantum: bilangan kuantum utama (), bilangan kuantum azimut (), bilangan kuantum magnetik (), dan bilangan kuantum spin (). Siswa tersebut mencoba memahami bagaimana setiap bilangan kuantum ini digunakan untuk mendeskripsikan posisi dan sifat elektron dalam atom. Siswa tersebut mencatat beberapa informasi dasar: 1. Bilangan kuantum utama () menunjukkan tingkat energi elektron dan jaraknya dari inti atom. 2. Bilangan kuantum azimut () menentukan bentuk orbital, dan nilainya bergantung pada nilai . 3. Bilangan kuantum magnetik () menjelaskan orientasi orbital dalam ruang, bergantung pada nilai . 4. Bilangan kuantum spin () menunjukkan arah rotasi elektron, dengan hanya dua kemungkinan nilai ( atau ). Berdasarkan pengetahuan ini, manakah pernyataan berikut yang benar tentang keempat bilangan kuantum?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Bilangan kuantum magnetik () memiliki nilai berkisar dari hingga . Pembahasan: 1. Bilangan Kuantum Utama (): - Bilangan ini menunjukkan tingkat energi elektron dan jaraknya dari inti atom. Pernyataan dalam pilihan A salah karena orientasi orbital ditentukan oleh , bukan . 2. Bilangan Kuantum Azimut (): - Nilai menentukan bentuk orbital () dan berkisar dari hingga . Pilihan B salah karena nilai tidak pernah melebihi . 3. Bilangan Kuantum Magnetik (): - Nilai bergantung pada dan berkisar dari hingga . Pilihan C benar, karena ini adalah definisi yang tepat untuk . 4. Bilangan Kuantum Spin (): - Nilai hanya bisa atau . Pilihan D salah karena tidak pernah bernilai . 5. Hubungan Azimut () dan Jarak Orbital: - Pilihan E salah karena menentukan bentuk orbital, bukan jaraknya dari inti atom. Jarak ditentukan oleh .

  5. Soal

    Natrium (11Na) memiliki konfigurasi elektron . Elektron terakhirnya berada di subkulit , yang dapat dijelaskan dengan satu set bilangan kuantum (, , , ). Manakah dari set bilangan kuantum berikut yang tepat menggambarkan elektron terakhir pada atom Natrium?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Pembahasan: 1. Analisis Konfigurasi Elektron: - Natrium memiliki konfigurasi elektron . Elektron terakhirnya berada di subkulit , yang berada pada kulit ke-3 () dan subkulit (). 2. Bilangan Kuantum Utama (): - Elektron terakhir berada di kulit ke-3. Jadi, . 3. Bilangan Kuantum Azimut (): - Subkulit memiliki nilai . 4. Bilangan Kuantum Magnetik (): - Untuk , hanya ada satu orientasi orbital, yaitu . 5. Bilangan Kuantum Spin (): - Elektron terakhir adalah elektron pertama di orbital , sehingga memiliki spin . 6. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah, mengacu pada subkulit , bukan . - B: Salah, tidak sesuai, karena elektron terakhir berada di kulit ke-3. - C: Salah, spin tidak sesuai karena elektron terakhir memiliki spin . - D: Benar, , , , adalah bilangan kuantum yang benar untuk elektron terakhir. - E: Salah, mengacu pada subkulit , bukan .

  6. Soal

    Klorin (Cl) memiliki nomor atom 17, yang berarti atom klorin memiliki 17 elektron untuk diatur ke dalam orbital sesuai prinsip Aufbau. Manakah konfigurasi elektron yang benar untuk atom klorin?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pembahasan: 1. Nomor Atom Klorin: - Klorin memiliki nomor atom 17, yang berarti atom klorin memiliki 17 elektron. 2. Prinsip Aufbau (Pengisian Elektron): - Elektron diisi ke dalam orbital berdasarkan urutan energi orbital dari yang paling rendah ke yang lebih tinggi, yaitu: - Untuk 17 elektron: - 2 elektron mengisi orbital : . - 2 elektron mengisi orbital : . - 6 elektron mengisi orbital : . - 2 elektron mengisi orbital : . - 5 elektron mengisi orbital : . 3. Konfigurasi Elektron Klorin: - Konfigurasi elektron yang benar adalah: 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Benar, konfigurasi ini mencakup seluruh 17 elektron dengan urutan yang sesuai. - B: Salah, menunjukkan satu elektron lebih banyak (18 elektron, bukan 17). - C: Salah, menunjukkan satu elektron kurang di subkulit . - D: Salah, menunjukkan terlalu sedikit elektron di subkulit . - E: Salah, salah karena memiliki 2 elektron, bukan 1.

  7. Soal

    Berdasarkan soal nomor 6 di atas, 17Cl, manakah bilangan kuantum utama () dan bilangan kuantum azimut () yang tepat untuk elektron terakhir?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Bilangan Kuantum Utama (): - Bilangan kuantum utama () menunjukkan kulit tempat elektron berada. - Elektron terakhir klorin berada di subkulit , yang berarti elektron tersebut berada di kulit ke-3. - Maka, . 2. Bilangan Kuantum Azimut (): - Bilangan kuantum azimut () menentukan bentuk orbital. Nilai bergantung pada jenis subkulit: - Subkulit : - Subkulit : - Subkulit : - Subkulit : - Karena elektron terakhir klorin berada di subkulit , maka . 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A (): Salah, elektron terakhir tidak berada di kulit ke-2 (). - B (): Salah, adalah untuk subkulit , bukan . - C (): Benar, ini sesuai dengan elektron terakhir di subkulit . - D (): Salah, ini merujuk pada subkulit , bukan elektron terakhir. - E (): Salah, mengacu pada subkulit , bukan .

  8. Soal

    Berdasarkan jawaban soal nomor 7 di atas, tentukan bilangan kuantum magnetik () dan bilangan kuantum spin () untuk elektron terakhir!

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Subkulit : - Subkulit memiliki tiga orbital dengan nilai , , dan . - Elektron diisi sesuai aturan Hund: - Elektron pertama mengisi dengan . - Elektron kedua mengisi dengan . - Elektron ketiga mengisi dengan . - Elektron keempat mulai berpasangan di orbital dengan . - Elektron kelima (elektron terakhir) mengisi orbital dengan . 2. Bilangan Kuantum Magnetik (): - Elektron terakhir mengisi orbital . 3. Bilangan Kuantum Spin (): - Elektron terakhir memiliki spin (karena panah mengarah ke bawah). 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A (): Salah, ini untuk elektron ketiga pada subkulit . - B (): Salah, ini untuk elektron kedua pada subkulit . - C (): Benar, ini adalah bilangan kuantum yang sesuai untuk elektron terakhir. - D (): Salah, ini untuk elektron pertama pada subkulit . - E (): Salah, ini tidak relevan untuk elektron terakhir.

  9. Soal

    Diagram orbital atom Ca (Nomor Atom = 20) yang benar adalah?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B

    Gambar soal

    Pembahasan: 1. Bilangan Kuantum Utama (): - Elektron terakhir berada di kulit ke-4, maka . 2. Bilangan Kuantum Azimut (): - Subkulit memiliki nilai , karena sesuai dengan bentuk orbital (bulat). 3. Bilangan Kuantum Magnetik (): - Untuk , hanya ada satu orientasi orbital, yaitu . 4. Bilangan Kuantum Spin (): - Elektron terakhir adalah elektron kedua di orbital . - Sesuai aturan Hund dan Larangan Pauli, spin-nya adalah (panah ke bawah). Kesimpulan: Jawaban yang benar adalah B, karena subkulit memiliki , maka hanya ada satu orientasi orbital (). Elektron terakhir adalah elektron kedua di orbital , dan sesuai dengan aturan Hund, spin-nya adalah

  10. Soal

    Diagram orbital atom Ca (Nomor Atom = 20) yang benar adalah?

    Gambar soal
    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B

    Gambar soal

    Pembahasan: 1. Bilangan Kuantum Utama (): - Elektron terakhir berada di kulit ke-4, maka . 2. Bilangan Kuantum Azimut (): - Subkulit memiliki nilai , karena sesuai dengan bentuk orbital (bulat). 3. Bilangan Kuantum Magnetik (): - Untuk , hanya ada satu orientasi orbital, yaitu . 4. Bilangan Kuantum Spin (): - Elektron terakhir adalah elektron kedua di orbital . - Sesuai aturan Hund dan Larangan Pauli, spin-nya adalah (panah ke bawah). Kesimpulan: Jawaban yang benar adalah B, karena subkulit memiliki , maka hanya ada satu orientasi orbital (). Elektron terakhir adalah elektron kedua di orbital , dan sesuai dengan aturan Hund, spin-nya adalah

  11. Soal

    Seorang siswa sedang mempelajari pengisian elektron pada atom menggunakan Prinsip Aufbau. Dia memahami bahwa elektron mengisi orbital dari energi terendah ke energi yang lebih tinggi. Siswa tersebut diminta untuk menentukan konfigurasi elektron atom besi (26Fe) dengan menggunakan prinsip ini. Ketika siswa menyusun konfigurasi, ia mencatat bahwa urutan energi orbital adalah . Namun, dalam pengisian elektron untuk besi, siswa bingung pada subkulit dan . Dia membaca bahwa meskipun orbital diisi lebih dulu daripada , elektron dapat dilepaskan lebih mudah dibandingkan elektron ketika atom berubah menjadi ion. Pertanyaan: Berdasarkan Prinsip Aufbau, manakah pernyataan berikut yang benar tentang pengisian elektron pada atom besi (26Fe)?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Elektron mengisi orbital sebelum karena energi lebih rendah saat orbital kosong. Pembahasan: 1. Prinsip Aufbau: - Prinsip Aufbau menyatakan bahwa elektron mengisi orbital berdasarkan tingkat energi, dari yang terendah ke yang lebih tinggi. - Urutan energi orbital untuk atom besi adalah: . 2. Pengisian Elektron pada Besi: - Besi memiliki nomor atom 26, sehingga konfigurasi elektronnya adalah: - Elektron diisi sebelum karena orbital memiliki energi lebih rendah saat kosong. 3. Elektron dalam Ion Besi: - Ketika atom besi menjadi ion (), elektron dari orbital akan dilepaskan lebih dulu karena energi orbital menjadi lebih tinggi daripada setelah pengisian. 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. Elektron tidak diisi lebih dulu daripada . - B: Benar. Elektron mengisi lebih dahulu karena energi lebih rendah saat orbital kosong. - C: Salah. Energi lebih rendah hanya ketika orbital kosong, tetapi menjadi lebih tinggi daripada setelah terisi. - D: Salah. Elektron dan tidak diisi bersamaan; diisi lebih dahulu. - E: Salah. Elektron selalu diisi sebelum , sesuai urutan Aufbau.

  12. Soal

    Seorang siswa sedang mempelajari pengisian elektron pada atom menggunakan Prinsip Aufbau. Dia memahami bahwa elektron mengisi orbital dari energi terendah ke energi yang lebih tinggi. Siswa tersebut diminta untuk menentukan konfigurasi elektron atom besi (26Fe) dengan menggunakan prinsip ini. Ketika siswa menyusun konfigurasi, ia mencatat bahwa urutan energi orbital adalah . Namun, dalam pengisian elektron untuk besi, siswa bingung pada subkulit dan . Dia membaca bahwa meskipun orbital diisi lebih dulu daripada , elektron dapat dilepaskan lebih mudah dibandingkan elektron ketika atom berubah menjadi ion. Berdasarkan Prinsip Aufbau, manakah pernyataan berikut yang benar tentang pengisian elektron pada atom besi (26Fe)?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Elektron mengisi orbital sebelum karena energi lebih rendah saat orbital kosong. Pembahasan: 1. Prinsip Aufbau: - Prinsip Aufbau menyatakan bahwa elektron mengisi orbital berdasarkan tingkat energi, dari yang terendah ke yang lebih tinggi. - Urutan energi orbital untuk atom besi adalah: . 2. Pengisian Elektron pada Besi: - Besi memiliki nomor atom 26, sehingga konfigurasi elektronnya adalah: - Elektron diisi sebelum karena orbital memiliki energi lebih rendah saat kosong. 3. Elektron dalam Ion Besi: - Ketika atom besi menjadi ion (), elektron dari orbital akan dilepaskan lebih dulu karena energi orbital menjadi lebih tinggi daripada setelah pengisian. 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. Elektron tidak diisi lebih dulu daripada . - B: Benar. Elektron mengisi lebih dahulu karena energi lebih rendah saat orbital kosong. - C: Salah. Energi lebih rendah hanya ketika orbital kosong, tetapi menjadi lebih tinggi daripada setelah terisi. - D: Salah. Elektron dan tidak diisi bersamaan; diisi lebih dahulu. - E: Salah. Elektron selalu diisi sebelum , sesuai urutan Aufbau.

  13. Soal

    Atom mangan (25Mn) memiliki nomor atom 25, yang berarti terdapat 25 elektron dalam atom netral. Konfigurasi elektron atom mangan dapat ditulis dalam bentuk lengkap maupun singkat sesuai Prinsip Aufbau, yang menyatakan bahwa elektron akan mengisi orbital dari energi terendah ke energi lebih tinggi. Manakah penyingkatan konfigurasi elektron yang benar untuk atom mangan?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Lengkap untuk 25Mn: - Urutan pengisian elektron berdasarkan Prinsip Aufbau adalah: . - Ini menunjukkan bahwa elektron terakhir mangan berada di subkulit dan . 2. Penyingkatan Konfigurasi Elektron: - Gas mulia sebelum mangan adalah argon (), dengan konfigurasi elektron: . - Elektron di luar inti argon adalah . - Penyingkatan konfigurasi elektron mangan menjadi: . 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. Menyusun konfigurasi sebelum gas mulia tidak sesuai dengan penyingkatan. - B: Salah. hanya mencakup hingga dan tidak cukup untuk menyusun elektron mangan. - C: Benar. adalah konfigurasi singkat yang tepat sesuai dengan Prinsip Aufbau. - D: Salah. adalah gas mulia setelah argon, yang tidak relevan untuk mangan. - E: Salah. menunjukkan kelebihan elektron pada subkulit , yang seharusnya .

  14. Soal

    Stronsium (38Sr) memiliki nomor atom 38, yang berarti atom ini memiliki 38 elektron dalam keadaan netral. Konfigurasi elektron stronsium dapat ditulis dalam bentuk lengkap maupun singkat. Manakah penyingkatan konfigurasi elektron yang benar untuk atom stronsium (38Sr)?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Lengkap untuk 38Sr: - Elektron pada stronsium diisi sesuai Prinsip Aufbau (mengisi dari energi terendah ke tertinggi): 2. Penyingkatan Konfigurasi Elektron: - Gas mulia sebelum stronsium adalah krypton (), dengan konfigurasi: - Elektron di luar inti krypton adalah . - Maka, penyingkatan konfigurasi elektron untuk stronsium adalah: 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Benar. adalah konfigurasi singkat yang benar untuk stronsium. - B: Salah. Konfigurasi ini mencakup detail dari krypton tetapi bukan bentuk singkat yang diminta. - C: Salah. Urutan sebelum tidak sesuai dengan urutan energi orbital. - D: Salah. Konfigurasi ini keliru menambahkan , yang tidak ada pada stronsium. - E: Salah. hanya mencakup hingga , sehingga tidak mencakup krypton ().

  15. Soal

    Notasi unsur dilambangkan sebagai berikut: Konfigurasi elektron dan letak unsur pada tabel periodik modern secara berurutan adalah….

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. , Golongan II A, Periode 5 Pembahasan: 1. Menentukan Nomor Atom dan Konfigurasi Elektron: - Unsur memiliki nomor atom , sehingga terdapat 38 elektron dalam atom netral. - Konfigurasi elektron lengkap (mengikuti prinsip Aufbau): - Penyingkatan konfigurasi elektron: 2. Menentukan Letak dalam Tabel Periodik: - Periode: Elektron terluar berada di kulit , sehingga unsur ini berada di periode 5. - Golongan: Elektron terakhir berada di subkulit . Golongan ditentukan oleh jumlah elektron di subkulit (untuk blok s). Maka, unsur ini termasuk dalam Golongan II A (logam alkali tanah). 3. Identifikasi Unsur: - Unsur dengan adalah Stronsium (Sr). Analisis Pilihan Jawaban: - A: Benar. , Golongan II A, Periode 5 sesuai dengan konfigurasi elektron dan letak stronsium dalam tabel periodik. - B: Salah. Golongan III B adalah untuk unsur blok d, sedangkan menunjukkan blok s. - C: Salah. Konfigurasi ini terlalu lengkap dan tidak dalam bentuk singkat; golongannya benar tetapi tidak sesuai dengan soal. - D: Salah. adalah konfigurasi untuk unsur setelah stronsium, seperti kadmium (Cd). - E: Salah. menunjukkan unsur di golongan IV A, bukan untuk stronsium.

  16. Soal

    Bromin (35Br) memiliki nomor atom 35, yang berarti atom ini memiliki 35 elektron dalam keadaan netral. Konfigurasi elektron bromin dapat ditulis dalam bentuk lengkap maupun singkat. Manakah penyingkatan konfigurasi elektron yang benar untuk atom bromin?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Lengkap untuk 35Br: - Urutan pengisian elektron berdasarkan Prinsip Aufbau adalah: - Bromin memiliki total 35 elektron, sehingga konfigurasi elektron lengkapnya menunjukkan bahwa elektron terakhir berada di subkulit dengan . 2. Penyingkatan Konfigurasi Elektron: - Gas mulia sebelum bromin adalah argon (), dengan konfigurasi: - Elektron di luar inti argon adalah: - Penyingkatan konfigurasi elektron untuk bromin menjadi: 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Benar. adalah konfigurasi singkat yang benar untuk bromin. - B: Salah. mencakup konfigurasi hingga , sehingga tidak sesuai untuk . - C: Salah. tidak sesuai karena subkulit harus penuh dengan . - D: Salah. mencakup unsur periode 5, sedangkan bromin berada di periode 4. - E: Salah. menunjukkan konfigurasi elektron setelah bromin (untuk , yaitu kripton).

  17. Soal

    Seorang siswa sedang mempelajari konfigurasi elektron untuk beberapa unsur transisi dalam tabel periodik. Dia membaca bahwa unsur-unsur tertentu menunjukkan penyimpangan dari aturan Aufbau untuk mencapai keadaan energi yang lebih stabil. Misalnya, unsur kromium (24Cr) dan tembaga (29Cu) memiliki konfigurasi elektron yang berbeda dari yang diharapkan karena kestabilan subkulit setengah penuh dan penuh. Manakah pernyataan berikut yang benar mengenai penyimpangan dari aturan Aufbau?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Cromium (24Cr) memiliki konfigurasi elektron karena subkulit lebih stabil dalam keadaan setengah penuh. Pembahasan: 1. Penyimpangan dalam Konfigurasi Elektron: - Beberapa unsur transisi, seperti kromium (24Cr) dan tembaga (29Cu), menunjukkan penyimpangan dari aturan Aufbau karena kestabilan subkulit penuh () atau setengah penuh (). - Penyimpangan ini terjadi karena energi konfigurasi semacam ini lebih rendah dibandingkan konfigurasi "standar" yang diprediksi oleh aturan Aufbau. 2. Analisis Penyimpangan pada Unsur Tertentu: - Kromium (24Cr): Konfigurasi yang diharapkan adalah , tetapi yang sebenarnya adalah . Ini terjadi karena subkulit lebih stabil dalam keadaan setengah penuh. - Tembaga (29Cu): Konfigurasi yang diharapkan adalah , tetapi yang sebenarnya adalah . Ini terjadi karena subkulit lebih stabil dalam keadaan penuh. 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Benar. Kromium memiliki konfigurasi karena lebih stabil dalam keadaan setengah penuh. - B: Salah. Tembaga memiliki konfigurasi , bukan . - C: Salah. Penyimpangan konfigurasi elektron hanya umum terjadi pada unsur transisi, bukan golongan utama. - D: Salah. Penyimpangan terjadi pada beberapa unsur transisi, seperti kromium dan tembaga. - E: Salah. Cobalt (27Co) memiliki konfigurasi normal , tanpa penyimpangan.

  18. Soal

    Tembaga (29Cu) adalah salah satu unsur transisi yang menunjukkan penyimpangan dari aturan Aufbau dalam konfigurasi elektronnya. Manakah konfigurasi elektron yang benar untuk atom tembaga (29Cu)?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Pembahasan: 1. Nomor Atom dan Konfigurasi Elektron: - Tembaga memiliki nomor atom , artinya memiliki 29 elektron dalam keadaan netral. - Sesuai aturan Aufbau, elektron akan mengisi orbital dengan energi terendah terlebih dahulu: . - Namun, tembaga adalah salah satu unsur yang mengalami penyimpangan dari aturan Aufbau. 2. Penyimpangan pada Tembaga: - Penyimpangan terjadi karena subkulit penuh (3) lebih stabil daripada konfigurasi standar . - Oleh karena itu, konfigurasi elektron tembaga yang sebenarnya adalah: 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. adalah konfigurasi berdasarkan aturan Aufbau standar, tetapi tidak mencerminkan penyimpangan tembaga. - B: Benar. mencerminkan penyimpangan, dengan lebih stabil. - C: Salah. tidak mencerminkan penyimpangan, karena hanya yang benar untuk tembaga. - D: Salah. tidak mencerminkan yang lebih stabil. - E: Salah. salah karena tidak mencakup .

  19. Soal

    Oksigen () adalah unsur non-logam dengan nomor atom 8, yang artinya atom netral oksigen memiliki 8 elektron. Ketika oksigen membentuk ion , ia menerima 2 elektron tambahan. Manakah konfigurasi elektron yang benar untuk ion ?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Netral Oksigen (): - Oksigen memiliki nomor atom 8, sehingga konfigurasi elektronnya adalah: - Ini menunjukkan bahwa oksigen memiliki 2 elektron di subkulit , 2 elektron di subkulit , dan 4 elektron di subkulit . 2. Ion Oksigen (): - Ion memiliki 2 elektron tambahan, sehingga total elektronnya menjadi . - Dengan 10 elektron, konfigurasi elektron ion adalah: - Semua orbital di kulit kedua ( dan ) kini terisi penuh. 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A (): Salah, ini adalah konfigurasi elektron untuk atom netral oksigen, bukan ion . - B (): Salah, konfigurasi ini hanya menambahkan 1 elektron ke atom netral oksigen. - C (): Benar, konfigurasi ini mencerminkan penambahan 2 elektron untuk ion . - D (): Salah, subkulit tidak mungkin memiliki 1 elektron di oksigen netral atau ion. - E (): Salah, ini mencerminkan konfigurasi oksigen dengan kehilangan elektron, bukan penambahan.

  20. Soal

    Besi () adalah unsur transisi dengan nomor atom 26, yang berarti atom netralnya memiliki 26 elektron. Ketika besi membentuk ion , ia kehilangan 3 elektron. Manakah konfigurasi elektron yang benar untuk ion ?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Netral Fe: - Atom netral besi () memiliki 26 elektron. Konfigurasi elektronnya adalah: - Subkulit terisi sebelum sesuai Prinsip Aufbau. 2. Pembentukan Ion : - Ketika besi membentuk ion , ia kehilangan 3 elektron. - Elektron dilepaskan dari subkulit dengan energi tertinggi terlebih dahulu: - 2 elektron dari subkulit , dan - 1 elektron dari subkulit . - Konfigurasi elektron untuk menjadi: 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A: Salah. tidak boleh ada dalam konfigurasi , karena elektron dilepaskan terlebih dahulu. - B: Salah. Konfigurasi ini salah karena tetap terisi, padahal elektron hilang duluan. - C: Benar. adalah konfigurasi elektron yang benar untuk . - D: Salah. menunjukkan hilangnya terlalu banyak elektron dari , tidak sesuai untuk . - E: Salah. menunjukkan adanya satu elektron di subkulit , yang tidak benar untuk .

  21. Soal

    Atom selenium () memiliki nomor atom 34, sehingga atom ini memiliki 34 elektron dalam keadaan netral. Elektron akan diatur ke dalam subkulit sesuai dengan prinsip Aufbau. Pertanyaan: Berdasarkan konfigurasi elektron, manakah periode dan golongan yang benar untuk atom ? Jelaskan juga cara penentuan golongan A atau B berdasarkan subkulit.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Periode 4, Golongan VI A Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Selenium: - Nomor atom selenium adalah 34, sehingga konfigurasi elektronnya adalah: - Dalam konfigurasi ini: - Subkulit dan berada pada kulit utama ke-4 (). Oleh karena itu, periode selenium adalah 4. 2. Cara Penentuan Golongan A atau B: - Golongan A: Unsur yang memiliki elektron valensi di subkulit dan masuk ke dalam golongan A. Jumlah elektron di subkulit dan menentukan nomor golongan: Golongan A = Jumlah elektron di Untuk selenium: - Elektron valensi = . - Oleh karena itu, selenium berada di Golongan VI A. - Golongan B: Unsur yang memiliki elektron valensi di subkulit (blok d) masuk ke dalam golongan B. Jumlah elektron di subkulit dan menentukan nomor golongan: Golongan B = Jumlah elektron di Karena selenium tidak memiliki elektron valensi di subkulit , maka selenium bukan bagian dari golongan B. 3. Analisis Pilihan Jawaban: - A (Periode 4, Golongan VI A): Benar. Periode 4 karena kulit utama ke-4 terisi, dan Golongan VI A karena selenium memiliki 6 elektron valensi. - B (Periode 5, Golongan VI A): Salah. Selenium berada di periode 4, bukan periode 5. - C (Periode 4, Golongan V B): Salah. Golongan V B adalah untuk unsur blok d, sedangkan selenium adalah unsur blok p. - D (Periode 4, Golongan VII A): Salah. Selenium memiliki 6 elektron valensi, bukan 7. - E (Periode 5, Golongan IV A): Salah. Periode dan golongan ini tidak sesuai dengan konfigurasi elektron selenium.

  22. Soal

    Atom selenium () memiliki nomor atom 34, sehingga atom ini memiliki 34 elektron dalam keadaan netral. Elektron akan diatur ke dalam subkulit sesuai dengan prinsip Aufbau. Pertanyaan: Berdasarkan konfigurasi elektron, manakah periode dan golongan yang benar untuk atom ? Jelaskan juga cara penentuan golongan A atau B berdasarkan subkulit.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Periode 4, Golongan VI A Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Selenium (): Untuk menentukan periode dan golongan, kita pertama-tama menuliskan konfigurasi elektron selenium berdasarkan Prinsip Aufbau. Konfigurasi elektronnya adalah: - Elektron terakhir berada di subkulit , yang merupakan kulit utama keempat (). - Oleh karena itu, selenium berada di periode 4. 2. Penentuan Golongan: Golongan ditentukan berdasarkan jumlah elektron valensi (elektron di subkulit dan pada kulit terluar). - Elektron valensi selenium adalah: - Jumlah elektron valensi: - Dengan 6 elektron valensi, selenium termasuk dalam Golongan VI A (16 dalam tabel periodik modern). 3. Penentuan Golongan A atau B Berdasarkan Subkulit: - Golongan A (Blok dan ): - Unsur dalam Golongan A memiliki elektron valensi di subkulit dan . Jumlah elektron valensi menentukan nomor golongan. - Selenium memiliki elektron valensi di dan , sehingga termasuk dalam Golongan VI A. - Golongan B (Blok ): - Unsur dalam Golongan B memiliki elektron valensi di subkulit dan . Jumlah elektron di kedua subkulit ini menentukan nomor golongan. - Selenium tidak memiliki elektron valensi di subkulit , sehingga tidak termasuk dalam Golongan B.

  23. Soal

    Atom perak () memiliki nomor atom 47, yang berarti atom ini memiliki 47 elektron dalam keadaan netral. Elektron akan diatur ke dalam subkulit sesuai dengan prinsip Aufbau. Berdasarkan konfigurasi elektron, manakah periode dan golongan yang benar untuk atom ?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Periode 5, Golongan I B Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Perak (): - Urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau: - Elektron terakhir berada di subkulit setelah pengisian subkulit . 2. Penentuan Periode: - Periode ditentukan oleh angka kulit utama () tempat elektron terakhir berada. - Elektron terakhir perak berada di subkulit , sehingga perak berada di Periode 5. 3. Penentuan Golongan: - Unsur Blok d (Golongan B): - Perak adalah unsur transisi (blok d) karena memiliki elektron di subkulit . - Jumlah elektron di subkulit dan menentukan nomor golongan: Golongan B = Elektron di subkulit - Untuk perak: - Subkulit : 10 elektron. - Subkulit : 1 elektron. - Total = . - Nomor golongan = I B (Golongan 11 dalam tabel periodik modern). 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A (Periode 4, Golongan I B): Salah. Periode harus 5 karena elektron terakhir berada di . - B (Periode 5, Golongan II B): Salah. Golongan II B (Golongan 12) memiliki , bukan 11. - C (Periode 5, Golongan I B): Benar. Periode 5 karena , dan Golongan I B karena . - D (Periode 4, Golongan II B): Salah. Periode dan golongan tidak sesuai konfigurasi elektron perak. - E (Periode 5, Golongan III B): Salah. Golongan III B (Golongan 3) berlaku untuk , bukan 11.

  24. Soal

    Atom perak () memiliki nomor atom 47, yang berarti atom ini memiliki 47 elektron dalam keadaan netral. Elektron akan diatur ke dalam subkulit sesuai dengan prinsip Aufbau. Berdasarkan konfigurasi elektron, manakah periode dan golongan yang benar untuk atom ?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Periode 5, Golongan I B Pembahasan: 1. Konfigurasi Elektron Atom Perak (): Urutan pengisian elektron mengikuti prinsip Aufbau: - Elektron terakhir berada di subkulit setelah pengisian subkulit . 2. Penentuan Periode: - Periode ditentukan oleh angka kulit utama () tempat elektron terakhir berada. - Elektron terakhir perak berada di subkulit , sehingga perak berada di Periode 5. 3. Penentuan Golongan: Unsur Blok (Golongan B): - Perak adalah unsur transisi (blok ) karena memiliki elektron di subkulit . - Jumlah elektron di subkulit dan menentukan nomor golongan: Untuk perak: - Subkulit : 10 elektron. - Subkulit : 1 elektron. - Nomor golongan = I B (Golongan 11 dalam tabel periodik modern). 4. Analisis Pilihan Jawaban: - A (Periode 4, Golongan I B): Salah. Periode harus 5 karena elektron terakhir berada di . - B (Periode 5, Golongan II B): Salah. Golongan II B (Golongan 12) memiliki , bukan 11. - C (Periode 5, Golongan I B): Benar. Periode 5 karena , dan Golongan I B karena . - D (Periode 4, Golongan II B): Salah. Periode dan golongan tidak sesuai dengan konfigurasi elektron perak. - E (Periode 5, Golongan III B): Salah. Golongan III B (Golongan 3) berlaku untuk , bukan 11.

  25. Soal

    Energi ionisasi adalah energi minimum yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari atom netral dalam keadaan gas. Energi ionisasi menunjukkan seberapa kuat elektron terikat pada inti atom. Berdasarkan hal tersebut, perhatikan beberapa pernyataan berikut: Pernyataan: 1. Energi ionisasi selalu meningkat seiring bertambahnya nomor atom dalam satu periode. 2. Unsur logam alkali memiliki energi ionisasi yang lebih rendah dibandingkan logam alkali tanah. 3. Energi ionisasi kedua suatu atom selalu lebih besar daripada energi ionisasi pertama. 4. Unsur dengan konfigurasi elektron penuh pada subkulit atau memiliki energi ionisasi yang lebih tinggi. 5. Dalam satu golongan, energi ionisasi meningkat dari bawah ke atas. Pertanyaan: Berdasarkan pernyataan di atas, manakah pilihan jawaban yang menunjukkan semua pernyataan benar?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 2, 3, 4, dan 5 Pembahasan: 1. Pernyataan 1: - Salah. Dalam satu periode, energi ionisasi tidak selalu meningkat secara sempurna. Ada penyimpangan pada unsur tertentu, seperti oksigen () yang memiliki energi ionisasi lebih rendah dari nitrogen () karena stabilitas konfigurasi setengah penuh pada . 2. Pernyataan 2: - Benar. Logam alkali (Golongan I A) memiliki energi ionisasi yang lebih rendah dibandingkan logam alkali tanah (Golongan II A), karena logam alkali hanya perlu kehilangan 1 elektron valensi untuk mencapai konfigurasi stabil. 3. Pernyataan 3: - Benar. Energi ionisasi kedua lebih besar karena elektron dilepaskan dari ion positif, yang memiliki gaya tarik lebih kuat terhadap elektron yang tersisa. 4. Pernyataan 4: - Benar. Unsur dengan konfigurasi elektron penuh pada subkulit atau , seperti gas mulia, memiliki energi ionisasi tinggi karena elektron sangat stabil. 5. Pernyataan 5: - Benar. Dalam satu golongan, energi ionisasi meningkat dari bawah ke atas karena jarak elektron valensi ke inti semakin kecil dan gaya tarik inti terhadap elektron semakin kuat.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →