-
Soal
Diketahui asam lemah memiliki konsentrasi awal 0,1 M dan mengalami ionisasi sebesar 10% dalam air. Berapakah nilai tetapan ionisasi asam () untuk ?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. Pembahasan: Tetapan ionisasi asam () untuk asam lemah dapat dihitung menggunakan rumus: Langkah 1: Tentukan Konsentrasi Ion Derajat ionisasi diberikan sebagai 10%, yang berarti: Konsentrasi ion yang terbentuk: Langkah 2: Menghitung
-
Soal
Diketahui asam lemah memiliki konsentrasi awal 0,1 M dan mengalami ionisasi sebesar 10% dalam air. Berapakah nilai tetapan ionisasi asam () untuk ?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: D. Pembahasan: Tetapan ionisasi asam () untuk asam lemah dapat dihitung menggunakan rumus: Langkah 1: Tentukan Konsentrasi Ion Derajat ionisasi diberikan sebagai 10%, yang berarti: Konsentrasi ion yang terbentuk: Langkah 2: Menghitung
-
Soal
Diketahui suatu larutan basa kuat MOH memiliki pH sebesar 11. Berapakah konsentrasi ion dalam larutan basa tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: D. M Pembahasan: Dalam larutan air, hubungan antara pH dan pOH diberikan oleh rumus: 1. Menentukan pOH Diketahui pH = 11, maka: 2. Menentukan Konsentrasi Ion Gunakan rumus hubungan antara pOH dan konsentrasi ion hidroksida : Jadi, konsentrasi ion dalam larutan adalah M.
-
Soal
Supaya pH campuran menjadi 7, berapa mL larutan NaOH 0,25 M yang harus dicampurkan dengan 120 mL larutan 0,2 M?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. 240 mL Pembahasan: 1. Menentukan mol ion dari Asam sulfat menghasilkan 2 ion per mole: Mol ion : 2. Menentukan mol ion dari menghasilkan 1 ion per mole: Mol ion : Misalkan volume yang diperlukan adalah mL atau L, maka: 3. Menentukan Volume Agar pH = 7 Agar pH larutan menjadi netral (pH = 7), maka jumlah mol harus sama dengan jumlah mol :
-
Soal
Supaya pH campuran menjadi 7, berapa mL larutan NaOH 0,25 M yang harus dicampurkan dengan 120 mL larutan 0,2 M?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: A. 192 mL Pembahasan: Untuk mencari volume larutan NaOH yang diperlukan, kita akan mengikuti langkah-langkah berikut: 1. Menghitung jumlah mol H₂SO₄ yang ada: 2. Menghitung jumlah mol NaOH yang diperlukan: Dari persamaan reaksi netralisasi: Diketahui bahwa 1 mol H₂SO₄ membutuhkan 2 mol NaOH, maka jumlah mol NaOH yang dibutuhkan adalah: 3. Menghitung volume larutan NaOH yang diperlukan: Dengan rumus:
-
Soal
Sebuah cuplikan yang mengandung (Mr = 94) dengan massa 15,7 g dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 1 L. Sebanyak 20 mL larutan tersebut dapat dinetralkan oleh 25 mL larutan 0,15 M. Berapakah kadar dalam cuplikan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. 80% Pembahasan: 1. Menentukan Mol dalam Cuplikan Mol dalam 1 L larutan: Reaksi disosiasi kalium oksida () dalam air: Dari reaksi ini, setiap 1 mol menghasilkan 2 mol , sehingga mol dalam 1 L larutan adalah: Karena total volume larutan adalah 1 L, maka konsentrasi ion dalam larutan: 2. Menentukan Mol dalam 20 mL Larutan Karena 20 mL larutan diambil dari 1 L, maka mol ion dalam 20 mL: 3. Menentukan Mol dari Reaksi disosiasi asam sulfat: Mol dalam 25 mL larutan dihitung dengan: Karena 1 mol menghasilkan 2 mol , maka: 4. Menentukan Persentase Kemurnian Ion yang seharusnya ada dalam 20 mL larutan murni adalah: \text{mol OH^- murni} = 0,00668 \text{ mol} Namun, OH⁻ yang bereaksi dengan H⁺ dari hanya 0,00534 mol, yang berarti hanya 80% dari OH⁻ dalam cuplikan yang berasal dari murni. Sehingga, kadar dalam cuplikan:
-
Soal
Sebuah cuplikan yang mengandung (Mr = 94) dengan massa 15,7 g dilarutkan dalam air hingga volumenya menjadi 1 L. Sebanyak 20 mL larutan tersebut dapat dinetralkan oleh 25 mL larutan 0,15 M. Berapakah kadar dalam cuplikan tersebut?
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. 80% Pembahasan: 1. Menentukan Mol dalam Cuplikan Mol dalam 1 L larutan: Reaksi disosiasi kalium oksida () dalam air: Dari reaksi ini, setiap 1 mol menghasilkan 2 mol , sehingga mol dalam 1 L larutan adalah: Karena total volume larutan adalah 1 L, maka konsentrasi ion dalam larutan: 2. Menentukan Mol dalam 20 mL Larutan Karena 20 mL larutan diambil dari 1 L, maka mol ion dalam 20 mL: 3. Menentukan Mol dari Reaksi disosiasi asam sulfat: _4 2H^+ + S^{2-}/latex] Mol dalam 25 mL larutan dihitung dengan: Karena 1 mol menghasilkan 2 mol , maka: 4. Menentukan Persentase Kemurnian Ion yang seharusnya ada dalam 20 mL larutan murni adalah: Namun, OH⁻ yang bereaksi dengan dari hanya 0,00534 mol, yang berarti hanya 80% dari OH⁻ dalam cuplikan yang berasal dari murni. Sehingga, kadar dalam cuplikan:
-
Soal
Di dalam 150 mL larutan CH₃COOH 0,3 M () terdapat ion dengan konsentrasi...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. M Pembahasan: 1. Menggunakan Rumus Kesetimbangan Asam Lemah Asam asetat mengalami ionisasi parsial sesuai reaksi: Tetapan ionisasi asam lemah: Karena derajat ionisasi kecil, maka: di mana: - adalah konsentrasi ion - M (konsentrasi awal CH₃COOH) 2. Menentukan Konsentrasi Ion Substitusi nilai ke rumus:
-
Soal
Besarnya pH larutan yang dibuat dengan melarutkan 0,92 gram (Ar Ca = 40, O = 16, H = 1) dalam 400 mL larutan adalah...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: C. Pembahasan: 1. Menentukan Mr 2. Menentukan Mol 3. Menentukan Konsentrasi 4. Menentukan Konsentrasi Ion Karena menghasilkan 2 ion per mole, maka: 5. Menentukan pOH 6. Menentukan pH
-
Soal
Diketahui trayek pH dan perubahan warna dari beberapa indikator sebagai berikut: 1. Indikator MO: pH 3,1 – 4,4, perubahan warna dari merah menjadi kuning. 2. Indikator MM: pH 4,4 – 6,2, perubahan warna dari merah menjadi kuning. 3. Indikator BTB: pH 6,0 – 7,6, perubahan warna dari kuning menjadi biru. 4. Indikator PP: pH 8,3 – 10,0, tidak berwarna hingga merah. Hasil pengujian larutan X adalah sebagai berikut: 1. Larutan berwarna jingga dengan indikator MM. 2. Larutan berwarna kuning dengan indikator BTB. 3. Larutan berwarna kuning dengan indikator MO. 4. Larutan tidak berwarna dengan indikator PP. Berdasarkan informasi tersebut, pH larutan X diperkirakan berada dalam kisaran pH...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: B. Pembahasan: Berdasarkan hasil pengujian indikator, berikut analisis pH larutan: 1. Indikator MM berwarna jingga. MM akan berubah warna dari merah menjadi kuning pada pH 4,4 – 6,2, sehingga pH larutan X berada dalam kisaran 4,4 – 6,2. 2. Indikator BTB berwarna kuning. BTB berubah warna dari kuning menjadi biru pada pH 6,0 – 7,6, yang berarti pH larutan X lebih kecil dari 7,6. 3. Indikator MO berwarna kuning. MO akan berubah dari merah menjadi kuning pada pH 3,1 – 4,4, yang menunjukkan pH larutan X lebih besar dari 3,1 dan lebih kecil dari 4,4. 4. Indikator PP tidak berwarna. PP akan tetap tidak berwarna dalam kisaran pH 8,3 – 10,0, yang menunjukkan pH larutan X lebih kecil dari 8,3. Dengan demikian, pH larutan X harus berada dalam kisaran 4,4 < pH < 6,0, yang merupakan hasil kombinasi dari hasil pengujian indikator MM dan MO.
-
Soal
Diketahui trayek pH dan perubahan warna dari beberapa indikator sebagai berikut: 1. Indikator MO: pH 3,1 – 4,4, perubahan warna dari merah menjadi kuning. 2. Indikator MM: pH 4,4 – 6,2, perubahan warna dari merah menjadi kuning. 3. Indikator BTB: pH 6,0 – 7,6, perubahan warna dari kuning menjadi biru. 4. Indikator PP: pH 8,3 – 10,0, tidak berwarna hingga merah. Hasil pengujian larutan X adalah sebagai berikut: 1. Larutan berwarna jingga dengan indikator MM. 2. Larutan berwarna kuning dengan indikator BTB. 3. Larutan berwarna kuning dengan indikator MO. 4. Larutan tidak berwarna dengan indikator PP. Berdasarkan informasi tersebut, pH larutan X diperkirakan berada dalam kisaran pH...
Lihat pembahasan
Jawaban yang Benar: B. Pembahasan: Berdasarkan hasil pengujian indikator, berikut analisis pH larutan: 1. Indikator MM berwarna jingga. MM akan berubah warna dari merah menjadi kuning pada pH 4,4 – 6,2, sehingga pH larutan X berada dalam kisaran 4,4 – 6,2. 2. Indikator BTB berwarna kuning. BTB berubah warna dari kuning menjadi biru pada pH 6,0 – 7,6, yang berarti pH larutan X lebih kecil dari 7,6. 3. Indikator MO berwarna kuning. MO akan berubah dari merah menjadi kuning pada pH 3,1 – 4,4, yang menunjukkan pH larutan X lebih besar dari 3,1 dan lebih kecil dari 4,4. 4. Indikator PP tidak berwarna. PP akan tetap tidak berwarna dalam kisaran pH 8,3 – 10,0, yang menunjukkan pH larutan X lebih kecil dari 8,3. Dengan demikian, pH larutan X harus berada dalam kisaran 4,4 < pH < 6,0, yang merupakan hasil kombinasi dari hasil pengujian indikator MM dan MO.
Gratis — tolong sebarkan
Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.
Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya → Ilmu yang bermanfaatBagikan ke WhatsApp