Fitri Learning

LatihanKimia SMA Kelas 11

Bab 9: Larutan Penyangga

Kimia SMA Kelas 11 · 25 soal · bagian 1 dari 2

  1. Soal

    Salah satu contoh larutan penyangga dapat ditemukan dalam campuran antara...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. dan Pembahasan: Larutan penyangga (buffer) adalah larutan yang dapat mempertahankan pH saat ditambah sedikit asam atau basa. Larutan penyangga biasanya terdiri dari: 1. Asam lemah dan basa konjugasinya (misalnya: dan ), atau 2. Basa lemah dan asam konjugasinya (misalnya: dan ).

  2. Soal

    Pasangan komponen dan membentuk larutan penyangga karena mengandung asam lemah dan basa konjugasinya. Bagaimana prinsip kerja larutan penyangga ini jika ditambahkan asam kuat () atau basa kuat ()?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. Jawaban A dan B benar. Pembahasan: Larutan penyangga dan bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan antara asam lemah () dan basa konjugasinya (). Prinsip kerjanya dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Penambahan Asam Kuat (): - Asam kuat akan terionisasi sempurna dalam air, menghasilkan ion . - Ion dari akan bereaksi dengan basa konjugasi () dalam larutan penyangga: - Reaksi ini mengurangi konsentrasi yang ditambahkan, sehingga pH larutan tidak berubah signifikan. - Kesetimbangan asam lemah dan basa konjugasi akan bergeser untuk mempertahankan pH. 2. Penambahan Basa Kuat (): - Basa kuat akan terionisasi sempurna dalam air, menghasilkan ion . - Ion dari akan bereaksi dengan asam lemah () dalam larutan penyangga: - Reaksi ini mengurangi konsentrasi yang ditambahkan, sehingga pH larutan tidak berubah signifikan. - Kesetimbangan asam lemah dan basa konjugasi akan bergeser untuk mempertahankan pH.

  3. Soal

    Pernyataan yang paling tepat mengenai larutan penyangga adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Larutan penyangga merupakan campuran yang terdiri dari larutan asam lemah dan larutan garam. Pembahasan: Larutan penyangga adalah campuran yang terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya dalam bentuk garam. Ketika asam lemah dan garamnya dicampurkan dalam larutan, sistem ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan pH meskipun ada penambahan sedikit asam atau basa. Sebagai contoh, campuran asam asetat (CH₃COOH) dengan garam natrium asetat (CH₃COONa) membentuk larutan penyangga yang dapat menstabilkan pH ketika ada penambahan asam atau basa.

  4. Soal

    Sebuah larutan penyangga yang mengandung asam lemah asam asetat () dan garam natrium asetat () memiliki pH 4,76. Jika pada larutan tersebut ditambahkan sedikit natrium hidroksida (), jelaskan bagaimana perubahan pH tersebut dan tentukan apa yang terjadi pada keseimbangan larutan penyangga. pKa dari asam asetat adalah 4,76.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Penambahan akan meningkatkan pH larutan dan menyebabkan perubahan keseimbangan dengan meningkatkan konsentrasi . Pembahasan: Larutan penyangga terdiri dari asam lemah dan basa konjugasinya. Dalam kasus ini, asam asetat () dan garam natrium asetat () membentuk keseimbangan asam-basa. Ketika natrium hidroksida (), yang merupakan basa kuat, ditambahkan ke larutan, dari akan bereaksi dengan ion hidrogen () dari asam asetat. Reaksi ini mengubah menjadi ion asetat (), yang berperan sebagai basa konjugasi. Oleh karena itu, pH larutan akan meningkat (lebih basa) dan keseimbangan akan bergeser untuk meningkatkan konsentrasi .

  5. Soal

    Jika 50 mL larutan asam asetat (CH₃COOH) dengan konsentrasi 0,1 M dicampurkan dengan 4,9 g garam natrium asetat (CH₃COONa) yang memiliki massa molar 98 g/mol, maka pH dari larutan yang terbentuk adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 6 Pembahasan: Untuk soal ini, kita akan menggunakan rumus yang diberikan dalam soal, yaitu: Langkah-langkah penyelesaian: 1. Menentukan konsentrasi asam lemah dan garam konjugasi: - Asam lemah: CH₃COOH (asam asetat) dengan konsentrasi 0,1 M. - Garam konjugasi: CH₃COONa (asetat natrium), yang berasal dari penambahan 4,9 g CH₃COOK. 2. Menghitung jumlah mol garam konjugasi (CH₃COOK): Massa CH₃COOK = 4,9 g dan massa molar CH₃COOK = 98 g/mol. Jumlah mol CH₃COOK: Volume total larutan setelah penambahan adalah 50 mL = 0,05 L. Konsentrasi CH₃COOK dalam larutan: 3. Diketahui: - Kₐ untuk CH₃COOH adalah . - Konsentrasi CH₃COOH adalah 0,1 M (dari larutan awal). - Konsentrasi CH₃COOK adalah 1 M (dari penambahan garam). 4. Menghitung konsentrasi H⁺: Menggunakan rumus yang diberikan: 5. Menghitung pH: Untuk menghitung pH, kita gunakan rumus:

  6. Soal

    Jika 50 mL larutan asam asetat (CH₃COOH) dengan konsentrasi 0,1 M dicampurkan dengan 4,9 g garam natrium asetat (CH₃COONa) yang memiliki massa molar 98 g/mol, maka pH dari larutan yang terbentuk adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 6 Pembahasan: Untuk soal ini, kita akan menggunakan rumus yang diberikan dalam soal, yaitu: Langkah-langkah penyelesaian: 1. Menentukan konsentrasi asam lemah dan garam konjugasi: - Asam lemah: CH₃COOH (asam asetat) dengan konsentrasi 0,1 M. - Garam konjugasi: CH₃COONa (asetat natrium), yang berasal dari penambahan 4,9 g CH₃COOK. 2. Menghitung jumlah mol garam konjugasi (CH₃COOK): Massa CH₃COOK = 4,9 g dan massa molar CH₃COOK = 98 g/mol. Jumlah mol CH₃COOK: Volume total larutan setelah penambahan adalah 50 mL = 0,05 L. Konsentrasi CH₃COOK dalam larutan: 3. Diketahui: - untuk CH₃COOH adalah . - Konsentrasi CH₃COOH adalah 0,1 M (dari larutan awal). - Konsentrasi CH₃COOK adalah 1 M (dari penambahan garam). 4. Menghitung konsentrasi : Menggunakan rumus yang diberikan: 5. Menghitung pH: Untuk menghitung pH, kita gunakan rumus:

  7. Soal

    Jika 50 mL larutan asam asetat (CH₃COOH) dengan konsentrasi 0,1 M dicampurkan dengan 4,9 g garam natrium asetat (CH₃COONa) yang memiliki massa molar 98 g/mol, maka pH dari larutan yang terbentuk adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. 6 Pembahasan: Untuk soal ini, kita akan menggunakan rumus perhitungan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan penyangga, yaitu: Langkah-langkah Penyelesaian: 1. Menentukan konsentrasi asam lemah dan garam konjugasi: - Asam lemah: (asam asetat) dengan konsentrasi - Garam konjugasi: (natrium asetat) yang berasal dari penambahan 2. Menghitung jumlah mol garam konjugasi : Diketahui: - Massa - Massa molar Volume total larutan setelah penambahan adalah 3. Diketahui: - untuk - Konsentrasi - Konsentrasi 4. Menghitung konsentrasi : 5. Menghitung pH:

  8. Soal

    Jika 100 mL larutan () 0,2 M ditambahkan 6,8 g (), larutan yang terbentuk memiliki pH sebesar .....

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: B. Pembahasan: Larutan ini merupakan larutan penyangga (buffer) karena mengandung asam lemah () dan basa konjugasinya () dari garam . Kita akan menghitung pH menggunakan rumus: Langkah 1: Hitung mol : Langkah 2: Hitung mol : - Massa . - . Langkah 3: Hitung konsentrasi dan : - Volume total larutan = 100 mL = 0.1 L. - Konsentrasi : - Konsentrasi : Langkah 4: Hitung menggunakan rumus: Substitusi nilai: Langkah 5: Hitung pH:

  9. Soal

    Larutan 50 mL 0,1 M ditambahkan 0,535 g memiliki pH sebesar ....

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9 – log 2 Pembahasan: Pertama, hitung mol basa lemah dan garamnya. Campuran basa lemah dengan garam konjugasinya akan membentuk larutan penyangga basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut: Oleh karena campuran memiliki volume total yang sama, persamaan dapat diubah menjadi seperti berikut.

  10. Soal

    Amonia NH3_3, Kb=1×10−5 = 1 1 0,2 M sebanyak 200 mL ditambahkan 50 mL NH4Br_4, 0,2 M. Ketika ditambahkan 10 mL air, pH larutan berubah dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. 9 + log 4 menjadi 9 + log 3.81 Pembahasan: Campuran basa lemah dengan garam konjugasinya sehingga membentuk larutan penyangga basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut. Oleh karena campuran memiliki volume total yang sama, persamaan dapat diubah menjadi: Ketambahan air berarti adanya pengenceran. Pada pengenceran, jumlah mol tetap sehingga perhitungannya menjadi seperti berikut.

  11. Soal

    Amonia , , 0,2 M sebanyak 200 mL ditambahkan 50 mL , 0,2 M. Ketika ditambahkan 10 mL air, pH larutan berubah dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. menjadi Pembahasan: Campuran basa lemah dengan garam konjugasinya sehingga membentuk larutan penyangga basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut: Oleh karena campuran memiliki volume total yang sama, persamaan dapat diubah menjadi: Ketambahan air berarti adanya pengenceran. Pada pengenceran, jumlah mol tetap sehingga perhitungannya menjadi seperti berikut:

  12. Soal

    Amonia dengan dan konsentrasi sebanyak dicampurkan dengan larutan berkonsentrasi . Ketika ditambahkan air, pH larutan berubah dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: E. menjadi Pembahasan: Campuran ini terdiri dari basa lemah dan garam konjugasinya , sehingga membentuk larutan penyangga basa. Rumus perhitungan konsentrasi ion hidroksida adalah: Karena volume total sama, rumus dapat disederhanakan menjadi: Kemudian, dilakukan pengenceran dengan penambahan air. Karena mol tetap, perhitungan menjadi:

  13. Soal

    Untuk membuat larutan dengan pH = 8, ke dalam 100 mL larutan 0,1 M , harus ditambahkan sebanyak ... mol.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 0,1 Pembahasan: Larutan penyangga melibatkan basa lemah , sehingga disimpulkan bersifat basa. Untuk mempermudah pengerjaan, konversi pH hingga diperoleh konsentrasi . Selanjutnya, gunakan persamaan matematis larutan penyangga basa.

  14. Soal

    Pada proses titrasi, apa yang menjadi tanda bahwa reaksi antara larutan asam dan larutan basa telah selesai?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. Perubahan warna indikator Penjelasan: Titrasi dianggap selesai ketika larutan asam dan larutan basa telah bereaksi secara tepat sesuai perbandingan stoikiometri, yang ditandai dengan perubahan warna indikator. Warna indikator berubah pada titik akhir titrasi, di mana volume larutan penitrasi dicatat untuk menghitung konsentrasi larutan yang diuji. Pemilihan indikator yang tepat penting untuk meminimalkan kesalahan titrasi dan memastikan hasilnya akurat.

  15. Soal

    Untuk membuat larutan dengan pH 5, ke dalam 25 mL larutan 0,1 M harus ditambahkan sebanyak ... mL.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 1:4 Pembahasan: Larutan penyangga melibatkan asam lemah propionat sehingga disimpulkan bersifat asam. Untuk mempermudah pengerjaan, hitung terlebih dahulu konsentrasi . Selanjutnya gunakan persamaan matematis larutan penyangga asam. [^+] = \frac{}{} /latex]

  16. Soal

    Untuk membuat larutan dengan pH 5, ke dalam 25 mL larutan 0,1 M harus ditambahkan sebanyak ... mL.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 1:4 Pembahasan: Larutan penyangga melibatkan asam lemah propionat sehingga disimpulkan bersifat asam. Untuk mempermudah pengerjaan, hitung terlebih dahulu konsentrasi : Selanjutnya, gunakan persamaan matematis larutan penyangga asam:

  17. Soal

    Untuk membuat larutan dengan pH 5, ke dalam 25 mL larutan 0,1 M harus ditambahkan sebanyak ... mL.

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: Larutan ini merupakan larutan penyangga yang melibatkan asam lemah yaitu asam propionat, sehingga larutan bersifat asam. Untuk mempermudah perhitungan, pertama-tama kita cari konsentrasi ion hidrogen berdasarkan pH: Selanjutnya, gunakan persamaan larutan penyangga asam: Substitusikan nilai konsentrasi asam dan garam konjugasinya: Kita tahu bahwa , sehingga: Sederhanakan persamaan:

  18. Soal

    Untuk membuat larutan dengan pH 5,5, campuran 25 mL larutan 0,1 M dengan 0,2 M harus memenuhi perbandingan volume asam dan volume garam dalam campuran tersebut sebesar ... .

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: D. 79:1000 Pembahasan: Larutan penyangga melibatkan asam lemah propionat sehingga disimpulkan bersifat asam. Untuk mempermudah pengerjaan, hitung terlebih dahulu konsentrasi . Selanjutnya gunakan persamaan matematis larutan penyangga asam.

  19. Soal

    Penyebab yang membuat sistem penyangga dan terpilih sebagai penyangga pH dalam darah adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. Nilai mendekati 7 Pembahasan: Sistem penyangga tersusun oleh spesies yang membentuk kesetimbangan dari . Kesetimbangan tersebut memiliki nilai . Sistem penyangga tersusun oleh spesies yang membentuk kesetimbangan dari . Kesetimbangan tersebut memiliki nilai . Kedua sistem penyangga memiliki nilai mendekati 7 sehingga dapat menyangkut pH darah dengan sifat cenderung netral. Selain itu, terintegrasi dengan sedangkan fosfat terintegrasi dengan dinding sel yang tersusun atas fosfolipid. Oleh karena itu, kedua sistem penyangga terpilih juga karena komponennya memiliki kelimpahan yang cukup tinggi.

  20. Soal

    Sebuah asam lemah direaksikan dengan garam konjugasinya dengan rasio mol 1 : 4. Diketahui berbagai jenis asam lemah sebagai berikut. 1. , 2. , 3. , 4. , 5. , Larutan yang terbentuk memiliki pH sebesar 4. Asam lemah yang digunakan sebagai komponen penyusun dalam larutan penyangga tersebut adalah ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Pembahasan: Larutan penyangga asam memiliki persamaan matematis sebagai berikut: Diketahui mol asam lemah dengan garamnya membentuk rasio 1 : 4 sehingga persamaannya menjadi seperti berikut. Nilai diperoleh dari pH. Untuk menentukan jenis asam lemah yang digunakan, dapat ditentukan dari nilai sebagai berikut. Asam dengan nilai yang sesuai adalah .

  21. Soal

    100 mL amonia 0,4 M ditambahkan 50 mL 0,2 M. Ketika ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M, larutan memiliki perubahan pH dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. menjadi Pembahasan: = basa lemah = garam yang menghasilkan ion yang merupakan asam konjugasi. Campuran basa lemah dengan asam konjugasinya dapat membentuk larutan penyangga basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut. Pertama, hitung mol basa lemah dan garamnya. Campuran memiliki volume total sama maka persamaan dapat ditulis seperti berikut. Ditambahkan 5 mL HCl 0,1 M (asam kuat) menyebabkan bagian basa penyangga bereaksi. Reaksi: Perubahan mol dan :

  22. Soal

    100 mL amonia 0,4 M ditambahkan 50 mL 0,2 M. Ketika ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M, larutan memiliki perubahan pH dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. menjadi Pembahasan: = basa lemah = garam yang menghasilkan ion yang merupakan asam konjugasi. Campuran basa lemah dengan asam konjugasinya dapat membentuk larutan penyangga basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut. Pertama, hitung mol basa lemah dan garamnya. Campuran memiliki volume total sama maka persamaan dapat ditulis seperti berikut. Ditambahkan 5 mL HCl 0,1 M (asam kuat) menyebabkan bagian basa penyangga bereaksi. Reaksi: Perubahan mol dan :

  23. Soal

    100 mL amonia 0,4 M ditambahkan 50 mL 0,2 M. Ketika ditambahkan 10 mL HCl 0,1 M, larutan memiliki perubahan pH dari ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: A. menjadi Pembahasan: - adalah basa lemah - adalah garam yang menghasilkan ion , yaitu asam konjugat dari Campuran basa lemah dan garam konjugatnya membentuk larutan penyangga basa, dan dapat dihitung dengan persamaan: Langkah 1: Hitung mol masing-masing Volume total sama, jadi persamaan dapat disederhanakan: Langkah 2: Tambahkan 10 mL HCl 0,1 M Reaksi: Sebelum reaksi: - - - Setelah reaksi: - -

  24. Soal

    Ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pH tubuh. Apa fungsi utama ginjal dalam pengaturan pH tubuh?

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. Menyeimbangkan alkalinitas melalui pH urine Penjelasan: Ginjal membantu mengatur pH tubuh dengan menyeimbangkan alkalinitas dan membuang kelebihan asam atau basa melalui urine. Proses ini mengurangi beban kerja ginjal dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Jika diperlukan, ginjal akan meningkatkan pH urine untuk menyesuaikan kondisi tubuh agar tetap optimal.

  25. Soal

    Perhatikan kondisi-kondisi berikut! 1. Konsentrasi bertambah 2. Jumlah ion bertambah 3. Perubahan pH sangat sedikit 4. Gas semakin banyak yang larut Jika seseorang terlalu banyak mengonsumsi pare, kondisi yang terjadi dalam darah yaitu ...

    Lihat pembahasan

    Jawaban Benar: C. 1, 3, dan 4 Pembahasan: Sistem penyangga dalam darah manusia tersusun oleh kesetimbangan antara asam karbonat dengan ion bikarbonat yang membentuk reaksi seperti berikut: Asam karbonat juga mengalami kesetimbangan dengan gas karbon dioksida dan air yang ada dalam plasma darah. Persamaan reaksinya seperti berikut: Dua reaksi kesetimbangan membentuk kesetimbangan total berikut: Konsumsi pare berlebihan yang bersifat basa akan mengurangi jumlah dalam darah. Jumlah yang berkurang akan memaksa untuk terion sehingga berubah membentuk . Kadar bertambah sebagai dampak yang ditimbulkan. Pengurangan memaksa gas untuk membentuk yang berarti kelarutan bertambah tetapi jumlahnya tidak bisa menggantikan yang terionisasi sehingga secara total akan berkurang. Adanya sistem penyangga menyebabkan perubahan pH yang terjadi sangat sedikit. Opsi 1, 3, dan 4 adalah kondisi yang tepat.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →