Fitri Learning

LatihanSosiologi SMA Kelas 11

Bab 2: Munculnya Persoalan Sosial akibat Pengelompokan Sosial

Sosiologi SMA Kelas 11 · 25 soal · bagian 1 dari 4

  1. Soal

    Masalah sosial dapat timbul dari adanya ketidaksesuaian antara nilai dan norma yang diharapkan oleh masyarakat dengan kenyataan sosial yang terjadi. Sebagai contoh, keberadaan tunawisma di perkotaan bukan hanya masalah individu tetapi juga masalah sistemik. Berdasarkan pandangan Soerjono Soekanto, fenomena ini disebabkan oleh...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban lain dieliminasi karena: • a: Perubahan nilai sosial tidak selalu menjadi penyebab langsung ketidaksesuaian struktur masyarakat. • c: Ketidakseimbangan konsensus masyarakat lebih cocok dengan teori interaksionisme simbolik. • d: Urbanisasi relevan, tetapi kurang spesifik untuk pendekatan Soekanto. • e: Konflik antar kelompok lebih sesuai dengan teori konflik. Jawaban: b. Penjelasan Soerjono Soekanto menekankan ketidaksesuaian dalam unsur budaya atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial.

  2. Soal

    Masalah sosial dapat timbul dari adanya ketidaksesuaian antara nilai dan norma yang diharapkan oleh masyarakat dengan kenyataan sosial yang terjadi. Sebagai contoh, keberadaan tunawisma di perkotaan bukan hanya masalah individu tetapi juga masalah sistemik. Berdasarkan pandangan Soerjono Soekanto, fenomena ini disebabkan oleh...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Penjelasan Soerjono Soekanto menekankan ketidaksesuaian dalam unsur budaya atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Pembahasan: Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial timbul ketika ada ketidaksesuaian antara nilai-nilai, norma, atau unsur-unsur budaya dalam masyarakat dengan kenyataan sosial yang terjadi. Dalam konteks soal ini, keberadaan tunawisma di perkotaan tidak hanya menjadi masalah individu, tetapi juga masalah sistemik yang mengindikasikan adanya ketidakseimbangan dalam struktur sosial. Ketidaksesuaian tersebut dapat terjadi karena: 1. Perubahan yang terlalu cepat. Unsur budaya atau sosial tidak dapat mengikuti perubahan ekonomi, politik, atau modernisasi secara selaras; 2. Kesenjangan sosial. Ketimpangan distribusi kekayaan, kesempatan kerja, dan akses terhadap kebutuhan dasar, seperti perumahan 3. Konflik antar kelompok. Ketidakseimbangan ini bisa menimbulkan ketegangan yang berdampak pada stabilitas sosial. Ketidaksesuaian ini memunculkan disfungsi sosial, sehingga masyarakat tidak dapat menjalankan fungsi-fungsi sosialnya dengan optimal. Dalam kasus tunawisma, hal ini terjadi karena kegagalan sistem sosial untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal bagi semua lapisan masyarakat.

  3. Soal

    Masalah sosial dapat timbul dari adanya ketidaksesuaian antara nilai dan norma yang diharapkan oleh masyarakat dengan kenyataan sosial yang terjadi. Sebagai contoh, keberadaan tunawisma di perkotaan bukan hanya masalah individu tetapi juga masalah sistemik. Berdasarkan pandangan Soerjono Soekanto, fenomena ini disebabkan oleh...

    Lihat pembahasan

    b. Ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang membahayakan kehidupan kelompok sosial, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan dalam struktur masyarakat. Pembahasan: Menurut Soerjono Soekanto, masalah sosial muncul ketika terdapat ketidaksesuaian antara nilai-nilai dan norma yang diharapkan oleh masyarakat dengan realitas sosial yang terjadi. Ketidaksesuaian ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam struktur masyarakat, yang berdampak pada kehidupan sosial secara luas. a. Perubahan nilai sosial yang menyesuaikan modernisasi: Tidak sepenuhnya relevan dengan inti masalah sosial yang dijelaskan oleh Soerjono Soekanto. Perubahan nilai sosial adalah fenomena adaptasi, bukan masalah sosial jika perubahan tersebut tidak menyebabkan ketidaksesuaian dalam struktur masyarakat. c. Ketidakseimbangan antara konsensus masyarakat dan realitas ekonomi yang berubah: Meskipun ini dapat menjadi salah satu faktor dalam masalah sosial, pernyataan ini kurang spesifik dibandingkan opsi b yang secara jelas mencerminkan pandangan Soerjono Soekanto. d. Proses urbanisasi yang tidak diiringi oleh kebijakan pembangunan ekonomi dan sosial: Urbanisasi yang tidak terkendali memang dapat menjadi contoh masalah sosial, tetapi ini lebih spesifik dibandingkan penjelasan umum yang diberikan oleh Soerjono Soekanto. e. Konflik antar kelompok dalam masyarakat akibat perebutan sumber daya yang terbatas: Konflik antar kelompok merupakan salah satu akibat dari masalah sosial, tetapi bukan penjelasan mendasar tentang penyebab utama seperti yang dijelaskan dalam opsi b. Oleh karena itu, jawaban b lebih tepat karena mencerminkan definisi masalah sosial dari sudut pandang Soerjono Soekanto secara mendalam.

  4. Soal

    Seorang siswa di sekolah mendapatkan label "nakal" dari gurunya karena sering terlambat masuk kelas. Label ini membuat siswa tersebut merasa dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan ia mulai tidak peduli terhadap sekolah. Berdasarkan teori pelabelan, bagaimana masalah sosial seperti ini dapat memengaruhi individu?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Teori pelabelan menunjukkan bahwa individu yang dilabeli cenderung mematuhi label tersebut (self-fulfilling prophecy). Jawaban lain dieliminasi karena: b: Meskipun label sosial relevan, jawaban ini terlalu luas tanpa menjelaskan dampak internalisasi pada individu. c: Dampak pelabelan sering kali bersifat jangka panjang, tidak hanya sementara. d: Tekanan budaya tidak terkait langsung dengan teori pelabelan. e: Pernyataan ini mengabaikan dampak serius pelabelan pada individu.

  5. Soal

    Seorang siswa di sekolah mendapatkan label "nakal" dari gurunya karena sering terlambat masuk kelas. Label ini membuat siswa tersebut merasa dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan ia mulai tidak peduli terhadap sekolah. Berdasarkan teori pelabelan, bagaimana masalah sosial seperti ini dapat memengaruhi individu?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Teori pelabelan menunjukkan bahwa individu yang dilabeli cenderung mematuhi label tersebut (self-fulfilling prophecy). Pembahasan: Menurut teori pelabelan (labeling theory), pemberian label pada seseorang, khususnya label negatif seperti "nakal," dapat memengaruhi individu untuk bertindak sesuai dengan label tersebut. Ini disebut sebagai self-fulfilling prophecy (ramalan yang terwujud dengan sendirinya). Tahapan yang terjadi adalah: 1. Pemberian label: Siswa diberi label "nakal" oleh gurunya karena sering terlambat masuk kelas. 2. Internalisasi label: Siswa mulai percaya bahwa dirinya benar-benar "nakal" karena label tersebut diulang-ulang oleh orang-orang di sekitarnya, seperti guru dan teman-temannya. 3. Perilaku menyimpang berlanjut: Karena merasa sudah dicap "nakal," siswa tidak lagi berusaha mengubah perilakunya dan bahkan mungkin bertindak lebih menyimpang, misalnya dengan mengabaikan peraturan sekolah. Hal ini menunjukkan bagaimana label negatif dapat berdampak pada psikologi dan perilaku individu, sehingga perilaku menyimpang cenderung terus berlanjut.

  6. Soal

    Seorang siswa di sekolah mendapatkan label "nakal" dari gurunya karena sering terlambat masuk kelas. Label ini membuat siswa tersebut merasa dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan ia mulai tidak peduli terhadap sekolah. Berdasarkan teori pelabelan, bagaimana masalah sosial seperti ini dapat memengaruhi individu?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Teori pelabelan menunjukkan bahwa individu yang dilabeli cenderung mematuhi label tersebut (self-fulfilling prophecy). Pembahasan: Menurut teori pelabelan (labeling theory), pemberian label pada seseorang, khususnya label negatif seperti "nakal," dapat memengaruhi individu untuk bertindak sesuai dengan label tersebut. Ini disebut sebagai self-fulfilling prophecy (ramalan yang terwujud dengan sendirinya). Tahapan yang terjadi adalah: 1. Pemberian label: Siswa diberi label "nakal" oleh gurunya karena sering terlambat masuk kelas. 2. Internalisasi label: Siswa mulai percaya bahwa dirinya benar-benar "nakal" karena label tersebut diulang-ulang oleh orang-orang di sekitarnya, seperti guru dan teman-temannya. 3. Perilaku menyimpang berlanjut: Karena merasa sudah dicap "nakal," siswa tidak lagi berusaha mengubah perilakunya dan bahkan mungkin bertindak lebih menyimpang, misalnya dengan mengabaikan peraturan sekolah. Hal ini menunjukkan bagaimana label negatif dapat berdampak pada psikologi dan perilaku individu, sehingga perilaku menyimpang cenderung terus berlanjut.

  7. Soal

    Seorang siswa di sekolah mendapatkan label "nakal" dari gurunya karena sering terlambat masuk kelas. Label ini membuat siswa tersebut merasa dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan ia mulai tidak peduli terhadap sekolah. Berdasarkan teori pelabelan, bagaimana masalah sosial seperti ini dapat memengaruhi individu?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Individu akan menginternalisasi label yang diberikan sehingga perilaku menyimpang cenderung berlanjut. Pembahasan: Menurut teori pelabelan (labeling theory), pemberian label pada seseorang, khususnya label negatif seperti "nakal," dapat memengaruhi individu untuk bertindak sesuai dengan label tersebut. Ini disebut sebagai self-fulfilling prophecy (ramalan yang terwujud dengan sendirinya). Tahapan yang terjadi adalah: 1. Pemberian label: Siswa diberi label "nakal" oleh gurunya karena sering terlambat masuk kelas. 2. Internalisasi label: Siswa mulai percaya bahwa dirinya benar-benar "nakal" karena label tersebut diulang-ulang oleh orang-orang di sekitarnya, seperti guru dan teman-temannya. 3. Perilaku menyimpang berlanjut: Karena merasa sudah dicap "nakal," siswa tidak lagi berusaha mengubah perilakunya dan bahkan mungkin bertindak lebih menyimpang, misalnya dengan mengabaikan peraturan sekolah. Hal ini menunjukkan bagaimana label negatif dapat berdampak pada psikologi dan perilaku individu, sehingga perilaku menyimpang cenderung terus berlanjut.

  8. Soal

    Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial menjadi sangat mencolok. Contoh kasus yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Pandangan Rose menekankan perbedaan mencolok antara norma ideal dan kenyataan. Jawaban lain dieliminasi karena: • b: Ketidakmampuan sistem hukum lebih sesuai dengan teori disorganisasi sosial. • c: Distribusi kekayaan lebih relevan dengan teori konflik. • d: Perubahan nilai budaya lebih cocok dengan teori interaksionisme simbolik. • e: Kapitalisme dan kesenjangan ekonomi adalah fokus utama teori konflik.

  9. Soal

    Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial menjadi sangat mencolok. Contoh kasus yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Pandangan Rose menekankan perbedaan mencolok antara norma ideal dan kenyataan. Pembahasan: Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial yang ada. Pandangan ini menyoroti bahwa masalah sosial muncul dari faktor struktural dalam masyarakat, yang menyebabkan ketidakseimbangan dan kegagalan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Peningkatan pengangguran akibat resesi ekonomi global merupakan salah satu contoh nyata masalah sosial. Hal ini terjadi karena: 1. Dampak ekonomi global: Resesi ekonomi menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya memengaruhi pasar tenaga kerja. 2. Penurunan lapangan kerja: Perusahaan-perusahaan mengurangi tenaga kerja karena menurunnya permintaan, yang berakibat pada meningkatnya angka pengangguran. 3. Ketidaksesuaian norma dan kenyataan: Norma masyarakat mengidealkan kesempatan kerja yang merata, tetapi kenyataannya terjadi ketimpangan akibat kondisi ekonomi global. Masalah ini menunjukkan bahwa struktur sosial memiliki peran besar dalam menciptakan dan menyelesaikan masalah sosial. Pengangguran tidak hanya menjadi masalah individu, tetapi juga berpengaruh pada stabilitas sosial, seperti meningkatnya kemiskinan, kriminalitas, dan ketimpangan ekonomi.

  10. Soal

    Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial menjadi sangat mencolok. Contoh kasus yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Peningkatan angka pengangguran akibat resesi ekonomi global yang memengaruhi lapangan kerja. Pembahasan: Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial yang ada. Pandangan ini menyoroti bahwa masalah sosial muncul dari faktor struktural dalam masyarakat, yang menyebabkan ketidakseimbangan dan kegagalan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Peningkatan pengangguran akibat resesi ekonomi global merupakan salah satu contoh nyata masalah sosial. Hal ini terjadi karena: 1. Dampak ekonomi global: Resesi ekonomi menyebabkan penurunan aktivitas ekonomi, yang pada gilirannya memengaruhi pasar tenaga kerja. 2. Penurunan lapangan kerja: Perusahaan-perusahaan mengurangi tenaga kerja karena menurunnya permintaan, yang berakibat pada meningkatnya angka pengangguran. 3. Ketidaksesuaian norma dan kenyataan: Norma masyarakat mengidealkan kesempatan kerja yang merata, tetapi kenyataannya terjadi ketimpangan akibat kondisi ekonomi global. Masalah ini menunjukkan bahwa struktur sosial memiliki peran besar dalam menciptakan dan menyelesaikan masalah sosial. Pengangguran tidak hanya menjadi masalah individu, tetapi juga berpengaruh pada stabilitas sosial, seperti meningkatnya kemiskinan, kriminalitas, dan ketimpangan ekonomi.

  11. Soal

    Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial terjadi ketika ketidaksesuaian antara norma-norma yang diidealkan dengan kenyataan sosial menjadi sangat mencolok. Contoh kasus yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Peningkatan angka pengangguran akibat resesi ekonomi global yang memengaruhi lapangan kerja. Pembahasan: Menurut Arnold Marshall Rose, masalah sosial muncul ketika terdapat kesenjangan atau ketidaksesuaian antara norma atau harapan masyarakat (ideal) dengan realitas sosial yang ada. Dalam kasus ini, harapan masyarakat terhadap pemerataan kesejahteraan ekonomi bertentangan dengan kenyataan sistem kapitalis yang sering kali hanya menguntungkan segelintir kelompok elit. Ketidakseimbangan ini menciptakan konflik struktural dan ketidakpuasan di kalangan masyarakat, yang menjadi sumber masalah sosial seperti kesenjangan sosial, pengangguran, dan kemiskinan. Jawaban yang paling tepat adalah e. Ketidakseimbangan antara harapan masyarakat untuk kesejahteraan ekonomi dan kenyataan sistem kapitalis yang hanya menguntungkan segelintir kelompok, karena ini mencerminkan konsep ketidaksesuaian antara norma ideal dan kenyataan sosial menurut pandangan Arnold Marshall Rose.

  12. Soal

    Masalah sosial sering kali menjadi lebih kompleks karena elemen objektif dan elemen subjektif saling berkaitan. Elemen subjektif dapat didefinisikan sebagai...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: a. Elemen subjektif menekankan persepsi masyarakat, sedangkan elemen objektif merujuk pada data nyata. Jawaban lain dieliminasi karena: • b: Ini adalah definisi elemen objektif. • c: Kesepakatan kolektif lebih luas daripada elemen subjektif. • d: Persepsi individual tidak cukup mencakup elemen subjektif yang bersifat kolektif. • e: Kebijakan pemerintah adalah tindakan, bukan elemen subjektif.

  13. Soal

    Masalah sosial sering kali menjadi lebih kompleks karena elemen objektif dan elemen subjektif saling berkaitan. Elemen subjektif dapat didefinisikan sebagai...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Elemen subjektif menekankan persepsi masyarakat, sedangkan elemen objektif merujuk pada data nyata. Pembahasan: Masalah sosial sering kali menjadi lebih kompleks karena adanya elemen objektif dan subjektif yang saling berkaitan. 1. Elemen Subjektif: Elemen ini berkaitan dengan bagaimana masyarakat memandang suatu kondisi sebagai masalah yang perlu perhatian. Hal ini berdasarkan persepsi, opini, atau pandangan masyarakat, yang dapat bervariasi tergantung pada nilai, norma, dan pengalaman budaya masyarakat tersebut. Contohnya: Ketika kemiskinan dianggap sebagai masalah yang membutuhkan perhatian khusus, hal itu mencerminkan elemen subjektif. 2. Elemen Objektif: Sebaliknya, elemen objektif merujuk pada fakta-fakta nyata yang dapat diukur secara statistik, seperti angka kemiskinan, tingkat pengangguran, atau data kriminalitas. Dalam konteks soal ini, elemen subjektif merujuk pada pandangan masyarakat terhadap suatu kondisi tertentu yang dianggap perlu mendapatkan perhatian khusus, sehingga jawaban a adalah pilihan yang tepat.

  14. Soal

    Masalah sosial sering kali menjadi lebih kompleks karena elemen objektif dan elemen subjektif saling berkaitan. Elemen subjektif dapat didefinisikan sebagai...

    Lihat pembahasan

    Jawaban : a. Pandangan masyarakat terhadap suatu kondisi tertentu yang dianggap memerlukan perhatian khusus. Pembahasan: Elemen subjektif dalam masalah sosial merujuk pada persepsi atau pandangan masyarakat terhadap suatu kondisi yang dianggap sebagai masalah. Suatu keadaan menjadi masalah sosial bukan hanya karena ada fakta objektif yang mendukung, tetapi juga karena masyarakat menganggapnya sebagai sesuatu yang harus diatasi. Penjelasan opsi lainnya: b. Data statistik yang mendukung adanya kondisi yang merugikan masyarakat: Ini merujuk pada elemen objektif, yang berhubungan dengan fakta atau data nyata, bukan elemen subjektif. c. Kesepakatan kolektif mengenai suatu kondisi yang berdampak buruk pada stabilitas sosial: Meskipun terkait dengan persepsi masyarakat, ini lebih spesifik pada proses konsensus, bukan elemen subjektif itu sendiri. d. Persepsi individual terhadap suatu masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari: Elemen subjektif mencakup persepsi masyarakat secara kolektif, bukan persepsi individual semata. e. Kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi ketidakadilan sosial yang diakui masyarakat: Ini adalah respon terhadap masalah sosial, bukan definisi elemen subjektif. Elemen subjektif berkaitan dengan pandangan masyarakat secara luas terhadap suatu kondisi, sehingga jawaban a adalah yang paling tepat.

  15. Soal

    Di sebuah kota besar, urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan munculnya kawasan kumuh. Penduduk di kawasan ini menghadapi masalah seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi yang buruk, dan meningkatnya tingkat kriminalitas. Berdasarkan teori fungsionalisme, penyelesaian masalah ini memerlukan...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: b. Teori fungsionalisme menekankan pada penguatan hubungan antar elemen masyarakat untuk mengatasi disorganisasi sosial. Jawaban lain dieliminasi karena: • a: Konflik antar kelompok lebih sesuai dengan teori konflik. • c: Redistribusi sumber daya lebih relevan dengan teori konflik atau pendekatan ekonomi. • d: Aliansi politik bukan fokus utama teori fungsionalisme. • e: Teknologi penting, tetapi bukan inti dari solusi fungsionalisme.

  16. Soal

    Di sebuah kota besar, urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan munculnya kawasan kumuh. Penduduk di kawasan ini menghadapi masalah seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi yang buruk, dan meningkatnya tingkat kriminalitas. Berdasarkan teori fungsionalisme, penyelesaian masalah ini memerlukan...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Teori fungsionalisme menekankan pada penguatan hubungan antar elemen masyarakat untuk mengatasi disorganisasi sosial. Pembahasan: Pembahasan: Menurut teori fungsionalisme, masyarakat adalah sebuah sistem yang terdiri dari berbagai elemen atau bagian (keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, dll.), yang semuanya saling bergantung. Jika salah satu elemen tidak berfungsi dengan baik, maka akan terjadi gangguan pada keteraturan sosial. Dalam konteks soal, masalah di kawasan kumuh seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi buruk, dan meningkatnya kriminalitas menunjukkan adanya gangguan fungsi dalam elemen-elemen masyarakat. Penyelesaian masalah ini membutuhkan: 1. Penguatan elemen masyarakat: • Keluarga: Sebagai unit dasar masyarakat yang mendidik dan membimbing individu. • Pendidikan: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan, kebersihan, dan norma sosial. • Ekonomi: Memberikan kesempatan kerja atau dukungan ekonomi agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka. 2. Keteraturan sosial: Dengan memperkuat fungsi elemen-elemen tersebut, masyarakat dapat kembali mencapai keseimbangan dan mengurangi masalah sosial di kawasan kumuh. Solusi ini sesuai dengan pendekatan fungsionalisme, yang menekankan pentingnya menjaga harmoni dan stabilitas melalui fungsi yang optimal dari setiap elemen dalam sistem sosial.

  17. Soal

    Di sebuah kota besar, urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan munculnya kawasan kumuh. Penduduk di kawasan ini menghadapi masalah seperti kurangnya akses air bersih, sanitasi yang buruk, dan meningkatnya tingkat kriminalitas. Berdasarkan teori fungsionalisme, penyelesaian masalah ini memerlukan...

    Lihat pembahasan

    Jawaban : b. Penguatan hubungan antar elemen masyarakat seperti keluarga, pendidikan, dan ekonomi agar berfungsi lebih baik dalam menjaga keteraturan sosial. Pembahasan: Menurut teori fungsionalisme, masalah sosial muncul ketika elemen-elemen dalam masyarakat, seperti keluarga, pendidikan, dan ekonomi, tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ketidakseimbangan ini menciptakan ketidakteraturan yang memengaruhi stabilitas sosial secara keseluruhan. Dalam konteks soal, urbanisasi yang tidak terkendali menyebabkan masalah seperti kawasan kumuh, kurangnya akses air bersih, sanitasi yang buruk, dan meningkatnya kriminalitas. Solusi yang sesuai dengan teori fungsionalisme adalah memperbaiki atau memperkuat fungsi elemen-elemen sosial tersebut untuk menciptakan kembali keteraturan dalam masyarakat.

  18. Soal

    Richard dan Richard menyoroti bahwa konflik kepentingan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat dapat memicu masalah sosial. Contoh masalah yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: e. Semua contoh mencerminkan konflik kepentingan sebagaimana ditekankan oleh Richard dan Richard. Berikut alasan eliminasi untuk setiap opsi: • a: Diskriminasi gender adalah salah satu bentuk konflik kepentingan yang terjadi di dunia kerja, tetapi hanya mencakup salah satu aspek, sehingga tidak mewakili pandangan menyeluruh. • b: Konflik antar suku adalah bentuk lain dari konflik kepentingan, khususnya dalam perebutan sumber daya, tetapi juga hanya menggambarkan sebagian dari kasus yang lebih luas. • c: Ketimpangan ekonomi adalah isu utama dalam konflik kelas, sesuai dengan pandangan teori konflik, tetapi tidak mencakup seluruh jenis konflik kepentingan. • d: Aksi mogok buruh juga relevan sebagai konflik kepentingan antara buruh dan pemilik modal, namun tidak mencakup isu lainnya seperti diskriminasi gender atau konflik antarsuku.

  19. Soal

    Richard dan Richard menyoroti bahwa konflik kepentingan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat dapat memicu masalah sosial. Contoh masalah yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: e. Semua contoh mencerminkan konflik kepentingan sebagaimana ditekankan oleh Richard dan Richard. Pembahasan: Richard dan Richard menyoroti bahwa konflik kepentingan antar kelompok dalam masyarakat sering kali memunculkan masalah sosial. Hal ini terlihat dari beberapa contoh konflik yang disebutkan dalam pilihan jawaban: Diskriminasi gender dalam dunia kerja (a): Konflik ini terjadi akibat ketidaksetaraan akses dan peluang antara laki-laki dan perempuan, misalnya sulitnya perempuan mendapatkan promosi dalam pekerjaan. Diskriminasi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi hak dan peluang. Konflik antar suku akibat perebutan sumber daya alam (b): Konflik ini mencerminkan perbedaan kepentingan antar kelompok etnis atau suku dalam mengelola atau memiliki sumber daya alam, yang sering kali memicu ketegangan sosial. Ketimpangan ekonomi yang memperburuk jurang kaya dan miskin (c): Ketimpangan ini menunjukkan adanya perbedaan kepentingan antara kelas sosial, di mana kelompok kaya semakin diuntungkan, sementara kelompok miskin mengalami kesulitan lebih besar. Aksi mogok buruh terkait kondisi kerja tidak manusiawi (d): Mogok buruh adalah bentuk protes terhadap ketidakadilan dalam hubungan kerja, seperti gaji rendah atau kondisi kerja yang buruk, yang disebabkan oleh kebijakan perusahaan besar.

  20. Soal

    Richard dan Richard menyoroti bahwa konflik kepentingan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat dapat memicu masalah sosial. Contoh masalah yang relevan dengan pandangan ini adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: e. Seluruh jawaban di atas mencerminkan konflik kepentingan yang dapat memicu masalah sosial. Pembahasan: Richard dan Richard menyoroti bahwa konflik kepentingan antar kelompok dalam masyarakat sering kali memunculkan masalah sosial. Hal ini terlihat dari beberapa contoh konflik yang disebutkan dalam pilihan jawaban: Diskriminasi gender dalam dunia kerja (a): Konflik ini terjadi akibat ketidaksetaraan akses dan peluang antara laki-laki dan perempuan, misalnya sulitnya perempuan mendapatkan promosi dalam pekerjaan. Diskriminasi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam distribusi hak dan peluang. Konflik antar suku akibat perebutan sumber daya alam (b): Konflik ini mencerminkan perbedaan kepentingan antar kelompok etnis atau suku dalam mengelola atau memiliki sumber daya alam, yang sering kali memicu ketegangan sosial. Ketimpangan ekonomi yang memperburuk jurang kaya dan miskin (c): Ketimpangan ini menunjukkan adanya perbedaan kepentingan antara kelas sosial, di mana kelompok kaya semakin diuntungkan, sementara kelompok miskin mengalami kesulitan lebih besar. Aksi mogok buruh terkait kondisi kerja tidak manusiawi (d): Mogok buruh adalah bentuk protes terhadap ketidakadilan dalam hubungan kerja, seperti gaji rendah atau kondisi kerja yang buruk, yang disebabkan oleh kebijakan perusahaan besar.

  21. Soal

    Teori konflik memandang masalah sosial sebagai hasil dari ketimpangan dalam distribusi sumber daya. Salah satu solusi yang ditawarkan teori ini untuk mengatasi diskriminasi dalam akses pendidikan adalah...

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: b. Solusi ini relevan dengan pandangan teori konflik yang berfokus pada perubahan kebijakan. Jawaban lain dieliminasi karena: a: Kampanye sosial penting, tetapi tidak cukup konkret. c: Nilai tradisional bukan solusi utama teori konflik. d: Pelatihan keterampilan lebih cocok untuk pendekatan pragmatis. e: Dialog konstruktif lebih relevan dengan teori interaksionisme.

  22. Soal

    Teori konflik memandang masalah sosial sebagai hasil dari ketimpangan dalam distribusi sumber daya. Salah satu solusi yang ditawarkan teori ini untuk mengatasi diskriminasi dalam akses pendidikan adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Solusi ini relevan dengan pandangan teori konflik yang berfokus pada perubahan kebijakan. Pembahasan: Teori konflik memandang masalah sosial sebagai akibat dari ketimpangan dalam distribusi sumber daya, termasuk akses terhadap pendidikan. Dalam konteks ini, diskriminasi dalam akses pendidikan sering terjadi karena perbedaan kelas sosial, ekonomi, dan faktor struktural lainnya. Solusi menurut teori konflik: 1. Reformasi kebijakan: Reformasi kebijakan diperlukan untuk menciptakan kesetaraan akses pendidikan, terutama bagi kelompok kurang beruntung. Kebijakan ini dapat mencakup pemberian beasiswa, penghapusan biaya pendidikan, dan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah terpencil. 2. Mengurangi ketimpangan: Reformasi kebijakan berfokus pada memperbaiki ketimpangan dalam distribusi sumber daya, memastikan kelompok rentan memiliki peluang yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. 3. Pemberdayaan kelompok kurang beruntung: Dengan akses pendidikan yang sama, kelompok kurang beruntung dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, mengurangi ketimpangan sosial, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Pilihan lainnya, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye sosial (a) atau memberikan pelatihan keterampilan (d), adalah langkah pendukung tetapi tidak langsung mengatasi diskriminasi dalam akses pendidikan. Oleh karena itu, jawaban b adalah yang paling relevan dengan teori konflik.

  23. Soal

    Teori konflik memandang masalah sosial sebagai hasil dari ketimpangan dalam distribusi sumber daya. Salah satu solusi yang ditawarkan teori ini untuk mengatasi diskriminasi dalam akses pendidikan adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Mendorong reformasi kebijakan yang memungkinkan kelompok kurang beruntung mendapatkan akses pendidikan yang sama. Pembahasan: Teori konflik memandang masalah sosial sebagai akibat dari ketimpangan dalam distribusi sumber daya, termasuk akses terhadap pendidikan. Dalam konteks ini, diskriminasi dalam akses pendidikan sering terjadi karena perbedaan kelas sosial, ekonomi, dan faktor struktural lainnya. Solusi menurut teori konflik: 1. Reformasi kebijakan: Reformasi kebijakan diperlukan untuk menciptakan kesetaraan akses pendidikan, terutama bagi kelompok kurang beruntung. Kebijakan ini dapat mencakup pemberian beasiswa, penghapusan biaya pendidikan, dan pembangunan fasilitas pendidikan di daerah terpencil. 2. Mengurangi ketimpangan: Reformasi kebijakan berfokus pada memperbaiki ketimpangan dalam distribusi sumber daya, memastikan kelompok rentan memiliki peluang yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas. 3. Pemberdayaan kelompok kurang beruntung: Dengan akses pendidikan yang sama, kelompok kurang beruntung dapat meningkatkan kualitas hidup mereka, mengurangi ketimpangan sosial, dan menciptakan masyarakat yang lebih inklusif. Pilihan lainnya, seperti meningkatkan kesadaran masyarakat melalui kampanye sosial (a) atau memberikan pelatihan keterampilan (d), adalah langkah pendukung tetapi tidak langsung mengatasi diskriminasi dalam akses pendidikan. Oleh karena itu, jawaban b adalah yang paling relevan dengan teori konflik.

  24. Soal

    Dalam masyarakat modern, ketergantungan pada teknologi menyebabkan interaksi sosial langsung menjadi semakin berkurang. Hal ini menimbulkan berbagai masalah seperti isolasi sosial dan meningkatnya gangguan kesehatan mental. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik, apa pendekatan terbaik untuk memahami fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Pembahasan: Jawaban: b. Teori interaksionisme simbolik fokus pada makna yang diberikan dalam interaksi sosial. Jawaban lain dieliminasi karena: a: Media sosial bukan fokus utama teori interaksionisme. c: Norma tradisional tidak relevan dalam pendekatan simbolik. d: Pendidikan penting, tetapi tidak mencakup pendekatan simbolik. e: Infrastruktur adalah solusi teknis, bukan analisis simbolik.

  25. Soal

    Dalam masyarakat modern, ketergantungan pada teknologi menyebabkan interaksi sosial langsung menjadi semakin berkurang. Hal ini menimbulkan berbagai masalah seperti isolasi sosial dan meningkatnya gangguan kesehatan mental. Berdasarkan teori interaksionisme simbolik, apa pendekatan terbaik untuk memahami fenomena ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: b. Teori interaksionisme simbolik fokus pada makna yang diberikan dalam interaksi sosial. Pembahasan: Pendekatan teori interaksionisme simbolik menekankan pada pentingnya makna dan interpretasi yang diberikan oleh individu atau kelompok terhadap suatu fenomena. Dalam konteks ini, ketergantungan pada teknologi dan media sosial dapat memengaruhi cara orang memahami dan menjalani hubungan sosial mereka. Jawaban lain, seperti memanfaatkan media sosial (a) atau memperkuat norma tradisional (c), adalah tindakan atau solusi yang mungkin dilakukan, tetapi tidak berfokus pada pemahaman makna yang diberikan oleh masyarakat terhadap teknologi, seperti yang ditekankan dalam teori ini.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →