Fitri Learning

LatihanIPA SMP Kelas 7

Bab 7: Keajaiban Tata Surya dan Fenomena Antariksa

IPA SMP Kelas 7 · 11 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Pada kota London (0° BT) waktu menunjukkan pukul 10.00, maka pada saat yang sama di kota dengan bujur 120° BT, waktu yang tepat adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. 18.00 Penjelasan: Perbedaan waktu antara dua kota dapat dihitung dengan rumus perbedaan waktu berdasarkan bujur. Perbedaan waktu = (Bujur kota 2 - Bujur kota 1) × 4 menit Kota London berada di 0° BT, dan kota lainnya berada di 120° BT. Maka, perbedaan waktu adalah: 120° × 4 menit = 480 menit = 8 jam Karena kota dengan bujur 120° BT terletak di sebelah timur London, waktu di kota tersebut lebih cepat 8 jam. Jika di London pukul 10.00, maka di kota tersebut waktu adalah pukul 18.00.

  2. Soal

    Perhatikan pernyataan berikut ini: (1) Bulan memiliki massa jauh lebih kecil daripada Bumi, sekitar 1/100 kali massa Bumi. (2) Volume Bulan hampir setara dengan setengah volume Bumi. (3) Diameter Bulan sekitar seperempat diameter Bumi. (4) Kerapatan Bulan hanya sekitar setengah dari kerapatan Bumi. Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan karakteristik Bulan dibandingkan dengan Bumi?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (1), (3), dan (4) Penjelasan: Bulan memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari Bumi. Massa Bulan hanya sekitar 1/100 dari massa Bumi, menjadikannya jauh lebih ringan dan kecil. Diameter Bulan juga hanya sekitar seperempat dari diameter Bumi, sehingga tampak lebih kecil ketika diamati dari permukaan Bumi. Selain itu, kerapatan Bulan hanya sekitar setengah dari kerapatan Bumi, yang menunjukkan bahwa komposisi materialnya berbeda dan tidak sepadat planet induknya. Karakteristik-karakteristik ini membuat Bulan menjadi satelit alami yang unik dan penting dalam sistem Bumi–Bulan.

  3. Soal

    Bumi memerlukan waktu 24 jam untuk berotasi terhadap porosnya dan sekitar 365 hari untuk berevolusi mengelilingi Matahari. Namun, agar Matahari tampak kembali di posisi yang sama di langit (misalnya dari satu siang ke siang berikutnya), Bumi harus berotasi sedikit lebih dari satu putaran penuh setiap hari. Jika dalam waktu satu tahun (365 hari Matahari) Bumi telah melakukan 366 kali rotasi terhadap bintang-bintang tetap, maka dalam waktu setengah tahun (ketika Bumi telah menempuh separuh orbitnya), berapa kali Bumi telah berotasi terhadap Matahari?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. 182,5 kali Penjelasan: Dalam satu tahun sideris (revolusi penuh Bumi), Bumi berotasi 366 kali terhadap bintang tetapi 365 kali terhadap Matahari, karena satu rotasi digunakan untuk “mengejar” posisi Matahari akibat revolusi. Jika Bumi menempuh setengah orbit (½ tahun), maka jumlah rotasi terhadap Matahari adalah ½ × 365 = 182,5 kali. Artinya, dalam 6 bulan, Matahari tampak kembali ke posisi semula di langit setelah 182,5 kali rotasi Bumi, menunjukkan hubungan erat antara rotasi dan revolusi dalam menentukan lama hari Matahari.

  4. Soal

    Bumi memerlukan waktu 365 hari untuk berevolusi mengelilingi Matahari dan 1 hari untuk berotasi terhadap Matahari. Bulan berevolusi terhadap bintang tetap dalam waktu 27,3 hari dan terhadap Matahari dalam waktu 29,5 hari. Jika Bumi telah menempuh seperempat lintasan revolusinya, maka jumlah rotasi Bumi terhadap Matahari dan jumlah revolusi Bulan terhadap bintang tetap adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. 91,25 kali dan 3,34 kali Penjelasan: Bumi menempuh ¼ orbit → waktu = . Maka, Rotasi Bumi = ( 91,25 ) kali Revolusi Bulan = Jadi, selama seperempat tahun (91,25 hari), Bumi telah berotasi sebanyak 91,25 kali karena setiap rotasi berlangsung satu hari matahari. Dalam waktu yang sama, Bulan yang mengelilingi Bumi tiap 27,3 hari melakukan sekitar 3,34 kali revolusi.

  5. Soal

    Bumi memerlukan waktu 365 hari untuk berevolusi mengelilingi Matahari dan 1 hari untuk berotasi terhadap Matahari. Bulan berevolusi terhadap bintang tetap dalam waktu 27,3 hari dan terhadap Matahari dalam waktu 29,5 hari. Jika Bumi telah menempuh seperempat lintasan revolusinya, maka jumlah rotasi Bumi terhadap Matahari dan jumlah revolusi Bulan terhadap bintang tetap adalah…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. 91,25 kali dan 3,34 kali Penjelasan: Bumi menempuh ¼ orbit → waktu = . Maka, Rotasi Bumi = ( 91,25 ) kali Revolusi Bulan = Jadi, selama seperempat tahun (91,25 hari), Bumi telah berotasi sebanyak 91,25 kali karena setiap rotasi berlangsung satu hari matahari. Dalam waktu yang sama, Bulan yang mengelilingi Bumi tiap 27,3 hari melakukan sekitar 3,34 kali revolusi.

  6. Soal

    Perhatikan gambar berikut.

    Gambar soal

    Planet Jovian yang memiliki warna kebiruan dan diameter ekuator 31.763 mil ditunjukkan oleh nomor…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (7) Penjelasan: Planet Jovian merupakan planet luar yang berukuran besar dan tersusun atas gas, yaitu Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Salah satu di antaranya, Uranus, tampak berwarna kebiruan karena kandungan metana di atmosfernya yang menyerap cahaya merah dan memantulkan cahaya biru. Uranus memiliki diameter ekuator sekitar 31.763 mil (51.118 kilometer) atau sekitar empat kali lebih lebar dari Bumi. Meskipun sama-sama mengandung metana, Neptunus tampak berwarna biru lebih pekat seperti langit, sedangkan Uranus terlihat biru pucat atau sian.

  7. Soal

    Perhatikan gambar berikut.

    Gambar soal

    Planet Jovian yang berwarna kebiruan pucat dan memiliki kemiringan sumbu rotasi paling ekstrem hingga tampak berputar miring disebut...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. (7) Penjelasan: Planet yang dimaksud adalah Uranus. Planet ini memiliki warna kebiruan pucat akibat kandungan gas metana di atmosfernya yang menyerap cahaya merah dan memantulkan cahaya biru. Ciri khas paling unik dari Uranus adalah kemiringan sumbu rotasinya mencapai sekitar 98°, membuatnya tampak berputar “miring” di sepanjang orbitnya. Akibatnya, setiap kutub Uranus mengalami siang dan malam selama puluhan tahun Bumi. Fenomena ini menjadikan Uranus planet dengan orientasi rotasi paling ekstrem di Tata Surya.

  8. Soal

    Perhatikan gambar berikut.

    Gambar soal

    Peristiwa yang ditunjukkan oleh gambar tersebut disebut…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: D. Gerhana Bulan. Penjelasan: Gambar tersebut menunjukkan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus, dengan Bumi di tengah sehingga bayangannya jatuh ke permukaan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan tampak gelap atau kemerahan karena sinar Matahari terhalang oleh Bumi. Peristiwa ini hanya dapat terjadi pada fase Bulan purnama, ketika Bulan berada tepat di belakang Bumi terhadap Matahari.

  9. Soal

    Bintang merupakan sumber cahaya alami di langit malam. Setelah Matahari, ada bintang lain yang menjadi tetangga terdekat Bumi di ruang angkasa. Banyak orang mengira bintang paling terang yang terlihat di langit malam adalah bintang terdekat dengan Bumi, padahal hal itu belum tentu benar. Berdasarkan penjelasan tersebut, bintang yang benar-benar paling dekat dengan Bumi setelah Matahari adalah...

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Alpha Centauri, karena termasuk sistem bintang yang jaraknya hanya beberapa tahun cahaya dari Bumi. Penjelasan: Bintang yang paling dekat dengan Bumi setelah Matahari adalah Alpha Centauri, yang sebenarnya merupakan sistem tiga bintang, yaitu Alpha Centauri A, Alpha Centauri B, dan Proxima Centauri. Di antara ketiganya, Proxima Centauri adalah yang paling dekat dengan Bumi, berjarak sekitar 4,24 tahun cahaya. Banyak orang keliru mengira Sirius sebagai bintang terdekat karena terlihat paling terang di langit malam, padahal kecerahan tidak selalu menunjukkan jarak, melainkan juga dipengaruhi oleh ukuran dan suhu bintang tersebut. Sistem Alpha Centauri inilah yang menjadi tetangga terdekat Tata Surya di ruang antarbintang.

  10. Soal

    Perhatikan gambar berikut.

    Gambar soal

    Posisi bulan saat terjadi pasang purnama berada di titik…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: C. 1 dan 3 Penjelasan: Pasang purnama terjadi ketika Bumi, Bulan, dan Matahari berada pada satu garis lurus, baik saat Bulan di antara Bumi dan Matahari (fase Bulan baru) maupun saat Bumi di antara Bulan dan Matahari (fase Bulan purnama). Pada posisi tersebut, gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja bersama-sama menarik air laut ke arah yang sama, sehingga menyebabkan pasang maksimum di Bumi. Titik 1 dan 3 pada gambar menunjukkan posisi tersebut, yaitu ketika Bulan sejajar dengan Matahari dan Bumi. Contohnya, pasang purnama sering terjadi sekitar waktu bulan purnama yang dapat memengaruhi aktivitas pelabuhan atau nelayan di daerah pesisir.

  11. Soal

    Perhatikan gambar berikut.

    Gambar soal

    Bumi mengelilingi Matahari dengan sumbu rotasi yang miring sebesar 23,45°. Posisi huruf I menunjukkan saat belahan Bumi utara mulai menjauh dari sinar Matahari tegak, maka wilayah tersebut mengalami musim…

    Lihat pembahasan

    Jawaban: B. Gugur Penjelasan: Ketika belahan Bumi utara mulai menjauh dari sinar Matahari tegak, sinar yang diterima menjadi lebih miring sehingga intensitas panas berkurang. Kondisi ini menandai peralihan dari musim panas menuju musim dingin, yang disebut musim gugur (autumn). Pada masa ini, suhu udara mulai menurun, daun-daun di wilayah beriklim sedang berubah warna dan berguguran, serta siang hari menjadi lebih pendek. Peristiwa ini biasanya terjadi sekitar bulan September hingga November di belahan Bumi utara.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →