Fitri Learning

LatihanBahasa Indonesia SMP Kelas 9

Bab 4: Meningkatkan Kreativitas dengan Mengeksplorasi Puisi

Bahasa Indonesia SMP Kelas 9 · 5 soal · bagian 2 dari 2

  1. Soal

    Perhatikan Puisi dibawah ini! "Aku" Karya: Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Apa tema utama yang diangkat dalam puisi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. Pemberontakan terhadap aturan dan norma masyarakat. Penjelasan: Tema utama puisi "Aku" adalah pemberontakan Chairil Anwar terhadap aturan, norma, atau ekspektasi masyarakat. Melalui kalimat seperti "Aku ini binatang jalang" dan "Dari kumpulannya terbuang", Chairil menegaskan sikap individualitas dan kebebasan mutlak yang ia perjuangkan, bahkan di tengah tantangan hidup dan kematian.

  2. Soal

    Perhatikan Puisi dibawah ini! "Aku" Karya: Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Apa makna dari kalimat "Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang" dalam puisi ini?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: c. Penyair merasa dirinya berbeda dan tidak sesuai dengan norma umum. Penjelasan: Kalimat ini mengekspresikan keterasingan Chairil Anwar dari masyarakat dan ketidakmampuannya untuk menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku. Simbol "binatang jalang" menunjukkan sikap liar, bebas, dan menolak tunduk pada aturan yang ia anggap membatasi kebebasannya sebagai individu.

  3. Soal

    Perhatikan Puisi dibawah ini! "Aku" Karya: Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Apa jenis majas yang digunakan dalam kalimat "Aku mau hidup seribu tahun lagi"?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Hiperbola Penjelasan: Kalimat "Aku mau hidup seribu tahun lagi" adalah bentuk majas hiperbola karena menggunakan pernyataan yang berlebihan (keinginan hidup seribu tahun) untuk menekankan tekad kuat penyair dalam mempertahankan semangat hidup dan eksistensinya.

  4. Soal

    Perhatikan Puisi dibawah ini! "Aku" Karya: Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Apa makna dari penggalan berikut: "Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang"?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: d. Penyair menekankan pentingnya mempertahankan kebebasan hingga akhir. Penjelasan: Kalimat ini mencerminkan tekad kuat penyair untuk melawan apa pun yang menghalangi kebebasannya. Simbol "peluru" menunjukkan bahaya besar, tetapi Chairil tetap memilih untuk bertindak bebas meskipun itu berarti menghadapi risiko tertinggi, yaitu kematian.

  5. Soal

    Perhatikan Puisi dibawah ini! "Aku" Karya: Chairil Anwar Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang, menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih peri Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi Apa amanat utama yang disampaikan dalam puisi ini, dan suasana apa yang tercipta dalam pembacaannya?

    Lihat pembahasan

    Jawaban: a. Amanat: Pentingnya perjuangan untuk kebebasan sejati. Suasana: Semangat dan keberanian yang membakar. Penjelasan: Amanat puisi ini adalah tentang pentingnya memperjuangkan kebebasan sejati dan menjadi diri sendiri, terlepas dari tantangan dan bahaya. Suasana yang tercipta adalah penuh semangat, keberanian, dan energi pemberontakan, yang terlihat dari gaya bahasa kuat dan nada yang menantang dalam puisi ini.

Gratis — tolong sebarkan

Materi dan latihan di sini bisa dipakai siapa saja tanpa membayar dan tanpa mendaftar. Aplikasi Fitri Learning membawa semuanya ke HP, lengkap dengan nilai dan pembahasan, dan jalan tanpa internet setelah diunduh sekali.

Gratis, tanpa akunUnduh aplikasinya →